Bagaimana Cara Penerapan Proteksi Kebakaran Nasional? Ini Jawabannya

Proteksi kebakaran nasional program instalasi di pabrik gudang

Api memang digunakan untuk aktifitas manusia dalam kesehariannya. Namun kadangkala api menjadi momok yang bisa menghanguskan apa saja yang ada didekatnya. Untuk itu, diperlukan sistem proteksi kebakaran nasional untuk melindungi bangunan dari  bahaya si jago merah. Agar tetap terjaga kualitasnya kini telah dibentuk Komite Teknis 13-04. Tentunya hal ini dilakukan agar sistem proteksi kebakaran skala nasional memenuhi SNI di bidang pemadam kebakaran.

Proteksi kebakaran skala nasional yang terbentuk dalam komite Teknis di atas meliputi perwakilan dari pelaku usaha, konsumen, pakar ahli, serta pemerintah yang berperan sebagai regulator. Kira-kira standar nasional yang ditetakan untuk sistem proteksi kebakaran ada 18. Kesepakatan ini juga telah disahkan oleh BSN.

Kebakaran memang menjadi sangat meresahkan. Tidak jarang karena nyala api yang tidak diinginkan semua barang hangus tidak bersisa. Akibatnya pemilik properti menderita banyak kerugian, sehingga bisnisnya pun macet sebab tidak dapat beroperasi seperti semula.

Pada dasarnya, setiap bangunan haruslah memiliki sistem proteksi kebakaran. Fungsinya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Proteksi kebakaran terbagi atas dua sistem, yaitu proteksi kebakaran aktif dan proteksi kebakaran pasif.

Setiap bangunan baik itu rumah, gadung, perkantoran sampai rumah sakitpun haruslah memiliki sistem proteksi kebakaran nasional pasif. Proteksi yang satu ini berbasis pada desain bangunan atau properti yang ada di dalamnya. Mulai dari arsitektur sampai struktur yang ada setidaknya melindungi penghuninya agar tidak terlalu banyak mengalami kerusakan fisik.

Proteksi kebakaran pasif di titik beratkan pada fungsi resiko, bahan bangunan dan atau jumlah penghuni gedung. Beberapa penerapan sistem proteksi kebakaran haruslah:

  • Public area haruslah tetap stabil secara structural meski terjadi kebakaran.
  • Memiliki penghambat kebakaran yang secara pasif membatasi kobaran api agar tidak terlalu cepat menjalar kemana-mana. Hal ini dimaksudkan agar dapat melindungi penghuni di bagian ruangan lainnya, menghambat laju kobaran api agar tidak menjalar ke area lainnya, jalan masuk untuk jalur pemadaman tetap tersedia.
  • Proteksi bukaan, lubang utilitas yang ada di dalam ruangan haruslah memiliki fire stop. Gunanya adalah untuk menghentikan merambatnya api agar bisa menjadi pemisah dan kompartemenisasi bangunan.

Sistem Prorteksi Kebakaran Nasional Aktif

Berkebalikan dengan proteksi pasif yang lebih mengandalkan ke struktur bangunan. Maka proteksi kebakaran untuk nasional aktif ini sifatnya menjadi pemadam dan penanda bahaya. Boleh jadi dipasang secara permanen maupun tidak permanen. Selain itu, proteksi kebakaran untuk nasional aktif juga ada berbagai jenis mulai dari yang berbasis air, gas, bahan kimia, atau sesuatu yang berguna untuk mendeteksi dan sekaligus memadamkan kebakaran.

Beberapa saranan proteksi aktif tersebut, antara lain:

  • Pipa tegak, sistem pipa tegak juga slang kebakaran sangat ditentukan oleh ketinggian gedung, sarana jalan keluar, luas setiap lantai dan klasifikasi hunian. Selain itu, proteksi kebakaran nassional aktif ini juga mempertimbangkan jarak sambungan selang serta tekanan selang dari sumber pasokan air.
  • Hydrant, selain proteksi kebakaran di dalam gedung anda juga membutuhkan pemadam kebakaran di luar gedung, yaitu hydrant Dengan mempercayakan pemasangan Hydrant Halaman kepada TotalFire Indonesia, anda telah memiliki proteksi kebakaran sesuai standar nasional.
  • Fire sprinkler, Sistem proteksi kebakaran nasional sprinkler memiliki beberapa model. Diantaranya, wet pipe, dry pipe, deluge pipe, combiner dry pipe, dan pre action. Fire sprinkler ini akan otomatis memadamkan api jika menerima sinyal kebakaran. Jika mengacu pada proteksi kebakaran yang sifatnya nasional, sistem sprinkler haruslah dapat memadamkan api sekurang-kurangnya 30 menit sejak sprinkler pecah.
  • APAR, alat pemadam api ringan digunakan untuk memadamkan api pada tahap awal. Kontraktor fire protection TotalFire Indonesia membuat APAR dari jeis portable dan beroda.
  • Pemadaman khusus, alat pemadam khusus ini sifatnya tidak bisa dipindah gunakan, artinya bukan seri portable. Sistem khusus dapat beroperasi secara otomatis di dalam ruangan tertentu. sistem ini memiliki dua model pemadaman yaitu gas dan atau busa.
  • Peringatan bahaya, peringatan yang dimaksud bisa berupa alarm kebakaran yanag akan memberi himbauan dini dilakukannya evakuasi. Selain itu, peringatan bahaya ini juga bisa berupa himbauan khusus dalam keadaan darurat. Tujuannya agar penghuni bangunan mendapatkan informasi yang tepat dan jelas.
  • Tanda arah, untuk yang memiliki gedung besar bertingkat disarankan untuk memberikan tanda arah. Tentunya tanda ini harus diletakkan yang sekiranya pengunjung dapat dengan jelas melihatnya. Tanda arah bisa digunakan untuk menunjukkan area tertentu seperti menuju lobi, koridor, ruangan besar, dan lain sebagainya.

Proteksi kebakaran nasional mengacu kepada peraturan kerja yang telah disahkan oleh BSN. Berbagai peralatan yang digunakan haruslah memiliki standar SNI. Perusahaan TotalFire Indonesia telah memiliki legalitas di bidang kontraktor fire protection. Memiliki berbagai jenis proteksi baik aktif maupun pasif. Berkonsultasilah dengan tenaga kerja ahli kami.

Jika ingin proteksi aman dari bahaya kebakaran? TotalFire Indonesia merupakan solusinya.