Perusahaan yang memiliki resiko kerja yang cukup tinggi wajib menerapkan sistem manajemen K3. Jadinya setiap karyawan dapat bekerja secara aman dan nyaman. Salah satu kecelakaan kerja yang sangat mungkin terjadi adalah kebakaran. Tim K3 memerlukan anggota yang mengerti tentang api. Sebelum bantuan dari petugas pemadam kebakaran datang. Tentu saja perlengkapan, seperti nozzle pemadam kebakaran harus siap sedia.
Contents
Pengertian Nozzle Pemadam Kebakaran
Aktifitas memadamkan api tidak bisa dilakukan secara sederhana. Apalagi jika berkaitan dengan pekerjaan beresiko tinggi. TotalFire Indonesia hadir sebagai vendor proteksi kebakaran. Kami dapat membantu rancangan fire system pada lingkungan kerja Anda. Dengan kelengkapan proteksi menggunakan nozzle pada sistem hydrant. Sehingga memudahkan tim pemadam mengalirkan air menuju titik api.
Nozzle merupakan alat penunjang untuk memadamkan api. Pada lingkungan kerja beresiko tinggi, kehadiran komponen ini sangat menguntungkan. Perannya berkaitan erat dengan fluida. Dengan alat tersebut, tim pemadam dapat mengatur arah aliran fluida. Selain itu juga dapat mengubah karakteristik aliran air yang diinginkan. Sekaligus meningkatkan kecepatan fluida jika mendapat tekanan tertentu.
Komponen wajib dalam fire-fighting ini dipasang pada ujung selang. Nozzle pemadam kebakaran mengarahkan air yang keluar dari pipa hydrant. Bisa juga mengatur keluarnya air bertekanan dari tangki mobil petugas damkar. Terdapat tiga jenis pipa semprot yang dipakai untuk memadamkan api. Kita simak ulasannya ya.
Smooth Bore Nozzle
Tipe smooth bore nozzle juga disebut dengan jet nozzle. Alat ini dianggap sebagai pipa semprot yang tertua. Terutama pada serangkaian perlengkapan pemadaman api. Aliran air yang melaluinya terbilang padat. Sehingga langsung dapat menembus kobaran api. Tidak hanya air, tipe jet mampu menghasilkan semprotan berupa busa.
Kegunaan
Penyemprot ini mampu memancarkan air secara solid dengan arah yang lurus. Sehingga memudahkan petugas damkar menjangkau area yang jaraknya jauh. Pancaran air yang keluar memiliki tekanan tinggi. Serta debit air yang cukup banyak. Kondisi ini menyebabkan pancaran air yang keluar sangat optimal. Oleh sebab itu, kebakaran lebih mudah dipadamkan.
Desain
Bentuk dari jet nozzle sebenarnya cukup sederhana. Bila diamati kembali, tidak ada tambahan bagian lain. Baik itu di dalam maupun luar penyemprot. Satu komponen itu disebut shut-off valve. Bentuknya meruncing seperti kerucut. Tapi, berlubang pada bagian ujung runcingnya. Bagian ini adalah tempat keluarnya air yang mengalir dari selang.
Penyemprot ini mampu bekerja antara 50 sampai 80 psi (pon per inchi persegi). Hanya saja, tekanan yang paling efektif mencapai 80 hingga 150 psi. Alat ini terbuat dari kuningan dan aluminium. Dengan pilihan ukuran diameter 1.5 dan 2.5 inchi.
Fog Nozzle
Sebutan lain untuk pipa semprot ini adalah spray nozzle. Disebut demikian karena bentuk pancaran air yang keluar menyerupai tirai. Sehingga aliran air yang keluar menyembur lebih besar. Sehingga area pancaran jauh lebih luas. Kondisi ini merupakan kebalikan dari jet nozzle. Semprotan ini akan memecah air melalui selang menjadi tetesan kecil.
Kegunaan
Fungsi utama penyemprot ini untuk meredakan nyala api. Tapi, kegunaannya lebih banyak daripada itu. Dengan menggunakan alat ini, petugas damkar dapat menjangkau area kebakaran yang lebih besar. Sehingga tingkat penyerapan panas lebih efektif dan luas. Keluaran air yang membentuk tirai dapat melindungi petugas dari percikan atau sengatan api. Oleh karena itu, sering digunakan oleh petugas damkar yang berada paling depan.
Desain
Tipe pipa penyemprot ini memiliki beragam variasi bentuk dan ukuran. Secara umum, bentuknya menyerupai pistol. Hanya saja pada bagian depan berbentuk lingkaran. Pada bagian bawah terdapat pegangan. Model yang banyak dipakai adalah automatic, manually adjustable, dan selectable.
Pada bagian ujung penyemprot terdapat pengatur dispersi. Sehingga petugas damkar atau tim K3 dapat mengatur lebar keluaran air. Alat ini bekerja secara efektif dengan tekanan 80 sampai 100 psi. Tersedia dalam ukuran diameter 1.5, 2, dan 2.5 inchi. Semprotan ini terbuat dari aluminium dan kuningan.
Deluge Guns
Deluge guns dikenal dengan istilah floating nozzle. Dari julukannya, sudah jelas air yang keluar berkapasitas besar. Tekanan air yang melalui penyemprot ini sangat tinggi. Bahkan memiliki kemampuan tekanan yang hebat. Meski begitu, penggunaan semprotan ini masih dapat dikontrol. Pemakaian alat ini sama seperti yang lain. Petugas damkar memasang pada bagian ujung selang.
Kegunaan
Penyemprot air ini berfungsi sebagai alat pemadaman manual. Alat ini diletakkan pada luar area kebakaran. Sehingga hanya digunakan untuk menghentikan kebakaran dari luar area. Dalam beberapa sektor industri, deluge guns terpasang sebagai sistem proteksi kebakaran tetap.
Tujuannya agar dapat melindungi terjadinya kebakaran besar. Bidang yang memasang sistem deluge, antara lain industri tambang, kilang minyak, hangar penerbangan, dan landasan helikopter.
Desain
Sama seperti semprotan lain, nozzle ini dipasang pada ujung selang. Sistem deluge guns terpasang secara permanen pada sektor industri. Ini berarti dapat menyala secara otomatis. Sedangkan petugas damkar menggunakan alat portabel. Sehingga mudah dipasang dan diarahkan pada titik kebakaran.
Petugas damkar meletakkan alat semprot ini di atas mobil pemadam. Kapasitas air yang keluar mencapai 1.300 hingga 7.500 liter tiap menit. Tergantung pada ukuran yang digunakan. Penyemprot ini memiliki bobot yang cukup berat. Sehingga penggunaannya cukup menembakkan air dari jarak jauh atau luar area kebakaran.
Setiap nozzle pemadam kebakaran memiliki karakter masing-masing. Petugas damkar maupun tim K3 perlu mengetahui besarnya nyala api. Sehingga dapat menggunakan penyemprot air yang tepat. Untuk masalah ini, TotalFire Indonesia membuka konsultasi mengenai fire system. Kami hadir sebagai vendor yang terpercaya dan bekerja secara profesional.
