Apakah Anda pernah melihat ataupun mendengar instalasi fire alarm addressable? Tentunya Anda biasa melihat sistem ini pada sebuah gedung-gedung yang tinggi, ataupun pada sebuah pabrik besar. Namun, apakah Anda tahu mengenai penggunaan dari sistem ini? Berikut akan dijelaskan mengenai penggunaan dan keunggulan memasang sistem ini.

Sistem Alarm Kebakaran Addressable

Bayangkan jika dalam sebuah gedung yang tinggi ataupun dalam sebuah pabrik yang besar memasang detector dengan jumlah yang banyak hingga ratusan. Jika dalam salah satu ruangan terjadi kebakaran, kemudian salah satu detector itu aktif, dan disusul dengan detector yang lain karena penyebaran api.

Petugas pemadam kebakaran dapat dengan mudah mengetahui lokasi yang akan dituju. Bagaimana cara mereka untuk mengetahui secara cepat dan tepat lokasi kebakarannya? Seperti nama pada sistem ini yang mengandung kata ‘Address’, yang artinya semua perangkat yang dipasang mempunyai alamat masing-masing.

Fire alarm jenis addressable merupakan suatu perangkat sistem yang mampu mendeteksi terjadinya kebakaran. Perangkat sistem ini terdiri atas panel control fire alarm, alat pendeteksi kebakaran dan sistem lainnya untuk penanda bahaya. Beberapa alat tersebut dihubungkan dengan kabel dan disatukan ke dalam suatu Looping System.

Pada sistem addressable, panel akan melakukan pengecekan (polling) ke setiap perangkat secara terus-menerus. Jadi ketika ada detector yang mendeteksi kondisi alarm atau mengalami gangguan, panel dapat mengetahui identitas dan lokasi sensor tersebut dengan sangat akurat. Dengan adanya kemampuan identifikasi ini, petugas dapat mengetahui lokasi bahaya secara lebih cepat.

Setiap alat memiliki alamat tersendiri dengan fungsi agar lebih mudah mencari lokasi kebakaran. Dengan adanya konektivitas inilah yang dapat memudahkan petugas pemadam kebakaran agar dengan cepat menindak upaya penyelamatan. Hal tersebut dapat mencegah adanya kerusakan properti yang berlebihan dan jatuhnya korban jiwa.

Saat ini banyak sekali yang menjual fire alarm di Indonesia. Apabila Anda ingin memasang sistem ini sebagai alat keamanan di kantor atau di rumah. Apabila Anda ingin menggunakan sistem ini, tentunya memastikan dalam memilih produk dengan sistem yang berkualitas dan dipasang oleh orang-orang yang sudah ahli. Anda bisa mengunjungi www.totalfire.co.id untuk mendapatkan produk ini dengan kualitas terbaik.

Bagaimana Proses dari Kerja Instalasi Fire Alarm Addressable?

Masing-masing detector pada sistem ini saling terhubung satu dengan lainnya. Selain itu, masing-masing perangkat yang terhubung langsung ke looping system. Looping system ini sebenarnya bukan hanya sebagai penghubung, tetapi juga sebagai jalur komunikasi dua arah antara panel dan perangkat. Panel akan mengirim sinyal pengecekan, dan perangkat akan membalas dengan status terbaru mereka.

Masing-masing sensor pun akan mengirim laporan tentang kondisi yang terkini. Pada saat terjadi kebakaran ataupun kelalaian manusia yang dapat menimbulkan adanya api atau asap. Keadaan ini dapat menyebabkan suhu ruangan akan meningkat secara signifikan. Dengan adanya gejala ini, sensor pendeteksi panas dan sensor pendeteksi api akan mengubah statusnya menjadi alarm, dan panel akan membaca kondisi tersebut.

Sensor-sensor yang telah dipasang tersebut akan dengan otomatis menyampaikan sinyal tersebut kepada panel control pusat. Hal ini disertai dengan mengirimkan data identitas atau alamat sensor yang mendeteksi lokasi kejadian. Panel control fire alarm tersebut kemudian akan mengirimkan sinyal output pada alarm bel, dan lampu indikator.

Sinyal output tersebut akan memberikan peringatan untuk penghuni gedung agar segera mengambil tindakan pencegahan kebakaran. Dengan adanya pencegahan ini, kebakaran tidak akan bertambah luas. Sistem ini dapat diberi lampu indikator ataupun alarm untuk mendeteksi adanya kebakaran. Sehingga sistem ini dapat mempermudah teknisi dalam mengetahui sensor mana yang aktif dan lokasi tepatnya.

Teknisi dapat segera menuju lokasi kebakaran dan mengefisien waktu. Serta teknisi pun dapat segera mengganti perangkat yang sedang bermasalah. Selain itu, sistem addressable juga dapat mendeteksi adanya kerusakan seperti kabel putus, short, atau perangkat yang tidak berfungsi—hal yang tidak bisa dilakukan oleh sistem konvensional.

Cara Menginstal Fire Alarm System

Cara yang tepat untuk menginstal fire alarm system ini dimulai dengan tahap perencanaan. Perencanaan dilakukan untuk menentukan lokasi pemasangan detector. Kemudian untuk menentukan jenis sensor untuk setiap ruangan yang akan dipasang fire alarm. Serta untuk menentukan penempatan master control fire alarm (MCFA) atau control panel.

Selain itu, untuk menentukan lokasi beberapa peralatan contohnya manual call point, alarm bell, lampu indikator dan peralatan lain. Digambarkan pula rencana pemasangan agar lebih memudahkan pemasangan. Pemasangan fire alarm full addressable lebih diperuntukkan untuk menentukan alamat terjadinya kebakaran.

Alamat pada setiap detector dipasang sesuai dengan lokasi di mana detector dipasang. Karena setiap alamat tersebut akan menjadi identitas detector pada panel control. Apabila detector sedang mendeteksi adanya kebakaran, maka pencarian kebakaran menjadi lebih mudah.

Hal pembeda pada pemasangan fire alarm full addressable ialah dari cara menggunakan rangkaian kabel data. Kabel data itu berupa kabel AWG 16 ataupun kabel data AWG 18. Namun, pada instalasi sebenarnya biasanya digunakan Fire Resistant Cable (FRC) yang tahan api minimal 2 jam sesuai standar SNI/NFPA, sehingga sistem tetap bekerja saat terjadi kebakaran.

Kabel-kabel ini dipasang dengan membentuk loop tertutup dan ujungnya akan kembali ke dalam control panel system full addressable. Dengan cara ini, apabila salah satu sisi kabel putus, sistem tetap dapat berfungsi melalui sisi lainnya.

Apakah Setiap Rumah harus Memasang Instalasi Fire Alarm Addressable?

Jawabannya adalah bisa iya dan bisa tidak. Hal ini tergantung kebutuhan yang dibutuhkan rumah. Apabila suatu bangunan berukuran kecil dan memiliki beberapa ruangannya didalamnya. Serta tidak membutuhkan detector lebih dari 20, maka bisa menggunakan sistem yang konvensional saja. Angka 20 ini bukan aturan wajib, melainkan perkiraan umum; faktor sebenarnya adalah ukuran bangunan, jumlah ruangan, dan tingkat risiko kebakaran.

Jenis Instalasi fire alarm addressable ini dapat menjadi salah satu alat yang tepat digunakan pada gedung-gedung yang mempunyai banyak ruang serta mempunyai tingkat lantai yang tinggi. Selain itu pemasangan jenis alat ini dapat memberikan kemudahan para teknisi dalam menentukan lokasi terjadinya musibah kebakaran dengan keakuratan yang tinggi.

Sehingga pada saat melakukan proses pengevakuasian dapat meminimalisasi jatuhnya korban dengan jumlah yang banyak. Hal ini dikarenakan kemudahan petugas dalam menentukan lokasi kejadian dengan cepat serta ketepatan alat pendeteksi yang lebih akurat.

Selain memberikan kemudahan pada petugas dalam mendeteksi lokasi, kelebihan lain dari penggunaan ini yaitu dapat memudahkan para teknisi untuk melakukan pemantauan terhadap komponen yang ada. Sistem juga dapat memberi peringatan lebih dini ketika ada perangkat yang rusak sehingga pemeliharaan bisa dilakukan sebelum terjadi masalah.

Dari sisi pemrograman sistem ini lebih fleksibel, karena dapat memilih sounder pemberitahuan suara yang mana saja yang harus berbunyi pada saat adanya kebakaran. Bahkan, sistem addressable dapat diatur untuk skenario khusus seperti evakuasi bertahap, integrasi dengan fan, damper, atau lift, sehingga pengelolaan keadaan darurat menjadi lebih efisien.