Proteksi kebakaran otomatis memang menjadi salah satu pilihan yang paling diminati karena dianggap jauh lebih praktis. Hal tersebut dikarenakan ketika terjadi kebakaran, alat ini akan berfungsi memadamkan api secara otomatis. Namun, agar kegunaannya semakin terasa, kita harus bisa menggunakannya dengan baik. Proteksi kebakaran otomatis juga memiliki alat dan cara kerja yang mirip dengan proteksi kebakaran manual.
Alat Proteksi Kebakaran Otomatis
Alat proteksi kebakaran otomatis merupakan salah satu jenis alat pemadam api yang dimanfaatkan untuk memproteksi suatu ruangan dari kebakaran. Alat ini juga dikenal dengan nama thermatic yang akan bekerja otomatis untuk memadamkan api. Berbeda dengan APAR maupun hydrant yang harus dioperasikan oleh orang, alat ini bekerja secara otomatis.
Alat pemadam kebakaran otomatis biasanya dilengkapi dengan tabung pengembang, alat penyemprot, dan detektor suhu udara. Pada umumnya, alat ini berisi 10 bahan pembentuk gas, seperti ammonium sulfat dan urea. Alat ini sering ditemukan dipasang di gedung, tepatnya pada bagian plafon.
Fungsi thermatic adalah mendeteksi adanya api atau asap yang keluar secara tidak wajar. Sensor pada thermatic akan mendeteksi kondisi tersebut, kemudian alat ini akan menyemprot area yang terjadi kebakaran secara otomatis.
Cara Kerja Proteksi Kebakaran Otomatis
Bagaimana cara kerja alat proteksi kebakaran otomatis? Pada bagian ujung thermatic terdapat detektor kaca yang berisi air raksa, yang sangat sensitif terhadap kenaikan suhu. Ketika suhu naik, air raksa tersebut akan mengembang dan menyebabkan kaca detektor pecah. Umumnya, suhu yang menyebabkan pecahnya detektor adalah 57° Celcius, 68° Celcius, atau 93° Celcius.
Setelah pecah, media pemadam yang terdapat dalam tabung thermatic akan keluar secara otomatis melalui alat penyemprot. Media yang keluar tersebut akan langsung mengarah ke sumber kebakaran dan mulai memadamkan api dari bagian bawah terlebih dahulu. Kemudian, media akan naik dan memadamkan api yang masih ada di atas. Setelah 3 sampai 5 menit, ketika api padam, alat tersebut akan mati secara otomatis.
Area Jangkauan
Alat pemadam kebakaran otomatis bersifat tetap atau tidak bisa dipindah-pindahkan. Oleh karena itu, sebagai pengguna, kita harus mengetahui jangkauannya. Luas area yang dapat dijangkau oleh thermatic harus dihitung dengan cermat agar sesuai dengan area yang nantinya akan diproteksi.
Thermatic akan mulai bekerja pada area yang relatif kecil, yakni sekitar 7 sampai 8 meter persegi. Oleh karena itu, kita harus memperhitungkan luas ruangan yang akan diproteksi menggunakan thermatic ini. Semakin luas area yang harus diproteksi, maka akan semakin banyak pula unit thermatic yang harus disiapkan. Namun, saat ini proteksi kebakaran otomatis sudah mulai dikembangkan untuk mencakup cakupan yang lebih luas. Proteksi kebakaran otomatis sangat cocok dipasang di ruangan dengan plafon tinggi, ruang mesin, ruang generator, dan data center.
Kelebihan Alat Pemadam Kebakaran Otomatis
Thermatic atau alat proteksi kebakaran otomatis memiliki beberapa kelebihan, terutama dari segi kepraktisan penggunaannya. Alat ini akan berfungsi tanpa harus dikendalikan oleh operator, berbeda dengan alat pemadam kebakaran manual. Beberapa kelebihan lainnya adalah:
- Masa pakai lebih lama: Sistem otomatis dapat berfungsi hingga 3 tahun.
- Hemat biaya: Biaya perbaikan dan pemasangan sistem akan lebih rendah karena perbaikan dan penerapan alat pemadam kebakaran otomatis relatif sederhana.
Proses Penerapan Alat Pemadam Kebakaran Otomatis
Untuk menerapkan alat pemadam kebakaran otomatis ini, tentu tidak bisa dilakukan begitu saja. Diperlukan beberapa proses agar alat tersebut diterapkan dengan baik. Proses awal adalah melakukan perancangan sistem. Untuk itu, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak yang sudah profesional di bidangnya.
Saat ini sudah ada penyedia jasa fire protection yang bisa dijadikan tempat konsultasi, salah satunya adalah TotalFire Indonesia. Jasa fire protection yang telah berdiri sejak tahun 2005 ini akan sangat membantu dalam membuat perancangan sistem otomatis dengan tepat. TotalFire Indonesia juga akan membantu merancang sistem yang proper dan sesuai dengan standar nasional maupun internasional.
Setelah perancangan, selanjutnya dilakukan survei untuk menentukan material yang akan digunakan dalam penerapan sistem otomatis tersebut. Saat melakukan survei lokasi, sebaiknya disertai dengan pembuatan bill of quantity material yang mencantumkan jumlah material yang diperlukan. Buat juga drawing yang memuat skema pemasangan material sistem otomatis.
Setelah semua proses selesai, barulah sistem otomatis dapat diterapkan dengan baik. Sebagaimana saat perancangan, penerapan sistem otomatis juga lebih baik jika melibatkan jasa fire protection, seperti TotalFire Indonesia, yang sangat direkomendasikan.
Akhir Kata
Jadi, itulah informasi seputar proteksi kebakaran otomatis yang dapat kami bagikan untuk menambah wawasan. Semoga artikel di atas dapat menambah pemahaman tentang alat pemadam sebelum digunakan. Apabila Anda memiliki pertanyaan atau saran, jangan ragu untuk berkomentar di bawah. Semoga bermanfaat.
