Pengenalan Instalasi Heat Detector dan Kenali Juga Bagaimana Cara Kerjanya

Instalasi Heat Detector detektor api asap dan Cara Kerjanya

Pada serangkaian instalasi fire alarm, terdapat 3 jenis detektor yang akan memberikan sinyal sebagai tanda bahaya. Salah satu dari ketiga jenis detektor yang juga memiliki peranan penting adalah heat detector atau detektor panas. Instalasi heat detector ini diakui dapat membantu mendeteksi tanda-tanda kebakaran.

Anda mungkin akan bingung untuk memilih jenis detector yang tepat. Karena antara jenis heat detector dengan jenis lainnya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak sedikit juga orang yang memilih heat detector ini. Semua tentu bergantung dengan fungsi dan kebutuhan bangunan yang anda kelola.

Untuk itu, sebelum anda memutuskan pilihan yang tepat, kami akan menyajikan informasi terkait instalasi heat detector lengkap dengan cara kerjanya. Jadi, mari kita simak ulasan di bawah ini.

Apa itu Instalasi Heat Detector?

Instalasi heat detector merupakan alat pendeteksi panas yang bekerja dengan memindai perubahan suhu pada suatu ruangan. Perubahan suhu inilah yang nantinya mungkin akan menjadi indikasi terjadinya kebakaran. Perangkat ini juga akan terhubung langsung dengan fire alarm dan alat pemadam kebakaran.

Jika pada suatu ruangan suhunya berubah secara ekstrem menjadi lebih panas, maka heat detector akan memberikan sinyal pada master control untuk memberikan tanda bahaya. Kemudian, sinyal akan diteruskan baik secara otomatis dengan aktifnya sprinkler di ruangan tersebut atau dengan mendatangkan alat pemadam kebakaran seperti hydrant.

Cara Kerja Heat Detector

Secara singkat, instalasi heat detector ini bekerja dengan bantuan termometer yang ada didalamnya. Jadi, alat ini mampu mendeteksi suhu selama 24 jam penuh. Indikasi kebakaran akan terbaca ketika suhu berada 2x lipat dari suhu normal yang biasa ada di ruangan tersebut. Untuk mengantisipasi alarm palsu, biasanya akan diatur batas suhu maksimal ruangan.

Namun, secara detail, cara kerja detektor panas ini terbagi menjadi 2 sistem, yakni ROR and Fixed. Berikut ini penjelasannya.

  1. Cara Kerja Sistem ROR

Rate of rise atau disingkat dengan ROR adalah salah satu sistem kerja alat pemindai panas yang akan langsung mengirimkan sinyal bahaya ketika terjadi lonjakan suhu. Heat detector dengan sistem ROR ini lebih sensitif terhadap suhu yang dihasilkan oleh api.

Pada kasus ini, jika suhu ruangan naik sekitar 12 – 15⁰C selama 1 menit, maka bel penanda kebakaran akan langsung berbunyi. Adapun suhu api normal yang akan terdeteksi oleh alat ini berkisar antara 58⁰C atau 136.4⁰F.

Jadi, heat detector dengan sistem kerja ROR ini biasanya akan digunakan pada ruangan yang memiliki suhu normal dan stabil. Seperti kamar tidur, dapur bersih, ruang kerja, dan juga lainnya.

  1. Cara Kerja Sistem Fixed

Adapun heat detector dengan sistem fixed ini memiliki cara kerja yang berkebalikan dengan sistem ROR. Alat ini baru akan mendeteksi kebakaran setelah terjadi perubahan suhu ruangan dan membandingkannya dengan batas maksimal suhu yang sudah tercatat oleh sistem.

Pada kasus ini, jika suhu ruangan mengalami kenaikan hingga 40⁰C (sudah terdeteksi sebagai indikasi kebakaran), namun batas suhu maksimal yang tercatat adalah 50⁰C maka bel penanda kebakaran tidak akan langsung berbunyi.

Jadi, heat detector dengan sistem fixed ini biasanya akan digunakan di ruangan yang suhu normalnya diatas rata-rata. Seperti pada ruangan bawah tanah, basement, ruangan beruap, ruangan yang kedap udara, dan lainnya.

Kelebihan Dari Instalasi Heat Detector Dibanding Detektor Lainnya

Yang perlu anda ingat, instalasi heat detector ini bukanlah alat pelindung diri dari kebakaran, melainkan hanya sebagai sensor yang dapat meneruskan sinyal indikasi kebakaran. Jadi, dengan adanya detektor ini, anda bisa segera tahu dimana titik api berada.

Nah, yang menjadi kelebihan dari detektor panas ini adalah adanya fitur yang sudah terproteksi untuk mendeteksi tiap-tiap ruangan. Jangkauan sensor alat ini juga sangat sensitif dan dapat mendeteksi ke mana arah api akan menjalar. Dengan demikian, tindakan pencegahan kebakaran dapat langsung diatasi.

Pengaplikasian dari alat ini juga tidak rumit karena sangat fleksibel dan sudah terintegrasi dengan instalasi fire alarm pada master control. Detektor panas ini juga dapat menyesuaikan dengan pilihan penggunaan fire alarm yang addressable atapun konvensional, karena konsumsi listriknya hanya berkisar 17 watt saja. Selain itu, penempatannya juga bisa disesuaikan dengan kondisi suhu ruangan pada bangunan anda.

Nah, jika anda masih bimbang dalam menentukan jenis detektor yang akan digunakan, anda dapat berkonsultasi dengan tim kami dari PT Totalfire Indonesia. Perusahaan kami juga menerima jasa perencanaan desain fire installation, serta penyediaan perangkat pemadam kebakaran yang berkualitas dan bergaransi. Jadi, tunggu apa lagi? Anda hanya perlu menghubungi kami melalui kontak yang tertera pada website, yakni https://totalfire.co.id/.

Sekian informasi yang dapat kami sampaikan terkait instalasi heat detector. Semoga bermanfaat.