bagian Sprinkler dalam Sistem Pemadaman Sprinkler

Bagian-bagian sprinkler ternyata ada banyak. Semua bagian memegang peranan penting. Di mata orang awam, yang tampak dari luar adalah sistem yang telah terpasang dan bekerja secara baik untuk memadamkan api. Namun, bagi petugas yang melakukan instalasi, semua bagian hingga yang terkecil harus dipelajari agar tidak terjadi kesalahan. Penting untuk kita juga mempelajari dan mengetahuinya karena akan menjadi edukasi tersendiri.

Apa Saja Bagian-bagian Sprinkler?

Berikut ini bagian-bagian dari sprinkler, kita simak satu per satu ya.

Kepala sprinkler

Kepala sprinkler adalah bagian pokok yang akan terbuka untuk mengalirkan air. Pembukaan katup secara otomatis didukung dengan tabung air raksa. Jika suhu ruangan mencapai titik tertentu (standar suhu adalah 68 derajat) tabung yang berisi raksa pecah. Untuk peningkatan atau progres tekanan dan suplai air selanjutnya ditentukan oleh suhu. Jika semakin memanas (yang berarti api belum padam) air akan semakin kencang. Pengaturan menggunakan identitas warna sebagai berikut.

  • Hitam: 260 derajat C dan 227 derajat C.
  • Ungu atau purple: 182 derajat C.
  • Biru: 141 derajat C.
  • Hijau: 93 derajat C.
  • Kuning: 79 derajat C.
  • Merah: 68 derajat C.
  • Orange: 57 derajat C.

Pipa

Pipa merupakan media yang menghantar air dari sumber menuju kepala sprinkler yan selanjutnya dialirkan ke api. Urutannya adalah sumber air-pompa-kran/valve-area.

Keran sendiri memiliki beberapa jenis yaitu ball valve, butterfly valve, drain valve, concentric valve dan incentric valve.

Sedangkan untuk pipa memiliki jenis sebagai berikut: header (atas dan bawah), main line pipe dan pipa cabang.

Pompa

Salah satu dari bagian-bagian sprinkler ini berperan untuk menyedot air dari sumber guna dialirkan kembali menuju sistem pipa. Benda ini bekerja dengan mencapai tekanan tertentu agar air mengalir. Angka standar tekanannya adalah 10 bar. Ada pun pompa yang lazim digunakan dalam sistem pemadaman sprinkler adalah pompa diesel, pompa elektrik dan pompa jockey. Pompa yang menempati posisi utama adalah pompa diesel yang seperti namanya, ditenagai oleh diesel. Pada saat terjadi kebakaran, aliran listrik rumahan juga menjadi hal yang patut diperhatikan.

Bila api menyentuh peralatan listrik dan terjadi korsleting, maka listrik akan terputus secara otomatis oleh sekring. Pada kasus lain, korsleting listrik dapat juga menjadi biang kebakaran itu sendiri.

Bila pompa diesel malfungsi, maka posisi cadangan yaitu pompa elektrik akan mengambil alih peranan. Yang terakhir adalah pompa jockey yang berperan menjaga agar tekanan konstan sehingga suplai air tidak terputus.

Air

Ternyata, sebagai komponen utama dari bagian-bagian sprinkler dan sebagai material pemadam, air tidak sembarangan digunakan. Penghitungan yang cermat sangat diperlukan guna terlaksananya pemadaman api yang efektif. Totalfire merupakan salah satu vendor besar yang cermat dalam segala penghitungan. Yang digunakan untuk menentukan besaran air bukanlah terpatok pada jumlah, akan tetapi menggunakan pendekatan density. Pendekatan ini dapat disebut juga pendekatan kerapatan. Dua standar yang sering digunakan yaitu Eropa dan America.

Ruang-ruang yang dipasang sprinkler dikategorikan berdasarkan hazard-nya atau tingkat bahayanya. NFPA atau standar America mengelompokkan tingkat bahaya ke dalam beberapa kelompok yaitu: bahaya ringan, bahaya biasa (terdapat biasa 1 dan biasa 2), bahaya tambahan (terdapat tambahan 1 dan tambahan 2).

Minimal kerapatan adalah 0,38 liter per menit dan per 0,093 meter persegi. Untuk yang sumber airnya terbatas, dapat dibangun tank penampung. Tank ini akan menampung air agar memadahi untuk pemadaman.

Itulah bagian-bagian sistem secara garis besar. Kemudian secara rinci, kita akan ulas bagian-bagian sprinkler yang lebih kecil sebagai berikut.

Alarm Valve

Valve ini bertugas untuk mengawasi aliran air dari sumber air menuju sprinkler. Jika terjadi kurang tekanan, maka katup akan terbuka.

 Stop Valve

Valve ini menjalankan tugasnya saat pemadaman telah sukses dilakukan. Setelah api padam, maka suplai air sudah tidak dibutuhkan. Maka valve ini akan menghentikan kegiatan suplai air tersebut. Valve ini biasanya diberi warna yang mencolok sehingga terlihat oleh mata kita.

Valve untuk Alarm Test

Ini berguna untuk menguji coba sistem yang telah terinstal tanpa mengutak-atik pengaturannya yang telah diterapkan.

Selain beberapa komponen pokok di atas, ada setidaknya tiga komponen tambahan yang turut serta mendukung sistem sprinkler agar kinerjanya lebih baik. Meskipun label terhadap komponen-komponen tersebut adalah ‘tambahan’, tetapi kegunaannya sangat krusial.

Pressure Gauge

Bagian ini digunakan untuk mengukur tekanan. Pentingnya bagian ini adalah bahwa untuk membuat air menyembur melewati nozzle diharuskan ada tekanan. Dalam sebuah sistem sprinkler, pressure gauge yang dipasang biasanya 2.

Flow Switch

Bagian ini adalah penentu kapan menghidupkan alarm. Tugasnya adalah memantau water flow atau aliran air. Picuan alarm harus diatur seperti ini sehingga tidak sembarangan hidup.

Switch Pressure

Switch pressure ini berfungsi mengontrol alarm jika terjadi penurunan tekanan. Kemudian ini akan membuat pantauan panel alarm aktif. Sinyal ini akan diteruskan ke pemadam bahwa sprinkler yang berada di ruangan telah aktif (yang berarti terjadi kebakaran) agar Damkar segera mempersiapkan diri apa bila kebakaran yang terjadi sangat besar dan tidak dapat diatasi oleh sistem sprinkler.

Demikian ulasan mengenai bagian-bagian sprinkler yang perlu diketahui. Untuk pemasangan dan perhitungan yang tepat, serahkan pada Totalfire. Kami telah berpengalaman selama bertahun-tahun dalam instalasi sistem pemadam. Cek review pengguna kami yang telah membuktikan kualitas kami. Hubungi segera untuk pemasangannya dengan sistem dan bagian-bagian sprinkler yang terinstal dengan baik.