Seperti Inilah Sistem Pemadam Kebakaran Kapal Laut!

Seperti halnya gedung bertingkat atau alat transportasi lainnya, kapal laut juga rentan terjadi kebakaran. Kebakaran pada kapal laut sendiri bisa terjadi oleh beberapa sebab. Salah satunya adalah arus pendek listrik yang ada dalam sistem kelistrikan kapal.

Beruntung, sekarang sudah ada sistem pemadam kebakaran kapal yang bisa bantu kita untuk mengantisipasi kebakaran. Khususnya, yang terjadi di dalam sebuah kapal laut. Lalu, seperti apa sih sistem pemadam kebakaran kapal itu sendiri?

Pengertian Sistem Pemadam Kebakaran Kapal

Sesuai dengan namanya, sistem tersebut merupakan sistem yang mampu mengatasi terjadinya kebakaran di kapal laut. Seperti halnya sistem pemadam kebakaran lainnya, sistem ini pada dasarnya juga dipakai untuk memutus “segitiga api” yang lazim menjadi pemicu kebakaran. Adapun segitiga api yang dimaksud adalah oksigen, bahan bakar, dan panas.

Setiap bagian kapal laut pasti berpotensi menimbulkan kebakaran. Oleh karenanya, sistem ini harus bisa diberlakukan untuk semua bagian kapal laut.

Jenis-Jenis Sistem Pemadam Kebakaran Pada Kapal Laut

Berdasarkan peletakan sistemnya, sistem pemadam kebakaran laut terbagi menjadi dua, yaitu:

  1. Sistem Kebakaran Aktif: merupakan sistem pemadam kebakaran pada kapal yang berfokus pada penempatan alat pemadam kebakaran, serta cara untuk menggunakannya. Sistem ini menuntut setiap orang dalam kapal terlibat dalam pemadaman api kebakaran.
  2. Sistem Kebakaran Pasif: merupakan sistem yang berbentuk aturan atau sosialisasi penerapan sistem pemadam kebakaran, serta penggunaan alat pemadam kebakaran. Sistem ini juga berisi tentang cara pemasangan instalasi pemadam kebakaran pada daerah yang rawan terbakar.

Alat-Alat Penunjang SIstem Pemadam Kebakaran Kapal

Seperti halnya sistem pemadam kebakaran pada gedung, sistem pemadam kebakaran pada kapal pun juga perlu banyak alat penunjang. Dua di antaranya yang cukup vital adalah:

Hydrant Kapal

Salah satu di antara alat penunjang sistem yang cukup vital adalah hydrant kapal. Dinyatakan vital lantaran alat ini bisa membantu sistem pemadam kebakaran dalam memadamkan kebakaran skala besar.

Fungsi dan distribusi air pada hydrant kapal sama dengan hydrant gedung. Hanya jenis air yang dipakainya saja yang berbeda. Tak seperti hydrant gedung, air yang dipakai pada hydrant kapal adalah air laut.

Tak seperti hydrant gedung, hydrant kapal punya komponennya sendiri. Komponen-komponen tersebut adalah:

  • Ruang Mesin: adalah komponen yang berfungsi sebagai tempat bersarangnya mesin-mesin yang menggerakan hydrant kapal. Komponen ini mempunyai tiga komponen lain di dalamnya, yaitu generator, main pump, dan control panel.
  • Self-Priming Sewage Pump: merupakan alat pemompa air pada hydrant kapal. Komponen ini bisa dioperasikan dengan tenaga listrik ataupun diesel.
  • Fire Water Monitor: komponen yang menghubungkan hydrant kapal dengan komponen eksternal pada hydrant. Semisal selang ataupun alat lain yang sejenis.
  • Hose Reel: tempat penyimpanan selang, komponen eksternal yang bisa mengalirkan air ke area terjadinya kebakaran.
  • Sewage: komponen yang dipakai untuk menampung air laut. Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, kalau hydrant kapal menggunakan air laut sebagai andalannya.

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) Khusus Kapal

Ini merupakan alat lainnya yang cukup vital. Sebagaimana APAR pada gedung, APAR pada kapal laut pun juga terbagi ke dalam beragam jenis. Jenis-jenis tersebut terbentuk berdasarkan media apa yang ada di dalam APAR tersebut.

Jenis-jenis APAR yang kami maksud adalah:

APAR Dry Chemical Powder

Adalah APAR yang isinya berupa dry chemical powder. Alat ini lazim dipakai pada kebakaran kelas C yang menimpa kapal. Terutama, jika kebakarannya disebabkan oleh masalah kelistrikan. Alat ini cocok dipasang di bagian mana pun yang ada pada kapal. Mulai dari tempat makan hingga ruang penyimpanan bahan bakar.

APAR Foam

APAR berisi foam ini cocok dipakai untuk memadamkan kebakaran kelas B pada kapal. Terutama, yang disebabkan oleh benda cair yang mudah sekali terbakar. Minyak misalnya. Oleh karenanya, APAR foam sangat disarankan untuk disimpan dibagian penyimpanan bahan bakar. Sebab, sebagaimana yang kita tahu, di sana terdapat bahan bakar kapal berupa sulfur yang rentan terbakar.

Sebetulnya, masih ada satu jenis APAR lain, yaitu APAR soda asam. Sayangnya, alat ini sudah tidak dipakai lantaran kandungan racun pada soda asam.

Bantuan Dari Pihak Lain

Menerapkan sistem pemadam kebakaran kapal beserta alatnya memang tidak mudah. Hal serupa juga berlaku pada sistem pemadam kebakaran lainnya. Beruntungnya, kini sudah ada beberapa penyedia jasa fire protection yang bisa membantu kita dalam menerapkan sistem pemadam kebakaran.

Totalfire Indonesia salah satunya. Totalfire yang sudah berdiri tahun 2005 ini merupakan fire protection specialist yang bisa bantu menerapkan sistem pemadam kebakaran sesuai dengan standar nasional dan NFPA (National Fire Protection Association).

Sekian artikel kali ini. Semoga bisa menambah wawasanmu, ya! Apabila kamu punya pertanyaan dan saran, jangan ragu untuk mengutarakannya pada kolom komentar di bawah. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!