Keberadaan api jelas sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Namun, apabila api membesar dan sulit dikendalikan terutama jika terjadi di dalam sebuah bangunan tentu hal ini bisa menjadi mimpi buruk manusia. Sebab, api dapat menghancurkan apapun yang dilalapnya. Anda bisa kehilangan harta benda bahkan nyawa saat mengalami kebakaran. Oleh karena itu, penggunaan detektor kebakaran menjadi syarat utama dalam sistem pengendalian dan penanganan kebakaran secara cepat.
Anda tentu pernah mendengar tentang heat detector atau detektor panas. Ya, selain detektor asap, detektor panas merupakan jenis detektor kebakaran yang paling umum digunakan masyarakat sebagai perangkat deteksi dalam sistem proteksi kebakaran di bangunan tempat tinggal, perkantoran atau industri. Nah, sudahkah Anda mengetahui cara kerja detektor kebakaran sensor panas? Jika belum, pada artikel kali ini kami akan membahasnya secara khusus untuk Anda. Yuk simak!
Contents
Jadi, Apa Itu Detektor Panas?
Sebelum membahas cara kerjanya, mari kita kenali lebih dahulu apa itu detektor panas. Detektor panas merupakan alat pemindai panas yang menjadi bagian penting dalam sistem pemadam kebakaran pada bangunan yang secara umum terdiri dari alarm kebakaran, hydrant dan sprinkler.
Fungsinya adalah untuk mengingatkan penghuni bangunan untuk mengevakuasi diri karena ada kemungkinan terjadinya kebakaran karena ada kenaikan suhu ruangan, sebelum api membesar dan sulit dikendalikan.
Tidak seperti detektor asap yang memiliki area terbatas untuk pemasangan di rumah karena debu atau partikel lain pada ruangan seperti ruang cuci, garasi, atau loteng dapat mempengaruhi sensornya dan menyebabkan alarm palsu, detektor panas dapat dipasang di area rumah manapun.
Cara Kerja Detektor Kebakaran Sensor Panas
Detektor panas bekerja dengan dua jenis sistem, yaitu sistem Fixed Detector dan sistem Rate of Rise Detector. Berikut penjelasannya.
Sistem Fixed Detector
Sistem ini bekerja dengan cara memindai suhu ruangan terlebih dahulu, kemudian membandingkannya dengan suhu maksimum yang sudah dicatat oleh sistem. Jadi, jika suhu maksimum yang dicatat sistem adalah 60 derajat celcius, maka selama suhu ruangan yang dipindai masih di bawah 60 derajat celcius tidak akan ada sinyal yang dikirim untuk mengaktifkan alarm kebakaran.
Oleh karena itu, sistem detektor panas ini banyak digunakan di ruangan yang meski dalam kondisi normal tetapi bersuhu panas. Contohnya, ruang mesin uap dan ruang bawah tanah.
Sistem Rate Of Rise Detector (ROR)
Cara kerja detektor kebakaran sensor panas dengan sistem ini adalah dengan mengirimkan sinyal kepada sensor untuk mengaktifkan alarm kebakaran, apabila terjadi lonjakan suhu yang cukup tinggi dari suhu normal (sekitar 58 derajat celcius).
Mengandalkan alat thermistor atau thermocouple yang sangat sensitif terhadap suhu dan api, detektor panas ROR mampu mendeteksi kenaikan suhu mulai dari 12 sampai 15 derajat celcius hanya dalam waktu 1 menit. Oleh karena itu, sistem detektor panas ini banyak digunakan di ruangan bersuhu normal. Contohnya, ruang kantor, kamar tidur, dan dapur.
Jenis Kebakaran yang Mempengaruhi Detektor Panas
Ada dua jenis kebakaran yang dapat mempengaruhi cara kerja detektor kebakaran sensor panas, yaitu kebakaran dengan api berenergi rendah dan api panas tinggi. Berikut penjelasannya.
Kebakaran Dengan Api Berenergi Rendah
Kebakaran jenis ini menghabiskan bahan bakar secara perlahan dan mengeluarkan banyak asap. Namun, memancarkan panas yang sangat sedikit. Jadi, kenaikan suhu kemungkinan gagal terdeteksi atau membutuhkan waktu terlalu lama untuk mendeteksi. Pada saat sensor panas diaktifkan, biasanya api sudah menyebabkan kerusakan parah pada bangunan.
Kebakaran Dengan Api Panas Tinggi
Berbeda dengan kebakaran jenis pertama, kebakaran dengan api panas tinggi biasanya disebabkan oleh ledakan atau pembakaran bahan-bahan yang mudah terbakar seperti kertas, kain atau kayu kering. Jadi, karena menghabiskan bahan bakar dengan cepat nyala api pun cepat tumbuh tinggi, membuat suhu juga naik lebih tinggi. Cara kerja detektor kebakaran sensor panas dinilai paling optimal untuk mendeteksi jenis kebakaran ini karena sensor detektor panas dapat aktif secara cepat.
Sedikit tips bagi Anda yang berencana menggunakan detektor panas tapi masih bingung karena tak punya keterampilan memasangnya sendiri, Anda bisa menggunakan jasa kontraktor spesialis proteksi kebakaran untuk melakukannya.
Saat ini ada banyak kontraktor yang menawarkan detektor panas berikut jasa instalasinya di internet dengan harga yang sangat terjangkau. Jadi Anda tinggal memilih yang sesuai dengan kebutuhan Anda saja. Tapi ingat, jangan sampai Anda salah memilih ya! Jangan karena harganya yang murah Anda mendapatkan produk dengan kualitas murahan.
Kontraktor Fire Protection
Jika Anda menginginkan produk detektor panas berkualitas, salah satu kontraktor spesialis proteksi kebakaran terbaik di Indonesia yang bisa Anda pilih adalah Total Fire Indonesia. Melayani mulai dari pengadaan produk, instalasi, servis dan perawatan sistem deteksi dan alarm kebakaran, Total Fire Indonesia telah dipercaya oleh banyak masyarakat dan perusahaan besar ternama di seluruh Indonesia sejak tahun 2005.
Komitmen tingginya dalam pencegahan dan proteksi kebakaran dapat dilihat dari kualitas produknya yang telah berstandar internasional, bervariasi lengkap dan didukung teknologi paling mutakhir serta para teknisi ahli. Jadi, Anda tak perlu bingung lagi dalam memilih.
Pentingnya sistem deteksi dan alarm kebakaran sudah sepatutnya dipahami oleh seluruh masyarakat. Manfaat utamanya adalah mendeteksi potensi kebakaran lebih awal, sehingga memberikan peluang evakuasi diri bagi para penghuni bangunan yang terbakar dan mengaktifkan sistem penyiram atau pemadam kebakaran untuk menghentikan kebakaran dengan cepat.
Jangan sampai setelah kita mengalami kerugian karena kebakaran atau sampai kehilangan nyawa, kita menyesal karena tidak memanfaatkan sistem deteksi dan alarm kebakaran sebelumnya. Yuk, gunakan sistem deteksi dan alarm kebakaran sekarang!

