Kabel untuk Instalasi Fire Alarm

Saat memutuskan untuk memasang fire alarm system, bukan hanya perangkat alarmnya itu saja yang harus Anda perhatikan, namun kabel untuk instalasi fire alarm pun tidak boleh sembarangan. Sebelum memasangnya, pastikan sudah mengetahui macam-macam kabel untuk alarm.

Membahas mengenai sistem alarm kebakaran itu sendiri, paling tidak merupakan sebuah komposisi dari detektor yang merupakan proses inputnya, lalu ada kontrol panel yang berperan sebagai pemroses data serta peralatan output. Semuanya menjadi satu kesatuan, saling berkomunikasi satu sama lain. Serta jangan lupakan kabel, yang menjadi jalur komunikasi dari alarm tersebut.

Dahulu, jalur komunikasinya hanya menggunakan kabel tembaga. Namun sekarang sudah menggunakan kabel serat optik dan juga nirkabel atau wireless. Untuk beberapa jalur komunikasi monitor pun bisa dengan menggunakan sambungan internet.

Seperti Apa Sistem Kabel untuk Instalasi Fire Alarm?

Karena kabel juga memegang peranan penting dalam sistem alarm, maka ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Berdasarkan NFPA atau National Fire Protection Association, ada tiga pertimbangan penting mengenai perkabelan:

  • Supervisi

Merupakan sebuah metode self checking kegagalan sistem, dengan memanfaatkan resistor yang ada di ujung instalasi atau EOL (End Line Resistor). Bisa juga dengan menggunakan sinyal data.

  • Redundansi

Merupakan pengecekan apakah sistem tersebut masih bisa berjalan normal, walau salah satu alat rusak dan tak bisa digunakan. Khususnya jika ada arus hubungan pendek, atau ada kabel yang putus.

  • Perlindungan dari Kerusakan

Supaya bisa mencegah terjadinya kerusakan kabel, umumnya dipakai untuk pipa conduit yang dikenal masyarakat sebagai pipa klipsal.

Mengapa harus mengikuti penentuan standar dari NFPA? Tujuannya tak lain supaya bisa dipastikan jika sistem alarm yang telah dipasang benar-benar berfungsi, juga bisa bertahan jangka panjang juga. Pertimbangannya, antara lain:

  • Daya tahan perangkat. Diharapkan sistem alarm yang terpasang mampu bertahan untuk penggunaan di jangka yang panjang.
  • Diharapkan supaya saat ada kerusakan pada sistemnya, bisa diperbaiki dengan mudah sehingga bisa cepat berfungsi dengan normal.
  • Daya tahan hidup. Diharapkan jika ada sebuah gangguan pada sumber arus listriknya, maka sistem alarm tersebut masih bisa berfungsi sebagaimana biasa.

Macam-macam Kabel untuk Instalasi Fire Alarm

Berikut ini adalah pengelompokkan beberapa kelas kabel untuk instalasi fire alarm, dan bukan petunjuk pemasangan namun hal-hal apa saja yang harus terjadi pada kabel dalam kelas tersebut dan apa yang tak boleh terjadi sasat pemasangannya. Gambaran singkatnya adalah berikut.

1. Ground Fault

Yang berlaku di semua kelas, jadi saat ada ground fault, sistem tidak akan terganggu sama sekali. Namun Ground Fault ini masih diidentifikasikan sebagai masalah dalam kontrol panel dan harus diperbaiki. Tetapi tak terdapat dalam jalur komunikasi yang menggunakan nirkabel, fiber optik serta ethernet.

2. Perkabelan Fire Alarm Kelas A

Redundansi termasuk dalam kelas ini, jadi saat jalurnya terputus maka kemudian kedua ujung jalur tersebut terpisah jalurnya. Setiap jalurnya wajib bisa tetap berfungsi sebagai detektor kebakaran.

3. Perkabelan Fire Alarm Kelas B

Untuk kelas ini tidak ada redundansi di dalamnya, jadi peralatan yang ada dalam jalurnya yang terputus itu tidak akan berfungsi lagi. Bila memakai komunikasi kabel, maka adanya hubungan pendek bisa langsung mematikan fungsi dari seluruh sistem alarmnya. Kontrol panel harus bisa menunjukkan adanya trouble jika masalah komunikasi terjadi.

4. Perkabelan Fire Alarm Kelas C

Untuk yang satu ini menggunakan metode handshaking. Jadi alat yang dimonitor akan mengirimkan sinyal bahwa ia normal pada pemonitornya. Jalur yang digunakan bisa lebih dari satu dan kontrol panelnya harus bereaksi dengan menunjukkan masalah saat ada salah satu jalur yang bermasalah saat digunakan.

5. Perkabelan Fire Alarm Kelas D

Saat terjadi kegagalan dalam alat yang sedang dikontrol oleh sistem alarmnya, maka dengan adanya fail-safe operation, maka alarm akan aktif (contoh fire door). Bisa membantu untuk perawatan yang dilakukan oleh tim maintenance, sebab jika fire door mengalami gangguan ia akan terus berbunyi alarmnya dan itu mengganggu.

6. Perkabelan Fire Alarm Kelas E

Dalam penggunaannya, jalur ini sama sekali tidak disupervisi, jika sistem gagal maka tidak ada indikasi trouble pada panel kontrolnya.

7. Perkabelan Fire Alarm Kelas N

Ini adalah kelas yang koneksinya memakai ethernet, atau jaringan dan IP. Jalur ini bisa berfungsi saat alat yang satunya lagi sudah tersambung maupun tidak lebih dari 6 meter jaraknya. Itupun harus dilindungi dengan menggunakan klipsal atau pipa conduit.

8. Perkabelan Fire Alarm Kelas X

Redundansi termasuk dalam hal ini, jadi saat jalur terputus maka keduanya pun jadi jalur yang terpisah dan harus tetap bisa mendeteksi kebakaran yang terjadi. Kedua jalur yang putus itu bisa komunikasi dengan kontrol panel.

Memasang Kabel untuk Instalasi Fire Alarm System

Seperti yang diketahui, jika kabel untuk instalasi fire alarm tidak sembarangan dan penanganannya juga tak boleh sembarangan. Setidaknya Anda harus membaca dengan saksama tentang perkabelan fire alarm dalam NFPA 72, atau National Fire Alarm and Signaling Code Handbook yang jadi acuan pemasangan alarm kebakaran.

Supaya lebih aman dan tidak merepotkan, maka Anda bisa mempercayakan pada TotalFire. Berdiri sejak 2005 dan memberikan Anda jaminan instalasi fire alarm yang bagus serta minim risiko error. Hal itu karena, dikerjakan oleh para profesional di bidangnya. Anda pun akan mendapatkan perlindungan kebakaran sesuai Standar Nasional hingga Internasional.