
Apakah anda ingin memasang sistem fire protection guna mencegah dan menanggulangi kebakaran? Namun sebelum itu, kita wajib mengetahui bahwa kebakaran harus diklasifikasikan dahulu menurut jenisnya. Klasifikasi jenis kebakaran sendiri terdiri dari kelas A, B, C, dan D, di mana pengelompokan ini berdasarkan penyebab terjadinya kebakaran yang diakibatkan oleh suatu benda atau zat yang dapat menjadi bahan bakar munculnya api. Dengan adanya bahan bakar yang menjadi penyebab munculnya api, tentunya jenis api yang ada pun berbeda-beda. Selain itu, juga dibutuhkan penanganan yang berbeda pula.
Contents
Fungsi Pengelompokan Kelas Kebakaran
Kebakaran ini harus dikelompokkan berdasarkan kelasnya karena hal tersebut dapat dijadikan pedoman dalam mengantisipasi serta memproteksi bahaya kebakaran sejak awal. Dengan Anda mengetahui potensi kebakaran yang ada, kebakaran yang terjadi di daerah sekitar pun akan dapat segera tertangani secara cepat dan tepat.
Selain itu, dengan Anda mengetahui kelas kebakaran, Anda juga dapat menentukan alat pemadam kebakaran mana yang cocok untuk digunakan dalam menanggulangi kebakaran tersebut. Untuk itu, mari kita simak lebih lanjut mengenai klasifikasi kebakaran berdasarkan kelasnya.
Klasifikasi Kebakaran Berdasarkan Kelasnya
Di Indonesia sendiri, klasifikasi jenis kebakaran ini dibagi menjadi empat kelas, yaitu kelas A, B, C, dan D. Adanya klasifikasi ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam menganalisis serta mendeteksi risiko kebakaran yang terjadi di sekitarnya.
Kelas A
Kebakaran kelas A adalah kebakaran yang diakibatkan oleh material padat. Material padat yang terbakar umumnya akan meninggalkan abu. Contoh material padat yang dapat dengan mudah menyebabkan kebakaran antara lain adalah kertas, kayu, kain, dan sampah kering, seperti dedaunan kering.
Jenis kebakaran kelas A ini biasanya terjadi di gudang yang digunakan untuk menyimpan furnitur, tempat penyimpanan kertas, showroom kerajinan kayu, pabrik kain, dan tempat lainnya. Bahkan, kebakaran kelas A juga dapat terjadi di rumah Anda, terutama di area dengan banyak material padat yang mudah terbakar.
Kelas B
Kelas B adalah kebakaran yang disebabkan oleh zat cair yang mudah terbakar. Zat cair ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
- Zat Cair Non-Polar
Zat cair non-polar adalah cairan yang tidak dapat bercampur dengan air atau, dengan kata lain, tidak larut dalam air. Contohnya adalah minyak, bensin, oli, solvent, cat, dan lilin (wax). - Zat Cair Polar
Zat cair polar adalah cairan yang dapat larut dalam air atau, dengan kata lain, dapat bercampur dengan air. Contoh zat cair polar adalah aseton, alkohol, metanol, dan propanol.
Potensi kebakaran kelas B biasanya terjadi pada perusahaan minyak dan gas, pom bensin, pabrik kimia, dan pabrik cat.
Kelas C
Kebakaran kelas C mengacu pada kebakaran yang disebabkan oleh listrik atau alat elektrikal. Sumber kebakaran ini biasanya berasal dari berbagai peralatan yang menggunakan daya listrik atau sistem kelistrikan. Faktor yang dapat memicu kebakaran kelas C antara lain adalah korsleting pada instalasi listrik, gangguan pada kabel instalasi, atau korsleting pada peralatan elektronik.
Tipe kebakaran kelas C ini sering terjadi di sekitar kita, terutama di rumah. Hal ini disebabkan oleh banyaknya peralatan rumah tangga yang bergantung pada daya listrik atau sistem kelistrikan. Untuk menghindari kebakaran ini, lakukan perawatan berkala pada sistem kelistrikan di rumah Anda. Dengan demikian, Anda dapat mengurangi risiko terjadinya kebakaran kelas C.
Kelas D
Kebakaran kelas D disebabkan oleh material logam yang mudah terbakar. Material logam yang mudah terbakar antara lain adalah kalium, litium, kalsium, magnesium, titanium, dan natrium. Material-material ini dapat bereaksi dengan oksigen atau air, yang kemudian memicu api.
Potensi kebakaran kelas D biasanya terjadi pada pabrik baterai, sektor pertambangan, atau tempat lain yang menggunakan logam reaktif dalam proses produksinya. Penanganan kebakaran kelas ini membutuhkan alat pemadam khusus yang dirancang untuk logam reaktif, karena penggunaan air atau bahan pemadam biasa dapat memperburuk situasi.
Mengapa Klasifikasi Ini Penting?
Dengan Anda mengetahui pengelompokan kelas kebakaran serta hal-hal yang menjadi penyebabnya, Anda dapat melakukan antisipasi dan proteksi sejak dini. Proteksi ini sangat penting untuk melindungi aset berharga yang Anda miliki, baik di rumah, perusahaan, maupun instansi lainnya.
Penting juga untuk selalu menyediakan alat pemadam kebakaran yang sesuai di lokasi kerja dan tempat tinggal. Dengan begitu, Anda dapat merasa lebih tenang dalam beraktivitas, sekaligus meminimalkan risiko kerugian akibat kebakaran.
Bahaya kebakaran memang merupakan salah satu bencana yang dapat terjadi kapan saja, baik karena kelalaian manusia maupun gangguan pada alat atau sistem. Oleh karena itu, memahami klasifikasi jenis kebakaran sangat penting untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran dengan cepat.
Kesimpulan
Klasifikasi jenis kebakaran bertujuan untuk membantu masyarakat mengenali jenis kebakaran yang mungkin terjadi di sekitarnya, sekaligus menentukan metode penanggulangan yang tepat. Dengan memahami klasifikasi jenis kebakaran ini, Anda tidak hanya dapat melindungi diri sendiri, tetapi juga melindungi orang lain dan lingkungan dari potensi bahaya kebakaran. Tetap waspada dan perhatikan kondisi sekitar untuk meminimalkan risiko kebakaran.