Sistem Pemadam CO2 di pabrik hotel data center kantor bank

Pengamanan aset-aset berharga dalam bangunan yang anda kelola tentu akan menjadi prioritas utama, khususnya terhadap bahaya kebakaran. Kasus terjadinya kebakaran pada suatu bangunan atau fasilitas publik masih cukup tinggi di Indonesia. Terlebih karena sistem pembangunan yang cukup padat di kota-kota besar. Untuk mengatasi hal tersebut, penting sekali bagi para pengelola bangunan untuk memerhatikan sistem pengamanan dan pengawasan terhadap bahaya kebakaran. Sering dengan perkembangan teknologi, sistem kerja pemadam kebakaran juga terus mengalami kemajuan. Saat ini, salah satu sistem pemadam kebakaran yang cukup diminati adalah yang berbahan CO2. Efektivitas dan keunggulan dari sistem yang satu ini tidak kalah bagus dengan sistem pemadam lainnya.

Nah, pada ulasan kali ini, kami akan membahas tentang bagaimana cara kerja sistem pemadam ini. Mari kita simak.

Apa yang Dimaksud dengan Sistem Pemadam CO2?

Sistem pemadam CO2 adalah salah satu alat pemadam kebakaran yang menggunakan gas CO2 sebagai bahan dasarnya. Gas ini biasanya difungsikan untuk di dalam ruangan. Hal ini dikarenakan efektivitasnya cukup tinggi dan tidak meninggalkan noda pada properti yang terbakar.

Sebagai bahan sistem pemadam, gas ini akan diletakkan di dalam tabung yang bertekanan. Kemudian tabung berisi gas tersebut akan dihubungkan dengan pipa dan nozzle. Sistem pemadam ini dapat berjalan secara otomatis jika mendeteksi tanda-tanda kebakaran, dan dapat dikontrol secara manual melalui kontrol panel yang terletak di luar ruangan.

Kelebihan Sistem Pemadam CO2

Salah satu kelebihan dari system dari pemadam CO2 adalah sifatnya yang ramah lingkungan, dimana gas CO2 tidak memiliki warna, bau, dan tidak meninggalkan bekas. Dengan demikian, setelah proses pemadaman api, para perssonel hanya perlu mengecek kerusakan pada properti tanpa harus membersihkannya terlebih dahulu. Tentunya, hal ini dapat mengurangi intensitas waktu dan biaya saat memadamkan api.

Penting untuk anda ketahui, sistem dari alat pemadam ini lebih efektif untuk memadamkan api pada kebakaran kelas B dan C. Sebab sistem pemadam CO2 memang di desain untuk bahan cair yang mudah terbakar atau instalasi listrik bertegangan yang rentan terhadap air. Keefektifan CO2 juga akan meningkat apabila dilakukan pada area yang tertutup, sebab CO2 merupakan unsur gas yang mudah menguap.

Di sisi lain, sistem pemadam ini memiliki resiko yang cukup besar jika terhirup oleh manusia. Jika kadar CO2 berada pada persentase sekitar 7,5% maka akan menimbulkan sesak nafas. Oleh sebab itu, sistem otomatis pada jenis pemadam ini hanya diletakkan pada titik yang jarang ditempati oleh manusia. Selain itu, sebelum gas CO2 dilepaskan, fire alarm akan dibunyikan terlebih dahulu agar orang-orang disekitar dapat melakukan evakuasi.

Bagaimana Cara Kerja dari Sistem Pemadam CO2?

Setiap jenis pemadam api memiliki sistem kerjanya masing-masing. Namun, secara umum api akan mudah menyebar jika kadar oksigen cukup tinggi, terjadi peningkatan suhu, atau kebocoran bahan bakar.

Beberapa sistem pemadam kebakaran didesain untuk mengurangi peningkatan suhu panas pada api. Akan tetapi, khusus sistem pemadam CO2, didesain untuk mengurangi kadar oksigen pada ruangan tertutup yang terjadi kebakaran.

Adapun cara kerja sistem pemadam yang satu ini pertama, terlebih dahulu sistem deteksi dini akan mengenali adanya peningkatan panas, timbulnya asap, atau terciumnya bau gas. Selanjutnya, sistem pendeteksi akan melepaskan gas CO2 ke ruangan.

Karena sistem ini cukup berbahaya untuk manusia, kadar konsentrasi gasnya harus diatur menjadi 34%-75% sehingga kondisinya aman bagi para penghuni ruangan. Mengingat CO2 atau karbondioksida memiliki massa jenis 1,5 kali lebih besar dibanding jenis gas lainnya, maka api menjadi lebih cepat dipadamkan. Sistem pemadam CO2 ini juga dapat diaktifkan secara otomatis ataupun manual.

Cara Pengoperasian Sistem Pemadam CO2 agar Bekerja Optimal

Ada beberapa cara agar sistem pemadam yang satu ini bekerja secara optimal, diantaranya adalah:

  • Mengaktifkan alarm pada instalasi pemadam CO2.
  • Mematikan seluruh blower.
  • Menutup katup udara pada blower dan katup bahan bakar yang mungkin terdapat pada ruangan.
  • Meninggalkan ruangan yang terindikasi kebakaran.
  • Menutup pintu agar kedap udara.

Jika indikator kebakaran sudah teratasi dengan baik, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah:

  • Membuka katup atau jalan masuknya udara.
  • Membuka pintu agar terjadi perputaran udara.
  • Mengaktifkan kembali blower.
  • Memeriksa dan membersihkan peralatan yang mungkin terbakar.

Nah, agar seluruh komponen instalasi sistem pemadam ini tetap bekerja optimal, perlu dilakukan pemeriksaan secara rutin. Untuk itu, anda bisa menghubungi perusahaan kami, yakni PT. Totalfire Indonesia. kami melayani jasa konsultasi terkait konstruksi sistem pemadam, pelatihan pemadaman api bagi para pegawai, hingga pemeliharaan alat pemadam. Anda dapat menghubungi kami melalui www.totalfire.co.id.

Sekian informasi yang dapat kami sampaikan tentang “bagaimana cara kerja sistem pemadam CO2”. Semoga bermanfaat.