Kebakaran yang terjadi di kapal laut bisa jadi bencana fatal hingga ke kematian. Api di laut jauh dari daratan. Jika terjadi di dalam gedung di darat anda bisa evakuasi keluar gedung, aman. Tetapi ketika terjadi kebakaran di laut sama sekali berbeda. Begitu keluar sudah di kelilingi oleh air. Belum ketika cuaca buruk penyelamatan diri akan lebih berat lagi. Maka dari itu, pentingnya sistem pemadam kebakaran di kapal laut.
Sering terjadi kasus kebakaran di kapal laut ratusan nyawa meninggal dan juga hilang. Dengan pembangunan teknologi kapal yang baru kapal wajib di desain dengan keamanan semaksimal mungkin. Meningkatkan peralatan serta sistem pencegahan kebakaran bisa mengurangi serendah mungkin tingkat risiko bencana api. Bagaimana dengan sistem apa saja yang penting ketika berada di kapal laut?
Contents
Prinsip Pelindungan Kebakaran Di Kapal Laut
Jika melihat kapal itu tidak semuanya kapal besar atau pesiar. Akan tetapi masih ada jenis kapal lain yang juga harus memperhatikan cara pemadaman kebakaran di kapal masing-masing. Secara tradisional ada tiga proteksi kebakaran di kapal.
- Pelindungan Kebakaran secara struktural.
- Deteksi kebakaran.
- Pemadam kebakaran.
Semuanya mempunyai tujuan meminimalisasi korban. Sedangkan perlindungan kebakaran secara struktural biasanya disebut dengan perlindungan pasif. Tujuannya memperlambat penyebaran pusat api diatas kapal. Perlambatan ini gunanya memberikan waktu evakuasi atau menyelamatkan diri pada situasi terburuk.
Prinsip Perlindungan Kebakaran Struktural Atau Perlindungan Pasif
Perlindungan struktural yang memperpanjang waktu untuk menyelamatkan diri ini mempunyai tiga prinsip dasar, yaitu:
- Pencegahan kemungkinan kebakaran di atas kapal.
- Penahanan penyebaran api ke seluruh bagian kapal.
- Perlindungan sarana untuk menyelamatkan diri dan akses untuk bantuan pemadam kebakaran.
Prinsip Perlindungan Kebakaran Aktif
Pada deteksi perlindungan kebakaran aktif tujuannya jelas, mendeteksi api dan kemudian memadamkannya. Pada SOLAS 74 memberikan prinsip dasar perlindungan kebakaran di kapal laut secara mendetail.
- Pembagian kapal ke zona vertikal utama berdasarkan batas termal dan struktural.
- Pemisahan ruang akomodasi dari kapal secara termal dan batasan struktural.
- Terbatasnya penggunaan bahan yang mudah terbakar.
- Deteksi kebakaran di zona asal.
- Penahanan dan pemadaman api di ruang asal.
- Perlindungan dengan menyelamatkan diri atau akses pemadam kebakaran.
- Ketersediaan peralatan dan sistem kebakaran di kapal yang lengkap dan siap.
- Meminimalkan kemungkinan pengapian uap pada kargo yang mudah terbakar.
Sistem Pemadam Kebakaran Di Kapal-Kapal Di Indonesia
Kapal laut ada berbagai jenis mulai dari kapal barang hingga kapal pesiar. Dan masing-masing kapal mempunyai sistem pemadam kebakarannya sendiri.
Sistem Kebakaran Di Kapal Roro
Kapal roro menjadi favorit di Indonesia karena mudah untuk melintas pulau. Kapal barang ini mempunyai sistem pemadam kebakaran dengan berbagai jenis partisi. Salah satunya di dek kapal roro yang dilindungi khusus. Biasanya di dek kapal akan menggunakan sistem banjir atau sprinkler yang menyesuaikan jenis dan ukuran kapal.
Di dek kapal roro memunyai sistem penyiram saat terjadi kebakaran otomatis dengan tabung basah. Sistem ini menggunakan kepala sprinkler dengan lampu yang peka suhu panas. Ketika bola sprinkler pecah, tekanan dalam sistem turun. Kemudian akan melalui katup yang memancing pompa bekerja. Dan kerja otomatis ini akan mengeluarkan air dari sprinkler yang dia aktifkan. Air ini kemudian dijaga seminimal mungkin tapi tanpa menghambat proses pemadaman.
Sistem Kebakaran Di Kapal Fery
Indonesia sebagai negara kepulauan, kapal laut masih jadi transportasi memadai dan terjangkau. Salah satu kapal favorit di Indonesia, kapal fery. Kapal berpenumpang ini tentu harus memadai dalam sistem pemadam kebakaran di Kapal yang sesuai standar nasional atau internasional. Sistem pemadam kebakaran kapal fery ini
Salah satunya dengan menggunakan desain sistem modular dan komponen yang ringkas. Hal ini karena memenuhi standar pemadam kebakaran dan fleksibel di ruang-ruang yang ada di kapal. Semua jenis ruang mempunyai standarnya masing-masing, yakni:
- Deep fat fryers and ducts
- Public spaces
- Machinery space total flooding
- Machinery space local application
- Roro and special category
- Cabin balconies
- Service areas
- Accommodation
Poin-Poin Penting Pencegahan Kebakaran Di Kapal Laut
Di Ruang Mesin
Tempat sampah yang digunakan untuk menyimpan storing oily rags atau kain majun ini dilengkapi dengan penutup.
Dapur Kapal
Ini sumber api untuk pemasakan harus benar-benar diawasi. Mulai dari peralatan listrik hingga peralatan masak. Lakukan pengecakan secara berkala dan harus diawasi prosesnya setiap saat.
Pipa-Pipa Yang Ada Di Kapal
Ada pipa bahan bakar harus dikontrol dari kebocoran dan pengawasan ketat. Selain pipa bahan bakar ada pipa pendek yang harus ditutup dengan colokan. Sering luput dari pengawasan pipa ini bisa rembes minyak yang menyebabkan kecelakaan. Ada juga cocks yang ada di pipa common rail yang wajib diperiksa longgar atau tidaknya.
Patroli Rutin
Sebagai kapal berpenumpang semua sistem pemadam kebakaran berjalan dengan baik. Akan tetapi ada hal-hal yang tidak terduga yang bisa jadi sebab kebakaran. Rokok misalnya lakukan patrol rutin untuk menindak penumpang yang merokok di tempat yang dilarang.
Pembangunan sistem pemadam kebakaran di kapal yang baik dilakukan oleh ahlinya. Anda bisa melakukan konsultasi dengan PT. Totalfire Indonesia yang terpercaya. Pencegahan dilakukan oleh manusia, tetapi perlindungan diberikan ahlinya.
