Jenis Pompa Pada Sistem Penggerak Kebakaran Elektrik Manual

Sistem Penggerak Kebakaran Elektrik Manual

Seiring dengan perkembangan zaman sekarang ini sistem penggerak kebakaran elektrik manual yang berupa pompa beragam merek dan desain. Sebagai bagian dari kemajuan pengembangan sistem pemadam kebakaran. Dan semua bisa digerakkan secara otomatis.

Rumitnya pemasangan dan peralatan yang ada dalam sistem pemadam kebakaran di dalam gedung sebanding dengan kecanggihannya. Dan ada standar yang diterapkan tidak hanya nasional tapi internasional. The National Fire Protection Association atau NFPA yang berdiri sejak 1896 di Amerika Serikat. Dan NFPA 20 ini digunakan sebagai standar untuk instalasi pompa stationer untuk perlindungan kebakaran secara internasional standar. Maka dari itu perlu pengecekan perusahaan perlindungan kebakaran apakah menggunakan peralatan sesuai dengan standar internasional NFPA atau standar nasional yang lebih dikenal dengan SNI.

Jenis-Jenis Pompa sebagai bagian dari Sistem Penggerak Kebakaran Elektronik Manual

Jenis penggerak kebakaran elektrik manual ini biasanya dalam bentuk pompa. Sedangkan pompa sendiri komponen yang bertanggung jawab untuk menyuplai tekanan air yang memadai ke alat penyiram api dan pipa selang untuk mengendalikan atau menahan api bahkan memadamkannya. Ada beberapa jenis pompa kebakaran., yakni:

  1. Case Split Horizontal

Pompa kebakaran ini yang paling umum digunakan dalam segala jenis bangunan. Selain karena mudah sistem operasinya juga mudah dalam perawatannya. Case Split Horizontal ini membutuhkan sumber air eksternal tapi kelebihan lainnya sistem penggerak kebakaran elektrik manual ini tahan lama dan andal.

  1. Case Split Vertikal

Pompa kebakaran case split vertical mirip dengan pompa case split horizontal, tetapi mereka mengambil lebih sedikit ruang karena bentuknya yang vertikal. Cocok untuk bangunan atau gedung kecil. Dan salah satu kelebihannya cocok untuk kawasan padat penduduk. Pompa vertikal ini mengurangi risiko banjir motor pada mesinnya.

  1. In-Line Vertikal

Pompa kebakaran In-Line vertikal ini lebih kecil dari dua jenis pompa sebelumnya. Pompa jenis ini cocok untuk digunakan di bangunan sempit atau gedung kecil. Masalah utama dengan pompa ini adalah anda harus membongkar dan menghapus seluruh sistem ketika tiba saatnya untuk pemeliharaan.

  1. Turbin Vertikal

Pada pompa kebakaran ini menggunakan air sumur dengan tangki terdekat. Pompa turbin vertikal berbeda dengan pompa jenis lainnya. Perbedaannya sistem operasinya tanpa priming. Jadi pompa ini  bekerja dengan memindahkan air melalui pipa kolom.

Cara Kerja Pompa Kebakaran

Sebagai sistem penggerak kebakaran elektrik manual, pompa mempunyai sistem kerja yang berbeda tiap jenisnya. Pompa kebakaran di rancang untuk memulai secara otomatis ketika tekanan air turun di bawah ambang batas dalam sistem kebakaran. Penurunan tekanan terjadi ketika satu atau lebih kepala sprinkler atau pipa selang terbuka dan mengeluarkan air.

Jika alat penyiram tidak dipicu oleh asap dan mereka tidak langsung meledak. Jika itu yang terjadi, sistem sprinkler akan menyebabkan lebih banyak ruginya daripada kebaikan dan bisa merendam semua aset anda. Satu-satunya kepala sprinkler yang aktif adalah yang langsung terkena panas yang disebabkan oleh api. Setiap kepala sprinkler memiliki bohlam kaca kecil yang menampung cairan sensitif panas di dalamnya. Ketika suhu sekitar cairan mencapai tingkat tertentu, biasanya 57-77 derajat. Itu dapat menyebabkan meluasnya cairan dan memecahkan bohlam yang pada saat itu mengeluarkan air dari kepala sprinkler.

Pompa kebakaran jika ingin digunakan maksimal maka harus menggunakan air bertekanan yang tepat dan juga harus dengan pompa sprinkler yang memenuhi syarat:

  • Gunakan satu sistem dan jangan menggunakan untuk sistem lainnya.
  • Bisa stand by untuk digunakan setiap saat.
  • Sistem pompa ini harus didukung sprinkler yang kerjanya otomatis dan manual bersamaan.
  • Pada sumber penggerak motor tenaganya harus berdiri sendiri.
  • Kapasitas minimum pompa yang bisa disesuaikan dengan jenis kebakaran seperti ringan, sedang kel. I, II, dan III serta berat. Masing-masing mempunyai batas pompa minimum per jamnya. Jadi wajib diperhatikan.

Gunakan Sistem Penggerak Kebakaran Elektrik Manual Sesuai Standar

Penting bagi anda untuk memastikan sistem pompa pencegah kebakaran yang digunakan sudah sesuai dengan peraturan pemerintah. Dan juga memenuhi standar keamanan. Ingat alat pencegah kebakaran untuk menyelamatkan bukan malah jadi penyebab kebakaran. Semua instalasi pompa kebakaran sesuai dengan syarat peraturan dan kode kebakaran yang berlaku. Pompa kebakaran harus diuji dan didaftarkan oleh laboratorium yang di akui. Selain itu juga terdaftar oleh lembaga terakreditasi seperti SNI. Jika produk luar negeri harus sesuai standar seperti Factory Mutual. Selain itu, pada sistem pemasangan anda harus mematuhi edisi terbaru standar NFPA 20 atau National Fire Protection Association.

Pompa kebakaran dan komponen yang ada didalamnya harus dilakukan perawatan berkala untuk menjamin berfungsinya dengan benar. Guna memastikan operasional pompa benar dan maksimal karena tidak ada yang tahu kapan terjadinya bencana kebakaran bisa menggunakan tenaga ahli. Pengecekan biasanya dilakukan seperti memeriksa pasokan air, kondisi pompa hisap, katup, sistem kelistrikan, hingga pipa pembuangan.

Jika anda mempunyai pertanyaan seputar pencegahan kebakaran seperti sistem penggerak kebakaran elektrik manual. Anda silakan hubungi PT. Totalfire Indonesia untuk informasi lebih lanjut.