Rangkaian Sistem Kontraktor Fire Alarm dan 4 Komponen Penting di Dalamnya

Fire alarm jika dilihat sekilas hanya berupa metal kabinet pada panelnya, jenisnya juga beragam ada yang berwarna merah dengan tujuan agar mudah dikenali dan dibedakan dengan instrumen lainnya. Dalam sebuah sistem fire alarm, panel ini berfungsi sebagai pusat pengendali semua sistem dan bisa dikatakan sebagai inti dari sistem fire alarm. Karena sistem fire alarm sangat bergantung pada kinerja dari control panel ini, maka sebuah rangkaian sistem alarm bisa dikatakan adalam merupakan kesimpulan luar dari kontrol panel fire alarm.

Di Mana Lokasi Paling Tepat untuk Penempatan Fire Protection?

Mengenai lokasi penempatannya, haruslah benar-benar di perkirakan dan direncanakan dengan baik. Syarat utamanya adalah menempatkan panel sejauh mungkin dari lokasi yang berpotensial menimbulkan kebakaran. Dilihat dari sudut manapun, sistem fire alarm memang tidak tergolong dalam alat keselamatan, tetapi sistem ini sangat erat kaitannya dengan keselamatan jiwa manusia, sehingga kekeliruan sekecil apapun sebaiknya diminimalisasi.

Kontraktor Fire alarm system Konsultan Fire alarm System Indonesia

Teknis Pengoperasian Sistem Fire Alarm yang Perlu Diketahui

Dalam hal pengoperasian, sistem fire alarm tidak perlu dioperasikan secara rutin karena dari sistemnya sendiri sudah bisa dioperasikan 24 jam nonstop. Satu hal yang penting juga dan jangan sampai terlewatkan adalah mengenai pengawasan dan pemeliharaan oleh petugas yang memegang kenadli sistem keamanan fire alarm ini. Karena setiap kesalahan (trouble) yang terjadi harus segera ditindaklanjuti, sebab bahaya kebakaran tidak bisa diprediksi.

Selain melakukan pengawasan serta perawatan, hal yang tidak kalah pentingnya juga untuk dilakukan adalah pengujian secara berkala. Apakah sistem fire alarm masih berfungsi dengan baik atau ada gangguan. Dalam melakukan pengujian ini, tentunya memiliki standar operasional tertentu agar ketika dalam proses pengujiannya tidak menimbulkan kepanikan orang disekitar gedung.

Komponen Penting dalam Sistem Fire Alarm

Dalam sebuah sistem, tidak terkecuali sistem fire alarm tentunya memiliki komponen tersendiri untuk bisa melakukan operasional. Berikut ini adalah komponen penting dalam sebuah sistem fire alarm.

  1. Manual Call Point

Dalam sebuah sistem fire alarm, ada satu komponen yang disebut sebagai manual call point. Komponen jenis berfungsi mengaktifkan sirine tanda kebakaran dan biasanya dilakuakn secara manual dengan memecahkan kaca pada box yang sudah tersedia. Alat ini juga dikenal dengan istilah lain, yaitu Emergency Break Glass. Dalam komponen ini hanya berupa saklar biasa microswitch atau tombol tekan saja. Mengenai sudut atau lokasi penempatannya, ada beberapa prosedur atau syarat penempatannya yaitu mudah dilihat, lokasinnya tidak sulit dijangkau.

Dalam melakukan uji fungsi alat ini, tidak perlu dengan harus memecahkan kaca. Karena biasanya sudah tersedia langsung tongkat atau kunci khusus, sehingga saklar bisa tertekan. Kaca yang sudah telanjur retak atau pecah karena sesuatu bisa diganti dengan yang baru sehingga tidak perlu ragu untuk memecahkan kaca tersebut jika memang dalam keadaan darurat. Petugas yang melakuakn pengujian dan pengawasan bisa melakukan komunikasi dengan penjaga yang berada di sekitar Panel Control Room dengan cara memasukkan handset telepon ke dalam jack yang terletak pada MCP. Ketika sudah tersambung maka telepone di panel juga sudah aktif dan bisa digunakan.

  1. Indikator Lamp (Lampu Indikator)

Indicator lamp dalam sebuah sistem fire alarm tentunya  memiliki sebagai pertanda aktif atau tidaknya sistem Fire Alarm  jika dalam keadaan uji coba dan berfungsi sebagai pertanda adanya kebakaran jika memang dalam kondisi kebakaran. Jadi sederhananya adalah ketika lampu indikator ini berfungsi atau menyala, maka ada kemungkinan pertanda kebakaran. Jika yang terjadi adalah sebaliknya yaitu lampu indikator dalam keadaan mati, maka lokasi aman dari kebakaran. Dalam beberapa tipe yang digunakan, lampu indikator ada juga yang berkedip sebagai pertandanya.

  1. Fire Bell

Fire Bell atau sirine dalam sebuah sistem fire alarm adalah jenis peringatan bahwa lokasi harus segera di evakuasi demi keamanan dan kenyamanan. Tegangan output dari panel Fire Alarm sekitar 24 Volt DC sehingga jenis Fire Bell atau sirine yang akan digunakan adalah 24 Volt DC, dan itu yang banyak digunakan dan populer saat ini. Perlu juga diperhatikan mengenai metode atau cara pemasangan fire ball ini sehingga suara yang dihasilkan nantinya bisa maksimal.

  1. Remote Indicating Lamp

Berbeda halnya dengan lampu indikator, Remote Indicating Lamp hanya akan berfungsi ketika terjadi kebakaran. Penempatan dari remote indicating lamp ini biasanya di luar ruangan tertutup (closed room), seperti halnya ruang panel listrik, ruang genset, ruang pompa dan semisalnya. Semuanya bertujuan agar gejala kebakaran di dalam dapat diketahui oleh orang di luar melalui nyala lampu.

Untuk pemasangannya biasanya idealnya di luar ruangan kamar hotel sehingga apabila terjadi kebakaran di dalam ruangan, orang yang berada di luar ruangan juga tahu kondisi di dalam ruangan sedang terjadi kebakaran. Sehingga proses pemadaman api nantinya bisa dipercepat dengan bantuan orang dari luar yang sudah mengerti kondisi di dalam ruang tersebut.

Untuk Konsultan, EPC dan Kontraktor Fire Alarm di Indonesia silahkan menghubungi

Bapak Mul – PT. Totalfire Indonesia

  • WA: 0812 2954 5016
  • Telp: 0811 823 279
  • Email: info@totalfire.co.id
%d bloggers like this: