Nozzle adalah Bagian dari Alat Pemadam Api

Fungsi nozzle adalah untuk mengalirkan air, busa, atau cairan tahan api lainnya yang cukup ke area di mana kebakaran terjadi dalam upaya untuk memadamkan api. Alat ini sangat dibutuhkan dalam sistem pemadam kebakaran. Ada beberapa jenis nozzle yang bisa dipilih dengan karakteristik masing-masing. Pemilihan jenis nozzle juga perlu pertimbangan sehingga bisa sesuai dan tepat.

Mengenal Penggunaan dan Jenis Nozzle

Nozzle adalah salah satu bagian alat pemadam kebakaran yang paling penting bagi petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Nozzle terhubung ke selang alat pemadam untuk menyediakan aliran air guna memadamkan api.

Ada tiga fungsi utama nozzle selang kebakaran. Berikut ini ketiga fungsinya:

  • Berikan jangkauan yang stabil melalui outlet yang dirancang khusus yang mengatur aliran air.
  • Memproyeksikan air ke titik api dalam jangkauan.
  • Menawarkan mode aliran untuk target jarak jauh dan mode kabut untuk keselamatan petugas pemadam kebakaran.

Jenis nozzle handline yang harus dipilih tergantung pada jenis strategi pemadaman api dan tujuan yang ingin dicapai. Ada empat nozzle handline yang paling umum terlihat di pasaran, yaitu:

Constant Gallonage Fire Nozzles

Aliran air tetap (misalnya 150GPM@100 psi), yang berarti aliran air nozzle handline adalah 150 GMP saat tekanan disetel pada 100 psi. Perangkat pra-setel ini dapat menghemat waktu yang berharga bagi petugas pemadam kebakaran karena mereka dapat memadamkan api tanpa meluangkan waktu untuk mengatur aliran air yang dapat membahayakan nyawa.

Selectable Gallonage Fire Nozzles

Aliran air dapat dipilih oleh petugas pemadam kebakaran berdasarkan situasi kebakaran. Ini dapat dengan mudah dilakukan tanpa mematikan nozzle.

Nozzle Api Tekanan Otomatis

Perangkat yang baru dirancang ini dapat mempertahankan berbagai aliran air pada tekanan tertentu untuk memastikan jangkauan, tetapi dengan mengorbankan kinerja aliran air karena tekanan dipertahankan dengan mengatur aliran air di nozzle.

Nozzle Api Multiguna

Ini adalah nozzle hybrid yang dapat mengaktifkan mode kabut saat dalam mode aliran sehingga petugas pemadam kebakaran yang terlalu dekat dengan api tidak akan terluka. Tekanannya yang lebih rendah juga dapat memberikan aliran air yang lebih besar yang diperlukan untuk pemadaman kebakaran gedung bertingkat dan area luar ruangan serta sistem CAF dan area pendinginan api, dan lain-lain.

Cara Memilih Nozzle yang Tepat

Nozzle adalah alat yang cukup penting dalam sistem pemadam kebakaran bangunan. Setelah mengetahui berbagai jenis nozzle, selanjutnya memilih jenis yang paling tepat agar sesuai dengan yang dibutuhkan. Enam tips tentang cara memilih nozzle yang tepat, antara lain:

Jumlah Aliran Air yang Dibutuhkan

Nozzle saja tidak dapat menyemburkan air secara langsung tanpa dihubungkan ke pompa dan pipa pemadam kebakaran (jumlahnya mempengaruhi aliran air). Berapa banyak air yang tersisa di reservoir juga menentukan berapa banyak air yang dapat digunakan.

Biasanya aliran air maksimum dan minimum harus dihitung dengan menggunakan mesin pompa dan jumlah pipa. Apakah ini akan dihubungkan ke selang kebakaran yang sama, atau perangkat lain juga harus dipertimbangkan.

Tenaga Kerja yang Dimiliki Saat Ini

Nozzle adalah alat yang menghasilkan gaya reaksi saat melepaskan air, oleh karena itu, satu selang kebakaran membutuhkan setidaknya dua operator untuk bekerja sama. Satu mengangkat selang kebakaran dan yang lainnya mengoperasikan nozzle.

Gaya reaksi yang disebabkan oleh nozzle ditentukan oleh jumlah aliran air yaitu semakin banyak aliran air, semakin besar gaya reaksi. Oleh karena itu, kelayakan tenaga kerja harus dipertimbangkan.

Pola yang Penting

Sebelum memilih nozzle, sebaiknya memikirkan apakah beberapa pola diperlukan, seperti mode kabut dan mode aliran, atau hanya satu pola. Beberapa nozzle kabut memiliki jangkauan yang sama dengan lubang halus di bawah 100 psi dan seperti nozzle serba guna di bawah 50 psi.

Pola kabut bertujuan untuk melindungi petugas pemadam kebakaran yang sedang bertugas agar tidak terluka oleh suhu yang sangat tinggi. Gigi yang berputar mengubah aliran menjadi geli sehingga menyerap panas dan efek hamburan termal.

Nozzle Dikendalikan oleh Operator Nozzle atau Operator Pompa?

Evaluasi apakah aliran air akan dimodulasi selama pemadaman kebakaran; jika demikian, tentukan apakah operator pompa atau operator nozzle yang melakukan pekerjaan tersebut.

Untuk operator nozzle, nozzle busa yang dapat disesuaikan akan menjadi pilihan terbaik karena operator dapat mengatur aliran air sendiri. Jika operator pompa bertugas mengatur aliran air, operator nozzle, sebaliknya, lebih disukai menggunakan nozzle bentuk aliran tunggal, seperti nozzle tekanan otomatis atau nozzle serba guna.

Pertimbangan Daya Tahan

Nozzle biasanya tahan goncangan sampai tingkat tertentu. Untuk nozzle yang membutuhkan ketahanan goncangan yang lebih tinggi karena lingkungan penyimpanan (daya tahan) dengan tidak banyak waktu untuk perawatan, nozzle dengan desain yang relatif sederhana akan menjadi pilihan terbaik karena memiliki lebih sedikit suku cadang dan komponen yang menyebabkan lebih sedikit malfungsi.

Kursus Pelatihan yang dapat Diberikan

Seseorang hanya membutuhkan sesi pelatihan jangka pendek untuk menjadi operator nozzle lubang padat yang memenuhi syarat karena kesederhanaan mekaniknya.

Pelatihan untuk operator nozzle busa aliran tunggal/tetap lebih lama. Operator pompa dan nozzle menghabiskan lebih banyak waktu untuk pelatihan jenis busa yang dapat disesuaikan untuk mendapatkan kualifikasi. Karena selang dengan panjang dan jumlah aliran air yang berbeda membutuhkan tekanan mesin yang berbeda.

Pemilihan jenis nozzle yang tepat bisa dikonsultasikan lebih dulu kepada jasa fire protection. Nozzle adalah alat yang cukup penting sehingga perlu pertimbangan ketika memutuskan jenisnya. Totalfire Indonesia sebagai kontraktor jasa sistem proteksi kebakaran menyediakan peralatan pemadam kebakaran profesional yang dibutuhkan. Kami memiliki tenaga ahli untuk proses desain, instalasi, sampai pemeliharaan sistem fire safety.