Zaman sekarang, listrik adalah hal penting bagi kehidupan manusia. Tidak hanya sebatas memberi penerangan, namun listrik juga banyak digunakan untuk mempermudah berbagai aktivitas sehari-hari. Contoh saja bagi rumah tangga. Listrik banyak digunakan untuk menyelesaikan berbagai persoalan rumah, seperti menanak nasi, penggunaan AC, memasak dengan kompor listrik, mencuci pakaian dengan mesin cuci, dan berbagai pekerjaan rumah tangga lainnya.

Listrik seperti dua sisi mata uang yang berbeda. Di satu sisi listrik memang mempermudah dan memberikan solusi. Namun jika tidak digunakan sebagaimana mestinya, justru listrik akan membahayakan manusia. Salah satunya adalah ketika terjadi korsleting listrik.

Yang dinamakan korsleting listrik atau yang biasa disebut dengan hubungan arus pendek adalah hubungan antara penghantar listrik (fase dan netral) dengan resistansi sangat kecil sehingga mengakibatkan aliran listrik yang sangat besar secara tiba-tiba. Jika lonjakan arus ini tidak diputus oleh pengaman seperti MCB atau ELCB, bisa menyebabkan panas berlebih dan memicu kebakaran.

Berbagai Penyebab Kebakaran Instalasi Listrik

Korsleting listrik bisa terjadi karena beberapa hal. Namun penyebab yang paling sering terjadi adalah karena kelalaian dari manusia. Berikut beberapa penyebab kebakaran instalasi listrik:

Kabel Kecil yang Terlalu Banyak Beban

Salah satu penyebab terjadinya korsleting listrik adalah pemakaian kabel kecil yang terlalu banyak beban. Seperti layaknya tali tipis yang digunakan untuk menggantung banyak beban, alhasil tali akan putus. Kabel yang tidak sesuai kapasitas arus (ampere) akan panas, meleleh, lalu terjadi korsleting. Pastikan ukuran kabel sesuai standar (misal 2.5 mm˛ untuk stop kontak umum).

Menumpuk Stop Kontak / T-Kontak

Sadar atau tidak, banyaknya stop kontak yang terpasang pada T-kontak atau terminal sambungan membuat arus listrik melebihi kapasitasnya (overload). Hal ini akan mengakibatkan panas pada soket hingga akhirnya terjadi korsleting. Jika Anda memerlukan banyak stop kontak untuk berbagai keperluan, buatlah jalur kelistrikan cabang baru dan gunakan terminal ber-SNI.

Alat Kontak Panas / Percikan (Arcing)

Mungkin Anda pernah melihat bunga api pada saat mencolokkan atau mencabut steker listrik. Bunga api ini disebut arcing dan dapat menyebabkan korsleting. Arcing terjadi karena kontak tidak menempel dengan sempurna sehingga akan berbunyi gemertak dan terasa panas. Agar tidak terjadi korsleting, pastikan steker menempel dengan sempurna dan stop kontak tidak aus.

Instalasi Listrik yang Tidak Beraturan

Penyebab kebakaran instalasi listrik lainnya adalah letak instalasi listrik yang semrawut. Kabel tidak tertata dengan rapi. Instalasi yang tidak beraturan, sering terjepit atau tergesek, jika dibiarkan terus-menerus bisa mengelupas dan menjadi penyebab korsleting serta kebakaran.

Kabel yang Bersambungan

Menyambung kabel boleh saja, tapi tetap dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Jangan gunakan kabel sambungan untuk beban yang berat, misalnya AC ataupun pemanas air. Penggunaan sambungan kabel sembarangan akan membuat resistansi bertambah, memicu panas, dan berpotensi korsleting.

Sambungan Kabel yang Kurang Bagus

Pada titik sambungan kabel yang tidak baik, akan timbul panas akibat resistansi tinggi. Sambungan tanpa solder, konektor standar, atau isolasi yang tepat sangat berbahaya. Lama-kelamaan, isolasi kabel akan memuai dan mengelupas sehingga memicu kebakaran.

Tips Menghindari Korsleting Listrik

  • Jangan menggunakan peralatan listrik dengan beban berlebihan.

  • Jangan menggunakan isolasi biasa untuk menyambung kabel. Gunakan konektor listrik standar, isolasi tahan panas, atau terminal block.

  • Gunakan peralatan listrik berstandar SNI/LMK.

  • Cabut charger setelah digunakan agar tidak terjadi pemanasan pada adaptor.

  • Hindari menempatkan bahan mudah terbakar dekat sumber listrik.

  • Gunakan pengaman listrik seperti MCB, ELCB/RCBO, dan grounding (pembumian).

  • Lakukan pengecekan rutin instalasi terutama di rumah lama atau bangunan tua.

Perlu diingat, bahaya korsleting listrik ini bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Tidak hanya di rumah hunian, bisa juga terjadi di gedung bertingkat, pabrik, dan bangunan fasilitas publik lainnya sehingga diperlukan pemasangan instalasi yang baik dan benar sesuai standar oleh tim ahli di bidang mekanikal–elektrikal.

Selain bisa menimbulkan kerugian materi, tidak jarang korsleting bisa merenggut korban jiwa. Entah itu karena tersengat listrik ataupun korban kebakaran. Jika Anda masih mempunyai berbagai cara lain untuk menghindari korsleting, cobalah berbagi cerita dengan pembaca pada kolom komentar berikut ini. Bisa jadi cerita Anda akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi pembaca untuk menghindari bahaya korsleting dan kebakaran sedini mungkin.