Compressed air foam fire extinguisher system digunakan dengan mengirimkan busa penghambat kebakaran agar padam atau melindungi area yang belum terbakar. Busa digunakan karena air biasa tidak bisa secara optimal memadamkan kebakaran.
Komponen yang dibutuhkan dalam sistem ini yaitu sumber air, pompa sentrifugal, tabung konsentrat busa, sistem injeksi busa, mixing chamber, dan sistem kontrol. Bagaimana sistem ini bekerja dan apa saja tipenya? Simak penjelasan lebih lanjut berikut ini.
Contents
Sejarah Compressed Air Foam Fire Extinguisher System
Sejak lama telah diketahui bahwa air bukanlah bahan yang sempurna dalam pemadaman kebakaran. Proses pemadaman kebakaran dengan air tidak efektif dan secara umum berbiaya besar. Biaya untuk memasang sistem distribusi air cukup besar, begitu juga dengan perawatan dan instalasi hidran kebakaran.
Menurut para ahli, air tidak efisien sebagai agen pemadam. Ini membutuhkan jumlah yang sangat besar baik dari segi finansial dan fisik. Biaya tersebut bisa dikenakan pada pemadam kebakaran dan komunitas.
Penggunaan aditif busa pada air untuk pemadaman awal mulanya berasal dari paten Inggris pada tahun 1877. Royal Navy saat itu bereksperimen dengan agen busa melalui udara terkompresi.
Angkatan Laut Amerika Serikat menggunakan sistem busa terkompresi pada 1940-an untuk kebakaran cairan yang mudah terbakar. Pada tahun 1960-an, pencucian mobil juga menggunakan sistem agen busa terkompresi ini dengan selang dan nozzle bertekanan rendah.
Pada pertengahan 1970-an, Mark Cummins yang bekerja di Dinas Kehutanan Texas mengembangkan sistem ekspansi air yang dikenal sebagai Texas Snow Job. Cummins menemukan Compressed Air Foam System atau CAFS dan mengeluarkan paten pada tahun 1982. CAFS kelas A ini menggunakan deterjen pencuci piring yang tersedia sebagai limbah dari industri pembuatan kertas lokal. Ini menjadi bahan pembusa yang dicampur sebagai agen.
Pada pertengahan 1980-an, penelitian oleh Biro Pengelolaan Lahan Amerika Serikat kemudian bekerja sama dengan Mark Cummins. Mereka menghasilkan fitur desain modern dari kompresor udara putar, pompa sentrifugal, dan sistem proporsional busa injeksi langsung. Sistem ini mendapat perhatian nasional pada tahun 1988 selama kebakaran hutan Yellowstone Park saat Old Faithful Inn yang berlantai empat berhasil dilindungi dengan menyelimutinya dengan air foam fire extinguisher system.
Tipe Busa yang Digunakan dalam Sistem Pemadaman Kebakaran
CAFS bisa mengirimkan konsistensi busa dalam jumlah yang berguna, ini dilabeli dari tipe 1 yang sangat kering sampai tipe 5 yang sangat basah. Ini dikendalikan oleh rasio udara-kelarutan, yaitu persentase konsentrat ke air yang berbeda-beda.
Busa tipe 1 dan 2 memiliki waktu pengeringan yang lama. Ini artinya gelembung tidak pecah dan durasinya lama dalam mengeluarkan air. Busa basah seperti tipe 4 dan 5, mengalir lebih cepat dengan adanya panas.
Kelebihan utama menggunakan sistem ini yaitu adanya kemampuan unik untuk menghasilkan berbagai kualitas busa atau jenis busa. Ini bisa memberikan respon busa yang paling tepat untuk situasi kebakaran individu. Petugas pemadam kebakaran dapat menyesuaikan jenis busa terbaik untuk penggunaan yang taktis dan masalah kebakaran yang dihadapi.
Busa tipe kering seperti tipe 1 dan 2 perlu digunakan untuk menekan uap, melindungi struktur yang tidak terbakar, serta membangun jalur kebakaran hutan yang tidak melibatkan bahan bakar.
Busa tipe 4 dan tipe 5 yang lebih basah bisa digunakan untuk pemadaman kebakaran yang struktural. Sedangkan busa tipe 5, dibutuhkan baik pada pemadaman struktural maupun pemadaman kebakaran liar.
Kelebihan Air Foam Fire Extinguisher System
Ada banyak alasan mengapa menggunakan Compressed Air Foam System. Sistem ini memiliki beberapa kelebihan yang cocok digunakan untuk kebutuhan bangunan atau area tertentu. Penggunaan sistem pemadam memang perlu disesuaikan dengan kondisi bangunan serta risiko kebakarannya.
Secara umum, berikut ini beberapa kelebihan Compressed Air Foam System.
Keamanan Petugas Pemadam Kebakaran
Busa lebih efisien dalam memadamkan kebakaran daripada air. Ini membuat petugas pemadam menjadi lebih cepat memadamkan api. Petugas bisa lebih cepat keluar dan tidak terpapar terlalu lama dalam kebakaran.
Lebih Sedikit Petugas yang Dibutuhkan
Sistem ini tidak mengganti personel, orang tetap diperlukan untuk melakukan operasi pemadaman api atau menyelamatkan para korban. Namun ini bisa memberikan proses pemadaman yang lebih efektif sehingga tidak membutuhkan lebih banyak personel.
Efektif dalam Situasi Alam Liar atau Perumahan
Sistem ini sangat efektif digunakan untuk melindungi rumah dan properti lainnya. Struktur bangunan bisa dilindungi dengan lapisan busa. Petugas kebakaran juga dapat bergerak dengan lebih aman.
Meningkatkan Proses Investigasi
Busa tidak merusak barang-barang seperti yang dilakukan oleh air. Saat pemadaman menggunakan busa maka ini bisa melindungi lebih banyak bukti yang bisa diinvestigasi.
PT Total Fire Indonesia bisa dipercaya untuk menyediakan berbagai sistem pemadam kebakaran seperti air foam fire extinguisher system. Layanan kami dijalankan oleh para profesional yang telah berpengalaman. Pemasangan sistem pemadam kebakaran bisa dilakukan dengan mudah oleh ahli yang kami miliki.

