Syarat Proteksi Kebakaran Pasif Adalah Jalur Evakuasi
Proteksi Kebakaran Pasif Hotel Rumah sakit Gudang Pabrik

Kondisi gedung yang mulai terbakar pasti membuat semua orang panik berlarian. Terutama dari sejumlah ruangan dan lantai bertingkat. Dalam suasana kisruh inilah semestinya sistem proteksi kebakaran pasif adalah jalur darurat yang akan dilewatkan. Beruntung jika para survivor menemukan pijakan atau pegangan khusus sepanjang arah menuju pintu keluar. Bahkan dapat meraih sesuatu yang berguna untuk menahan gas beracun maupun suhu panas api.

Kepentingan proteksi kebakaran pasif adalah demi memperlambat resiko bahaya saat orang-orang sedang menyelamatkan diri. Oleh karena itulah, kegunaan dari perlengkapan ataupun akses fire protection yang bersifat menetap ini justru sangat mendukung upaya pemadaman aktif. Namun terutama supaya seorang survivor dapat berlindung sementara waktu. Paling tidak selama peralatan pemadam utama sedang berusaha digunakan.

Nah, supaya pengertian ini lebih jelas kita juga bisa merujuk definisi bakunya dari PERMEN PU 26 tahun 2008, yaitu bahwa proteksi kebakaran pasif adalah pengaturan atau penggunaan bahan maupun komponen struktur bangunan, kompartemensasi, atau pemisahan bahan bangunan. Secara khusus harus dirancang menurut tingkat ketahanan terhadap api, serta perlindungan terhadap bukaan.

Dari peraturan tadi juga semakin jelas kalau pengelola gedung wajib membuat spot area khusus yang efektif untuk penyelamatan. Dimana nanti fungsi pasifnya pun langsung menyatu bersama konstruksi hotel, kantor, atau pertokoan tersebut. Persyaratan teknis ini sudah mutlak diwajibkan oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (PERMEN PU). Tentunya demi melindungi nyawa pengunjung dan para staff pekerja, mengamankan sejumlah property barang berharga, serta menjaga lingkungan sekitar dari dampak sambaran api.

Lantas bentuk fasilitas fire protection apa saja yang mana proteksi kebakaran pasif adalah standard tetapnya? Simak ulasan penting berikut ini!

Solusi Antisipatif Selamat Bahaya Api

Sejak awal saat gedung bertingkat mulai dibangun, pihak pengelola sudah sewajibnya mengantisipasi resiko bencana di waktu mendatang. Rencana membuat aksesibilitas proteksi yang pasif ini tidak bisa dikesampingkan. Apalagi sebatas dipikirkan sebagai pelengkap bangunan tanpa kegunaan maksimal.

Mengapa? Ternyata sistem ini punya manfaat menjaga bangunan dari keruntuhan dalam waktu singkat. Apabila fungsi materialnya bekerja baik, dampak bencana besar pun bisa diminimalkan. Namun tentu ditekankan lagi kalau keselamatan nyawa prioritas utama. Baik itu semua yang masih berada dalam gedung maupun juga para petugas pemadam saat menjalankan tugas mulianya.

Nah, secara umum ada beragam wujud proteksi kebakaran pasif adalah yang ditempatkan dalam perkantoran, perhotelan, pusat hiburan serta perbelanjaan, dan semacamnya:

  1. Jalur Penyelamatan Jiwa (Means Of Escape)

Hal paling krusial adalah tanda atau petunjuk eksit yang menuntun ke mana jalur keluar darurat paling aman, seperti melalui:

  • Koridor
  • Selasar
  • Terowongan
  • Tangga Evakuasi
  • Ramp dan Saf Pemadam Kebakaran

Sejumlah pintu keluar darurat harus diberi tulisan yang jelas terbaca. Khususnya fungsi penanda ke mana harus menuju rute aman sampai ke eksit jalanan umum. Sebaiknya pintu juga dibuat model berayun sehingga mudah dibuka selebar mungkin. Jika terdapat benda dekoratif maka tidak boleh mengganggu eksit jalan keluar ataupun menghalangi pandangan saat evakuasi.

  1. Punya Struktur Tahan Api Dan Kompartemensasi

Sebisa mungkin lapisan dinding, jendela, dan pintu darurat sengaja dibuat dari material pelindung yang tahan sambaran api. Meski hanya sementara dalam waktu satu atau dua jam saja. Diantaranya kaca ataupun dinding pemisah tahan api yang bisa menghalangi panas dan asap berlebihan. Sedangkan pintu darurat perlu memiliki material tahan panas minimal selama dua jam. Lebih baik lagi dilengkapi Door Closer (Menutup Otomatis) dan handle ˜PUSH BARS”.

  1. Dinding Luar Dan Penghalang Asap

Sebaran api eksternal ke bagian lain dapat dihalangi pemasangan kanopi pada dinding terluar. Begitu juga dengan adanya material pengendali asap di bagian lantai, dinding, ataupun langit-langit, yang sanggup membatasi penyebaran asap serta gas racun berbahaya. Proteksi kebakaran pasif ini berupa penampung aliran asap ke atas(smoke reservoir). Kemudian dibuang bebas melalui kipas penghisapnya.

  1. Pencahayaan Saat Proteksi Kebakaran Pasif

Pengelola gedung wajib menyiapkan cahaya penerangan darurat pada jalur-jalur keluar utama. Penempatan lampu ini minimum setiap 30 meter. Tidak hanya di koridor tetapi juga tangga darurat yang kedap asap.

Kontraktor Proteksi Kebakaran Pasif Adalah Yang Peduli

Sudah pasti dibutuhkan support dari kontraktor berpengalaman untuk perencanaan sebuah jalur evakuasi dalam gedung. Bahkan sekalian material-material pokoknya sebagai pengaman dini tahan api.

Nah kerjasama inilah yang dapat dijalin bersama perusahaan TotalFire Indonesia sebagai layanan jasa proteksi kebakaran pasif maupun aktif. Sudah menyediakan peralatan pemadam sejak 2005, TotalFire Indonesia selalu siap dengan sistem fire fighting yang berfungsi maksimal. Mulai dari jasa perencanaan design, pengadaan dan pembelian, hingga proses konstruksi sesuai keinginan klien pengelola gedung. Maka jangan ragu-ragu melakukan kontak dengan TotalFire Indonesia bilamana ingin tahu lebih jauh tentang sistem proteksi kebakaran yang benar-benar aman untuk diciptakan.