Contents
Kelebihan Jika Menggunakan Fire Fighting Foam
Alat atau instalasi pencegahan kebakaran merupakan hal wajib yang harus dimiliki setiap bangunan. Tujuannya adalah untuk mencegah kebakaran meluas atau menjadi besar. Ketika ada alat deteksi atau pemadam kebakaran, maka insiden kebakaran bisa diatasi lebih dini.
Alat pencegahan kebakaran pun saat ini sudah banyak berkembang. Media yang digunakan pun sudah banyak variannya. Semuanya bisa disesuaikan dengan jenis penyebab kebakarannya.
Orang awam banyak yang berpikir bahwa media pemadam api hanya air. Padahal ada beberapa jenis penyebab kebakaran yang tidak bisa ditangani oleh air. Salah satunya adalah kebakaran yang diakibatkan oleh benda cair. Apa saja benda cair ini? Misalnya saja minyak, cat, maupun cairan kimia lainnya.
Jenis kebakaran yang diakibatkan benda cair ini tidak bisa diatasi dengan air. Pasalnya, sifat air dan minyak tidak bisa menyatu. Justru akan membahayakan bila kebakaran tersebut diatasi dengan air.
Lalu media apa yang bisa digunakan untuk jenis kebakaran ini? Jawabannya adalah menggunakan busa, biasa disebut fire fighting foam.
Apa itu fire fighting foam? Terbuat dari apakah busa yang dimaksud? Lalu bagaimana cara kerjanya? Baca artikel ini sampai tuntas, karena akan dibahas pertanyaan tersebut.
Apa Itu Fire Fighting Foam?
Apa itu fire fighting foam? Ini adalah salah satu jenis proteksi kebakaran yang terbuat dari busa. Sistem ini memang cukup unik, pasalnya memanfaatkan busa sebagai media untuk mengunci oksigen di sekitar benda yang terbakar. Kemudian mematikan api hingga tidak kembali lagi. `
Lalu terbuat dari apa busa yang dihasilkan oleh alat ini? Foam atau busa yang digunakan dalam alat ini dibuat dari 3 bahan.
- Air
- Bahan pembuat busa atau foam concentrate.
- Udara
Jadi ada alat yang bisa digunakan untuk menggabungkan ketiga bahan tersebut dan diubah menjadi busa. Biasanya dalam instalasi atau jaringan alat pencegahan kebakaran foam, menggunakan metode tersebut.
Alat pemadam kebakaran yang menggunakan media busa biasa disebut foam fire extinguisher dan foam extinguishing system. Jika foam fire extinguisher adalah alat pemadam api ringan (APAR). Maka jika foam extinguishing system lebih besar dan memiliki jaringan yang kompleks.
Foam extinguishing system merupakan sebuah jaringan terpadu. Jaringan tersebut terdiri dari beberapa komponen.
- Sumber air.
- Pompa kebakaran.
- Air foam concentrate.
- Proportioner
- Foam maker.
- Foam discharge outlet control panel.
- Serta pipa sebagai saluran dan penyambung.
Melihat jaringan pencegahan api di atas ternyata cukup besar dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun demikian, pemasangan alat proteksi kebakaran merupakan hal wajib dimiliki. Hal ini berkaitan dengan keamanan, keselamatan, dan kesehatan kerja.
Apalagi saat ini proses pemasangan alat proteksi ini cukup mudah. Sudah banyak perusahaan EPC di bidang proteksi kebakaran. Salah satunya adalah PT Totalfire Indonesia. Kami sudah memiliki pengalaman di bidang tersebut sejak tahun 2005.
Seberapa Efektifkah Fire Fighting Foam?
Cara kerja foam dalam pemadaman api sebenarnya cukup efektif. Foam ini bekerja mengikat oksigen yang berada di sekitar benda yang terbakar. Kemudian, memutus aliran atau sebaran oksigennya. Kemudian mematikan api yang membakar. Cara pemadaman tersebut biasa disebut cooling effect atau efek segitiga.
Media foam cukup efektif untuk menangani kebakaran akibat benda cair. Selain itu juga efektif untuk mengani kebakaran akibat benda padat seperti kayu, kertas, dan lainnya. Foam harus dihindari untuk pemadaman api yang disebabkan seperti korsleting listrik. Pasalnya, foam justru akan memperparah kondisi kerusakan.
Jadi media pemadam kebakaran ini sangat cocok untuk industri yang bergerak di bidang migas. Dan perusahaan yang memiliki risiko terbakar dengan bahan-bahan tersebut.
Membersihkan Sisa Residu Foam
Media pemadam api foam memang meninggalkan residu. Hal ini karena sifat busa yang tidak bisa hilang dengan sendirinya. Kecuali jika dibiarkan beberapa hari. Namun, pasti cukup menganggu. Apalagi jika kebakaran terjadi di ruangan yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Walau meninggalkan residu, cara membersihkannya pun cukup mudah. Cukup menyiapkan kain atau handuk, kemudian kantong plastik. Residu diangkat menggunakan kain atau handuk, kemudian dimasukkan ke dalam plastik. Setelah selesai mengangkat residu, bersihkan lantai menggunakan air mengalir atau pembersih khusus. Ini supaya lantai benar-benar bersih dari residu.
Untuk menghindari iritasi atau bahaya lain, sebaiknya saat membersihkan residu menggunakan sarung tangan. Kemudian, residu yang telah dikumpulkan dalam plastik, dibuang di tempat sampah khusus.
Fire fighting foam merupakan salah satu media yang cukup unik. Pasalnya, media ini menggabungkan air dan udara untuk diolah menjadi busa. Media ini pun cukup banyak diminati karena kemampuannya dalam mengatasi kebakaran yang diakibatkan cairan maupun listrik. Menurut Anda, bagaimana nih dengan fire fighting foam? Apakah cukup efektif atau mending menggunakan media lain?
