Sistem kebakaran aktif pasif merupakan sistem kebakaran yang terdiri dari dua metode, yaitu aktif dan pasif. Dimana kedua sistem tersebut saling mendukung dan memiliki fungsi dan kelebihannya masing-masing. Baik sistem kebakaran aktif maupun pasif memiliki material atau alat yang bisa diandalkan.
Proteksi kebakaran aktif dan pasif pada sebuah bangunan dan lingkungan ini merupakan proteksi yang menggunakan sistem yang terdiri dari peralatan, kelengkapan dan sarana yang terpasang ataupun yang terbangun dan digunakan untuk proteksi secara aktif maupun pasif pada bangunan atau lingkungan tersebut terhadap kebakaran atau api.
Dalam proteksi kebakaran sebuah bangunan atau lingkungan memanfaatkan sistem kebakaran aktif pasif, yang keduanya memiliki metode alat pemadamnya masing-masing. Satu tujuannya yang sama adalah sebagai proteksi dari kebakaran tersebut. Adapun beberapa alat pemadam dari masing-masing sistem pastinya berbeda.
Seperti misalnya pada sistem kebakaran aktif memiliki beberapa alat pemadam yang diandalkan diantaranya adalah detektor, alarm, sprinkler, alat pemadam api ringan dan sistem pengendalian asap. Sedangkan, pada sistem kebakaran pasif terdapat beberapa alat pemadam lebih variatif seperti pintu jendela tahan api, pelapis interior, penghalang api, partisi penghalang asap dan banyak lagi jenis lainnya.
Namun, pada prinsipnya untuk alat pemadam pada sistem kebakaran pasif sifatnya adalah mencegah sehingga tidak perlu diaktifkan secara langsung seperti pada alat pemadam aktif, atau lebih kepada bahan pencegahan yang sudah siap jika terjadinya indikasi kebakaran seperti bahan-bahan pelapis tahan api ataupun barang-barang yang bisa mengendalikan asap. Oleh karena itu, alat-alatnya lebih variatif karena memang sudah dipasangkan pada setiap barang yang memungkinkan terkena api.
Contents
Hal Penting Dalam Sistem Kebakaran Aktif Pasif
Dalam menjalankan sistem proteksi kebakaran ini, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan sistem proteksi kebakaran. Hal tersebut berdasarkan peraturan Menteri Pekerjaan Umum no 28 tahun 2008, antara lain:
-
Sumber Bahaya Kebakaran
Sebelum memilih sistem proteksi kebakaran, perlu diketahui dulu letak sumber bahaya kebakaran yang bisa terjadi, dari alat atau material yang ada.
-
Tingkat Toxic Asap
Selain itu, tingkat toxic atau racun yang dihasilkan oleh asap juga perlu diketahui. Berasal dari material dan asap yang diproduksi.
-
Luas Ruangan
Hal ini pun tidak kalah penting, yaitu luas ruangan yang terdapat pada bangunan tersebut. Sehingga, bisa diketahui seberapa luas ruangan yang harus ditangani jika terjadi kebakaran.
-
Frekuensi dari Operasi Berbahaya
Satu lagi hal yang penting dari pemilihan sistem proteksi ini yaitu frekuensi dari operasi berbahaya yang dilakukan terhadap bangunan tersebut.
-
Jarak Dari Instalasi Lain
Faktor jarak dari instalasi lain yang berbahaya pun juga perlu diperhitungkan, agar kita bisa lebih menghitung jarak terhadap bahaya kebakaran tersebut.
-
Akses Yang Tersedia
Pada saat terjadi kebakaran, kita harus mengetahui akses mana yang aman atau tidak untuk dilalui. Serta akses mana yang aman tersedia untuk melakukan pemadaman.
-
Kemampuan Dari Tim
Tidak hanya kondisi bangunan, namun kesiapan dari SDM atau tim juga perlu diperhatikan, yaitu kemampuan tim dalam melakukan pemadaman kebakaran.
-
Waktu Respon Dari Petugas
Tidak hanya dari pelaku atau tim yang bertugas, namun waktu yang digunakan untuk mendapat respon dari petugas pemadam kebakaran terdekat pun jadi poin penting yang tidak boleh dilupakan.
-
Sumber Daya Manusia Yang Tersedia
Hal terakhir yang menjadi syarat penting adalah sumber daya manusianya yang tersedia, yaitu jumlah anggota dari tim pemadam kebakaran tersebut.
Dari beberapa hal penting di atas, semuanya harus saling menunjang. Selain itu, juga tidak boleh ada yang tidak dilakukan atau dipenuhi agar pemilihan sistem proteksi kebakaran ini berjalan dengan baik.
Perusahaan Kontraktor Proteksi Sistem Kebakaran Aktif Pasif
Sebuah perusahaan kontraktor fire protection pastinya juga sudah siap dengan dua jenis sistem yang berlaku pada proteksi kebakaran ini, yaitu sistem kebakaran aktif pasif. Oleh karena itu, jenis perusahaan seperti ini sudah memahami dengan benar apa makna dari kedua sistem tersebut terhadap tindakan proteksi kebakaran tersebut.
Banyak sekarang ini perusahaan-perusahaan dalam bidang proteksi kebakaran ini bermunculan. Semuanya pun berlomba memberi kelengkapan dalam sistem proteksinya tadi, serta memberikan berbagai solusi terhadap berbagai kemungkinan terjadinya kebakaran. Salah satu perusahaan yang juga sudah terdeteksi sebagai perusahaan kontraktor fire protection yang andal adalah PT. TotalFire Indonesia, dengan jam terbang dari tahun 2005.
Perusahaan ini sudah sangat paham apapun yang berkaitan dengan proteksi kebakaran serta semua sistem yang dijalankan. Oleh karena itu, tidak ada keraguan untuk institusi atau perusahaan yang membutuhkan jasa kontraktor fire protection pada bangunannya dipercayakan pada perusahaan yang satu ini. Dijamin memuaskan dan sangat andal.
