Salah satu teknik pemadam kebakaran yang terkenal adalah condensed aerosol fire suppression. Sistem ini biasa digunakan untuk melindungi area yang luas atau penting. Bidang industri dan komersial biasa menggunakan perangkat ini. Pemadaman ini mirip seperti menggunakan bahan kimia kering. Hanya saja, bentuknya berbeda.
Pada aerosol menggunakan partikel padat dan gas halus. Partikel halus ini berukuran micron saat digunakan untuk meredakan jago merah. Sebelum keluar melalui nozzle, bentuk bahan ini berupa uap. Barulah berubah menjadi padat saat menyembur keluar dari perangkat. Teknik fire fighting TotalFire Indonesia ini biasa digunakan pada industri besar. Kami menyediakan pilihan sistem pemasangan yang relevan.
Contents
Perkembangan Teknologi Pemadaman Menggunakan Aerosol
Penggunaan aerosol sebenarnya sudah terjadi bertahun-tahun yang lalu. Teknologi generasi pertama digunakan oleh Uni Soviet. Pada saat itu, negara adidaya ini memanfaatkan bahan tersebut untuk melepaskan roket ke luar angkasa. Setelah itu, salah satu perusahaan pemadam kebakaran mengetahui aerosol berguna untuk meredakan api. Teknologi ini disebut dengan pemadam asap.
Seiring dengan berjalannya waktu, muncul teknologi generasi kedua. Metode pemadaman kebakaran ini disebut tipe K. Huruf K merupakan simbol dari unsur Kalium. Jaman ini memanfaatkan kalium nitrat yang berperan sebagai oksidan utama.
Sayangnya, teknik ini memiliki kelemahan. Semprotan yang keluar dari pipa dapat menyebabkan korosi. Jika diteruskan dalam jangka waktu lama dapat merusak perangkat pipa dan komponen pendukungnya.
Teknologi memadamkan api menggunakan gas padat ini semakin diakui berbagai negara. Bahkan banyak yang menganggap mikropartikel ini aman untuk keberlangsungan hidup bumi. Oleh karena itu, kekurangan tipe K mulai diperbaiki.
Penelitian dan perbaikan menghasilkan condensed aerosol yang mampu mengatasi kebakaran tanpa merusak alat. Sehingga masalah korosi dan isolasi dapat terpecahkan. Kini, teknik ini menjadi pilihan terbaik bagi sektor industri manufaktur, pertambangan, logistik, dan perkantoran.
Keunggulan Condensed Aerosol Fire Suppression
Pemadaman api menggunakan air atau dry chemical sudah umum digunakan. Tapi, metode menjinakkan jago merah ini semakin berkembang. Di pasaran terdapat banyak produk yang memiliki perbedaan cara kerja. Penggunaan sistem penanganan kebakaran perlu disesuaikan dengan area yang dilindungi. Tapi, condensed aerosol fire suppression memiliki keunggulan tersendiri.
Ramah Lingkungan
Penanggulangan kebakaran menggunakan material gas padat merupakan green technology. Karena bahan kimia yang digunakan terbilang ramah lingkungan. Meterial penjinak api menggunakan senyawa FPC. Bahan dasar membuat FPC adalah garam potassium (potassium salts).
Sebelum digunakan untuk meredakan api, FPC telah diteliti terlebih dahulu. Hasilnya, penggunaan senyawa kimia ini tidak menyebabkan bahaya. Sehingga aman untuk digunakan dalam berbagai lingkungan. Pemakaian dalam jangka waktu lama tidak merusak lapisan ozon.
Bekerja Secara Efektif Memadamkan Api
Penggunaan mikropartikel pada gas padat akan meredakan api dengan cepat. Unsur dalam bahan ini menggunakan cara memutus atau mengganggu reaksi kimia pada segitiga api. Kinerja alat pemadam ini sangat optimal untuk menghentikan penyebaran api. Respon sensor terhadap kenaikan suhu dan asap sangat cepat. Sehingga dapat memberi peringatan langsung.
Semprotan gas dapat mengenai sasaran atau titik nyala api. Keluaran gas aerosol berupa zat padat yang dapat menyebar ke seluruh ruangan. Bahkan mikropartikelnya dapat melewati celah kecil. Oleh karena itu, pendinginan temperatur semakin optimal. Sistem fire fighting dapat diaplikasikan sebagai pembanjiran total maupun lokal. Sektor industri dapat menerapkannya untuk semua kelas kebakaran.
Tahan Lama
Meski bekerja menggunakan generator, sistem ini berumur panjang. Pada umumnya, sistem lain mampu beroperasi maksimal selama 5 tahun. Sedangkan penanganan kebakaran aerosol mampu bekerja selama 10 tahun.
Instalasi yang Mudah
Alat ini memerlukan generator sebagai penggerak. Cara kerjanya menggunakan sistem aktivasi secara elektrik, mekanik maupun termal. Proses pemasangan tidak membutuhkan banyak komponen. Tidak perlu memasang pipa menuju generator. Bahkan tidak menggunakan gas dorong bertekanan.
Tidak Meninggalkan Residu
Setelah proses penyemprotan, penggunaan gas sistem baru ini hampir tidak meninggalkan residu. Apabila ada, itupun hanya sedikit partikel yang tersisa dalam ruangan. Sisa semprotan masih bisa dibersihkan dengan cepat dan bersih. Tidak seperti memadamkan kebakaran dengan bahan lain. Dry chemical misalnya, meninggalkan residu berupa tepung kering.
Perangkat yang Ringkas
Rangkaian condensed aerosol fire suppression ukurannya bervariasi. Anda dapat menempatkan alat fire fighter ini di ruangan sempit maupun besar. Hanya perlu menyesuaikan kondisi ruangan dan besarnya potensi bahaya.
Perawatan yang Mudah
Pemasangan sistem aerosol ini tidak memerlukan perawatan khusus. Peralatan ini bisa digunakan seperti perangkat rumah tangga. Sehingga cukup mengelap pada bagian kotor. Meski begitu, perawatan dan pengecekan perlu dilakukan secara rutin. Untuk memastikan perangkat fire fighter ini dapat bekerja dengan baik.
Hemat Biaya
Jika menginginkan perangkat pemadam yang minim biaya, sistem condensed aerosol solusinya. Karena perangkat ini tidak memerlukan perlakuan khusus dalam pemeliharaan. Pemasangan perangkat bebas dari komponen yang memakan biaya besar.
Usia perangkat yang panjang tidak membutuhkan perawatan bulanan. Cukup melakukan perbaikan atau pemeriksaan saat terdapat kerusakan. Sehingga biaya yang dikeluarkan menjadi lebih ringan.
Area kerja memerlukan perlindungan dini dari kebakaran. Peringatan awal dan penanganan yang tepat, mencegah terjadinya kerugian materi dan non materi. Pemilihan sistem fire fighting ini tentu perlu menyesuaikan area kerja. Untuk pemasangan condensed aerosol fire suppression yang tepat, anda bisa berkonsultasi dengan TotalFire Indonesia. Kami akan memberikan solusi sesuai dengan kebutuhan.
