instalasi pemasangan fire hydrant

Komponen dan cara penggunaan hydrant gedung perlu untuk dipahami bersama sebelum pembangunan sebuah gedung dimulai. Tentunya, agar memudahkan proses pemadaman jika kebakaran gedung tiba-tiba terjadi dan tidak dapat dihindari. Tidak perlu menunggu datangnya petugas pemadam kebakaran.

Pengertian Sistem Hydrant

Sistem hydrant merupakan salah satu sistem instalasi pemadam kebakaran yang berfungsi untuk menyalurkan air dengan tekanan tinggi pada lokasi kebakaran dengan laju yang cukup besar. Penggunaan alat ini mengurangi risiko kekurangan air saat memadamkan kebakaran karena alat ini langsung terhubung dengan sumber air.

Pada saat merencanakan membangun gedung yang besar seperti perusahaan atau apartemen, maka peletakan yang tepat untuk hydrant juga harus menjadi perhatian. System hydrant gedung perlu diletakkan di dalam gedung sehingga dapat mengatasi kebakaran secara cepat.

Komponen Hydrant Pada Sebuah Gedung

Selanjutnya, system instalasi hydrant gedung terdiri atas beberapa komponen penunjang sehingga dapat digunakan secara maksimal. Komponen tersebut adalah sebagai berikut ini.

1. Water Tank Atau Reservoir

Alat ini berupa tendon air yang berfungsi untuk menyimpan air. Besarnya tendon air ini bergantung pada kebutuhan gedung. Tendon ini dapat dipasang dibawah atau di atas tanah. Biasanya water tank diletakkan di basement gedung.

2. Pompa Hydrant

Alat ini berfungsi untuk menghisap air dati reservoir melalui pipa hisab dan menyalurkannya ke jaringan perpipaan hydrant gedung sampai komponen output dengan tekanan tinggi. Pompa ini dianggap dapat bekerja dengan baik jika memiliki kapasitas minimum 500 galon per menit.

Pompa ini terdiri atas tiga macam, yaitu pompa Jockey, pompa elektrik, dan pompa diesel.

3. Panel Kontrol Pompa

Alat ini berupa kumpulan panel jockey, elektrik dan diesel yang berfungsi untuk mengatur tekanan minimal atau maksimal masing-masing pompa. Panel ini mendapatkan input dari pressure switch.

4. Sistem Distribusi Dan Jaringan Perpipaan

System ini mengatur jalannya air dari pompa ke titik output seperti hydrant pillar, valve, dan sprinkler. Bahan baku pipa yang digunakan terbuat dari besi karena tidak berkarat dan kokoh terhadap air bertekanan tinggi. Jaringan perpipaan ini terdiri atas pipa berdiameter besar dan kecil

5. Hydrant Pillar

Hydrant pillar merupakan jalan terakhir air dari sistem hydrant gedung.

6. Hydrant Box

Hydrant box merupakan tempat penyimpanan selang kebakaran, fire hose, hose nozzle, hose rock dan hydrant valve. Letak hydrant box sebaiknya berada di samping hydrant pillar. Tentunya, agar lebih memudahkan pemasangan saat terjadi kebakaran

7. Hydrant Valve

Alat ini merupakan salah satu system hydrant gedung yang dipasang pada selang kebakaran

Klasifikasi Hydrant Gedung atau Hydrant Box

Sebelum membahas lebih lanjut tentang cara penggunaan hydrant gedung, mari terlebih dahulu memperluas wawasan seputar klasifikasi hydrant jenis ini. Seperti kita ketahui, alat ini merupakan salah satu dari tiga jenis hydrant pemadam kebakaran. Dua lainnya adalah hydrant halaman dan hydrant kota.

Lantas apa istimewanya hydrant gedung dibandingkan hydrant jenis lainnya? Dari segi fungsi, tidak ada kelebihan khusus di antara ketiga jenis hydrant pemadam kebakaran yang lainnya. Ia berbeda dalam hal penempatannya, yakni di gedung, sehingga menjadi salah satu perangkat penting yang bisa diandalkan untuk mengantisipasi kebakaran di dalam bangunan.

Pengetahuan tentang klasifikasi hydrant box atau hydrant gedung sangat penting, agar Anda bisa memilih yang paling tepat, sesuai kebutuhan. Sebagai salah satu perangkat pencegah kebakaran di gedung, berikut ini jenis-jenis hydrant box berdasarkan penggunaannya:

Hydrant Box Kelas I

Pemasangan alat ini biasanya menempel di dinding, serta menggunakan pipa tegak. Perangkat menggunakan selang dengan diameter 2.5 inci. Karena berselang tebal, biasanya hanya tenaga pemadam terlatih saja yang mampu menggunakannya secara efektif.

Hydrant Box Kelas II

Tidak ada perbedaan yang mendasar dengan hydrant gedung kelas lainnya, baik dari segi penempatan maupun komponennya. Perbedaannya terletak pada diameter selang, yakni 1.5 inci. Selang yang lebih kecil ini memudahkan para penghuni gedung untuk segera mengantisipasi kebakaran meskipun mereka belum terlatih untuk menggunakannya.

Hydrant Box Kelas III

Kelas hydrant box yang satu ini adalah kolaborasi antara hydrant gedung kelas I dan II. Ketika ada bahaya kebakaran, semua orang bisa menggunakannya segera, baik tenaga pemadam kebakaran terlatih, maupun masyarakat sipil biasa.

Pemilihan berdasarkan kelas yang tepat sangat penting karena menentukan efektivitas cara penggunaan hydrant gedung. Untuk bangunan rumah tangga atau gedung berukuran kecil, lebih cocok menggunakan hydrant gedung kelas II untuk memudahkan penggunaannya ketika kebakaran datang tak terduga.

Sebaliknya, gedung yang besar, atau bahkan berkaitan dengan fasilitas publik, idealnya menggunakan hydrant box kelas I atau III. Di sisi lain, perhatikan pula perhitungan pasokan air berdasarkan SNI dan National Fire Protection Association. Hal ini penting untuk mengukur semburan air dan kesesuaiannya dengan diameter selang.

Panduan Pemasangan Sistem Hydrant Gedung

Cara memasang system hydrant gedung ini tidak sembarangan, tetapi harus mengikuti standar SNI dan National Fire Protection Association (NFPA) yang berlaku di Indonesia. Salah satu perusahaaan pemadam kebakaran yang sudah terstandar ini adalah Total Fire. Perusahaan ini sudah terpercaya sejak lama. Anda dapat mempercayakan semua system pelindung kebakaran pada perusahaan ini.

Lantas, bagaimana cara penggunaan hydrant gedung? Cukup sederhana saja asalkan kita betul memahami proses jalannya air dan fungsi-fungsi komponen hydrant gedung. Hanya saja, system hydrant gedung ini tidak bisa dioperasikan oleh satu orang saja, tetapi diperlukan 3 sampai 4 orang sehingga perlu dibentuk tim yang sigap dan juga kuat. Tentunya, kuat dalam menahan beban air yang harus dikeluarkan dari hydrant pompa. System pembagian kerjanya adalah satu orang bertugas untuk membuka hydrant valve, sedangkan yang lainnya bertugas untuk membantu mengarahkan selang dan memegang nozzle untuk memadamkan sumber api.

Langkah Penggunaan Hydrant di Gedung

Berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan berkaitan dengan cara penggunaan hydrant gedung.

  1. Bukalah hydrant box untuk mengeluarkan peralatan kebakaran seperti fire hose, hose nozzle dan hydrant valve.
  2. Kemudian, ambillah fire hose, pada salah satu ujungnya, pasanglah hose nozzle dan pada ujung selang yang lain, pasanglah hydrant valve.
  3. Setelah itu, tariklah selang dan arahkan pada lokasi kebakaran dan putarlah hydrant valve hingga terbuka penuh agar api dapat segera dipadamkan.
  4. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai selang air terbelit karena akan menghambat laju air.

Setelah api dapat dipadamkan, maka langkah selanjutnya adalah merapikannya kembali dengan mematikan hydrant valve dan melepas hose nozzle. Setelah itu, pastikan tidak air pada fire hose lalu gulung lagi hingga rapi dengan hose rack. Jangan lupa masukkan pada hydrant box agar tersimpan dengan baik.

Demikianlah uraian singkat tentang komponen dan cara penggunaan hydrant gedung. Dapat disimpulkan bahwa komponen sistem instalasi ini ada tujuh, yaitu water tank, pompa hydrant, panel control, jaringan perpipaan, hydrant pillar, hydrant valve, dan hydrant box. Cara pengoperasiannya juga cukup mudah tetapi memerlukan tim yang tangguh, sigap dan kuat. Nah, salah satu perusahaan pemasok sistem instalasi ini adalah Total Fire. Perusahaan ini telah memiliki sistem yang terstandar SNI.