Rumah sakit merupakan tempat publik yang aktivitasnya berlangsung hampir 24 jam. Dengan kesibukan tersebut, bisa dibayangkan jumlah pasien dan pengunjung yang berada di rumah sakit setiap hari. Pernahkah terpikir bagaimana jika terjadi kebakaran di rumah sakit? Bagaimana evakuasi pasien? Bagaimana dengan dokter dan tenaga medis yang sedang mengobati pasien? Inilah pentingnya ada sistem proteksi kebakaran di rumah sakit.
Kejadian mengerikan semacam itu bisa saja terjadi. Tentunya, manajemen rumah sakit telah menyiapkan antisipasi, termasuk menyiapkan sistem proteksi kebakaran. Standar ini bahkan diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 26/PRT/M/2008, di mana pembangunan gedung termasuk rumah sakit harus sesuai dengan Undang-Undang No. 28 Tahun 2002.
Contents
Proteksi Kebakaran di Rumah Sakit dengan Pencegahan
Bencana kebakaran di rumah sakit atau gedung-gedung fasilitas umum sebenarnya dapat dicegah bersama, bukan hanya oleh pihak rumah sakit, tetapi juga oleh Anda sebagai pengunjung atau pasien. Pencegahan bisa dimulai dari hal-hal kecil dan dari diri sendiri. Berikut beberapa bentuk pencegahan yang dapat mendukung sistem proteksi kebakaran di rumah sakit:
1. Patuhi Aturan dan Hindari Larangan
Di rumah sakit terdapat banyak barang yang mudah terbakar karena sifat kimianya. Maka, wajar jika ada larangan-larangan tertulis, salah satunya larangan merokok. Tidak hanya demi kesehatan, merokok juga berpotensi memicu kebakaran karena percikan api maupun asapnya. Apalagi di area dekat ruang perawatan pasien terdapat tabung oksigen yang mudah terbakar. Karena itu, Anda harus menegakkan peraturan ini.
2. Perawatan dan Pengawasan Peralatan Medis
Saat ini, hampir semua peralatan medis dan administrasi menggunakan listrik sebagai sumber daya. Maka, perawatan stopkontak dan aliran listrik harus menjadi perhatian pihak rumah sakit. Untuk Anda yang sedang berkunjung, jika menemukan stopkontak mencurigakan, sebaiknya jangan menggunakannya. Hindari juga menggunakan sambungan kabel secara berlebihan. Selain itu, perhatikan penanganan sampah medis yang mudah terbakar. Peralatan medis yang rusak dan tidak sesuai standar operasional kesehatan sebaiknya segera diganti karena rawan menimbulkan bahaya kebakaran.
3. Jalur Evakuasi yang Jelas dan Bersih
Kebakaran tidak dapat diprediksi kapan terjadinya. Jadi, jika berada di rumah sakit dan terjadi kebakaran, usahakan tidak panik. Ikuti jalur evakuasi yang telah disediakan, dan carilah penanda EXIT. Pihak rumah sakit wajib memastikan bahwa penanda atau jalur evakuasi bencana di gedung terlihat jelas dan memiliki penerangan yang cukup.
Percayakan Pembangunan Sistem Proteksi Kebakaran pada Ahlinya
Sebagai orang awam, mungkin Anda tidak begitu mengetahui siapa yang membangun sistem pencegahan kebakaran di rumah sakit. Biasanya, ada perusahaan khusus yang menangani hal ini. Jika ingin membangun sistem proteksi kebakaran di rumah sakit atau klinik, Anda bisa menilai perusahaan tersebut dari sistem perlindungan kebakaran yang ditawarkan, tim ahli, desain, hingga pemasangannya.
Berikut beberapa teknologi yang umumnya ditawarkan oleh perusahaan penyedia perlindungan kebakaran:
Alarm dan Sistem Evakuasi
Sistem deteksi kebakaran wajib memiliki kemampuan deteksi awal yang andal, biasanya ditandai dengan alarm. Jalur evakuasi yang baik juga harus disiapkan agar orang-orang bisa segera menyelamatkan diri.
Novex Extinguisher
Rumah sakit atau klinik memiliki banyak peralatan medis elektronik serta data-data penting pasien. Novex extinguisher menggunakan bahan kimia yang meminimalisasi kerusakan peralatan ketika memadamkan api, sehingga mengurangi potensi kerugian.
Sistem Supresi Gas atau Inergen Gas Suppression
Jika terjadi kebakaran, limbah dan bahan berbahaya di rumah sakit bisa menimbulkan risiko lebih besar. Memilih sistem inergen gas suppression adalah langkah yang baik demi keselamatan, karena sistem ini memanfaatkan gas atmosfer sehingga lebih aman bagi manusia dan lingkungan.
Peralatan Pemadam Kebakaran Portabel
Gedung rumah sakit harus memiliki alat pemadam kebakaran portabel yang siap digunakan kapan saja. Peletakannya pun harus strategis. Anda bisa mempertimbangkan jasa perusahaan yang menawarkan rangkaian lengkap peralatan kebakaran berkualitas tinggi, misalnya PT. Totalfire Indonesia yang telah berpengalaman lebih dari 10 tahun di bidang sistem proteksi kebakaran untuk rumah sakit.
Kesimpulan
Secanggih apa pun sistem proteksi kebakaran di rumah sakit, jika tidak dijaga bersama, risiko terjadinya kebakaran tetap tinggi. Mulailah dari hal kecil, seperti mematuhi setiap peraturan yang berlaku. Di sisi lain, pihak rumah sakit juga wajib memberikan perlindungan maksimal bagi pengunjung, pasien, dan tenaga medis. Dengan kolaborasi semua pihak, ancaman kebakaran di rumah sakit dapat diminimalkan.

