Siapa yang tidak mengenal SPBU yang memiliki kepanjangan Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum. Setiap orang bermobilitas, berpindah tempat untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Meski alat transportasi bermacam-macam jenisnya, kendaraan yang memiliki sumber daya dari pembakaran minyak tetaplah pilihan nomor 1. Kendaraan lain yang bersumber daya manual seperti sepeda, becak, delman dan lainnya juga dapat digunakan. Tempat tersebut wajib memiliki proteksi kebakaran SPBU, agar terjadi sisi keamanan.
Namun, terkait dengan waktu yang terbatas, armada tersebut tidak dapat mengakomodasi perjalanan cepat. Selain itu, untuk jarak yang jauh juga tidak memiliki cukup daya. Kendaraan listrik sekarang sedang marak digunakan. Terdapat kelemahan pada kendaraan listrik yaitu durasi charging yang dirasa lama dan menghabiskan banyak waktu. Sembari menunggu inovasi pada pengisian daya kendaraan listrik, masyarakat lebih senang menggunakan kendaraan berbahan bakar minyak.
Contents
Potensi Kebakaran Di SPBU
Sistem proteksi kebakaran SPBU harus sangat baik dan aman. Itu karena, stasiun pengisian ini adalah tempat yang bersifat flammable. Sedikit saja terkena pemicu api, kebakaran yang besar dapat langsung terjadi. Api yang timbul di area ini pun bukanlah api biasa. Biasanya diawali dengan ledakan atau bisa juga semburan. Aliran BBM saat pengisian mempunyai arus yang kencang sehingga jika terkena api, apinya menyembur besar. Beberapa hal yang dapat memicu api di SPBU adalah sebagai berikut.
Korek Api
Korek api adalah pembakar terdahsyat karena dari alat ini lah kebanyakan api timbul. Selama di SPBU, semua kegiatan yang melibatkan pemantik api tidak boleh dilakukan. Dibandingkan penyebab yang lain, api adalah yang tercepat menimbulkan kebakaran.
Rokok
Rokok ada sejak zaman dahulu di mana teknologi belum secanggih sekarang. Hal itu karena rokok yang memiliki bara api berpotensi besar dalam menimbulkan kebakaran. Selama petugas mengisi tangki, kita dapat melihat di atas cairan bahan bakar yang mengalir terdapat uap yang mengarah ke atas. Jika uap ini terkena bara dari rokok, kebakaran tidak dapat dihindarkan.
Sinyal Provider Telepon Seluler
Meskipun ada larangan penggunaan telepon seluler di SPBU, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa sinyal ponsel dapat secara langsung memicu kebakaran. Namun, tindakan pencegahan ini tetap diambil untuk mengurangi potensi risiko.
Blitz Atau Lampu Kedip Pada Kamera
Saat memotret menggunakan kamera modern maupun konvensional, cahaya penerangan yang membantu adalah blitz. Lampu ini umumnya terintegrasi pada kamera. Penggunaan lampu blitz di SPBU tetap dilarang sebagai tindakan preventif untuk menghindari risiko keamanan. Jika memiliki keperluan untuk mengambil gambar, sebaiknya mengajukan izin secara resmi. Nantinya pihak SPBU akan memberikan aturan khusus dan spesifikasi kamera yang boleh dipergunakan.
Kebakaran yang terjadi pada lokasi dengan potensi tinggi kebakaran ini dapat mendatangkan kerugian yang amat besar. Selain kerugian finansial, secara alam, kita juga kehilangan banyak SDA yang tidak dapat diperbaharui. Di samping itu, keselamatan jiwa masyarakat luas yang berada dekat area itu juga terancam.
Proteksi Kebakaran SPBU
Pencegahan kebakaran yang paling sering kita temui adalah melalui rambu larangan. Rambu ini merupakan front line yaitu sebagai sarana pemberitahuan terdepan kepada para pembeli. Pembeli adalah target utama rambu. Para karyawan SPBU telah terlatih dan harus menaati SOP saat berada pada lingkungan kerja. Sedangkan pembeli berasal dari berbagai latar belakang yang mungkin ada yang belum tahu bahayanya menggunakan benda-benda penyebab kebakaran yang telah disebutkan di atas.
Para pembeli hendaknya menaati rambu larangan agar tidak timbul hal-hal yang berbahaya. Kerja sama dari seluruh elemen yang ada di SPBU terutama pembeli, dapat mengurangi risiko timbulnya kebakaran.
Dalam sebuah aturan yang dikeluarkan oleh perusahaan tambang milik negara menyatakan bahwa sarana pengamanan kebakaran di stasiun pengisian berupa: APAR, gulungan selang hose reel, hidran (sumber air khusus untuk memadamkan kebakaran), pasir sebagai absorbent, detektor kebakaran dan alarm. Semua alat tersebut termasuk dalam proteksi kebakaran SPBU yang aktif karena memenuhi syarat yaitu mendeteksi kebakaran (detektor), memberi tahu adanya kebakaran (alarm) dan digunakan untuk pemadaman darurat (pasir, sumber air, selang, dan APAR).
Tenaga Ahli Untuk Proteksi Kebakaran SPBU
Mengingat tempat pengisian ini penuh dengan bahan bakar yang rentan terhadap api, maka kebakaran adalah mimpi buruk. Untuk penanganan secara profesional, TotalFire Indonesia dapat membantu. Pengadaan alat-alat atau sarana penanggulangan yang aktif dapat kami bantu. Bahkan, kami juga dapat membantu Anda dari nol saat tahap perencanaan. Dengan begitu proteksi pasif juga dapat kami maksimalkan. Kedua sistem perlindungan tersebut jika bersinergi dengan baik, keamanan terhadap kebakaran terjaga.
