Bencana kebakaran dapat terjadi di mana pun tanpa memandang bisnis besar ataupun kecil. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas manusia, risiko kebakaran selalu mengintai. Namun, Anda tidak perlu khawatir berlebih jika berada di fasilitas publik yang dikelola dengan baik. Di setiap lokasi keramaian, mulai dari hotel, mal, rumah sakit, hingga gedung perkantoran tempat Anda bekerja, umumnya diwajibkan menyediakan infrastruktur keselamatan berupa sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.
Dalam situasi aman dan tenang, fungsi darurat ini memang tampak tidak aktif dalam kondisi normal. Namun, informasi mengenai cara kerja keduanya sangatlah penting untuk disimak agar kita dapat memanfaatkan sarana tersebut secara optimal saat keadaan darurat terjadi. Perbedaan utama keduanya terletak pada cara mereka merespons api, satu bekerja secara dinamis untuk memadamkan, sementara yang lainnya bekerja secara struktural untuk melindungi.
Sebagai Fire Protection Specialist sejak 2005, PT Totalfire Indonesia memandang bahwa pemahaman terhadap kedua sistem ini adalah kunci mitigasi risiko. Kepatuhan terhadap sistem proteksi kebakaran ini diatur dalam PERMEN PU No. 26/PRT/M/2008 tentang persyaratan teknis sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung.
Contents
- 1 Sistem Proteksi Kebakaran Aktif: Garis Pertahanan Dinamis
- 2 Sistem Proteksi Kebakaran Pasif: Benteng Struktural yang Menetap
- 2.1 Kompartemenisasi (Penyekatan Api)
- 2.2 Sarana Penyelamatan Jiwa
- 2.2.1 Jalur Evakuasi: Arteri Keselamatan Gedung
- 2.2.2 Bebas Hambatan (Clearance Jalur)
- 2.2.3 Permukaan Non-Slip
- 2.2.4 Ramp untuk Disabilitas
- 2.2.5 Tangga Kebakaran: Zona Aman Terisolasi
- 2.2.6 Kompartemenisasi (Fire Rated Wall)
- 2.2.7 Sistem Tekanan Udara Positif (Pressurization Fan)
- 2.2.8 Handrail & Bordes
- 2.2.9 Pencahayaan & Petunjuk Darurat: Navigasi di Tengah Kegelapan
- 2.2.10 Lampu Darurat (Emergency Lighting)
- 2.2.11 Tanda “EXIT” Aktif
- 2.2.12 Piktogram Photoluminescent:
- 3 Proteksi Aktif dan Pasif: Dua Sisi Koin yang Saling Melengkapi
- 4 Sudahkah sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif di gedung Anda diuji fungsinya tahun ini?
Sistem Proteksi Kebakaran Aktif: Garis Pertahanan Dinamis
Proteksi aktif merupakan perangkat yang secara fisik bereaksi, baik secara otomatis maupun manual untuk mendeteksi dan memadamkan api. Sistem ini membutuhkan energi (listrik atau tekanan) serta aksi mekanis untuk menjalankan fungsinya. Berikut adalah komponen sistem proteksi kebakaran aktif yang bekerja secara otomatis maupun manual.
Sistem Deteksi Dini: “Indra” Bangunan
Sebelum api membesar, gedung membutuhkan sistem pendeteksi atau semacam ‘indra’ untuk mengenali ancaman. Sistem deteksi aktif memberikan tanda peringatan dini kepada penghuni agar segera mengambil tindakan. Sistem pendektesi tersebut adalah sebagai berikut:
Detektor Asap (Smoke Detector)
Terdiri dari tipe Ionization (lebih responsif terhadap api yang berkembang cepat) dan Photoelectric (lebih efektif mendeteksi asap dari pembakaran membara).
Detektor Panas (Heat Detector)
Bekerja berdasarkan kombinasi kenaikan suhu yang mendadak (Rate of Rise) atau suhu yang mencapai titik tertentu (Fixed Temperature).
Detektor Nyala (Flame Detector)
Menggunakan sensor cahaya ultraviolet atau infrared untuk mendeteksi radiasi nyala api.
Panel Kontrol Alarm (MCFA)
Ini adalah otak dari sistem aktif. Jika detektor menangkap bahaya, panel akan mengaktifkan alarm secara massal untuk memicu prosedur evakuasi.
Titik Panggil Manual (Manual Call Point)
Kadang manusia dapat menyadari adanya api lebih cepat daripada sensor. Alat ini seperti Break Glass atau Pull Down yang memungkinkan siapa pun untuk memicu alarm secara manual guna memperingatkan orang lain.
Sistem Pemadam Berbasis Air (Hydrant & Sprinkler)
Dua sistem ini adalah pilar utama dalam pemadaman gedung:
Hydrant:
Jaringan pipa air bertekanan tinggi yang dilengkapi dengan selang panjang (hose). Hydrant digunakan secara manual oleh petugas keamanan atau DAMKAR untuk memadamkan api dari dalam maupun luar ruangan.
Sprinkler
Instalasi pemercik air otomatis di langit-langit. Kepala sprinkler memiliki sensor panas yang akan pecah dan menyemburkan air tepat di atas titik api untuk mencegah kebakaran meluas ke bahan mudah terbakar lainnya.
Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
APAR merupakan perangkat portable yang menjadi garis pertahanan pertama bagi setiap orang. Karena sifatnya yang mudah dibawa, APAR harus ditempatkan di titik-titik strategis yang mudah dijangkau.
Sistem Proteksi Kebakaran Pasif: Benteng Struktural yang Menetap
Sistem proteksi kebakaran pasif mencakup berbagai sarana penyelamatan jiwa yang terintegrasi dalam konstruksi bangunan, seperti petunjuk arah darurat, pencahayaan darurat, sistem komunikasi darurat, pengendali asap, jalur evakuasi (selasar, koridor, ramp, tangga kebakaran), shaft pemadam kebakaran, serta area evakuasi di luar bangunan.
Jika sistem aktif berfungsi untuk mendeteksi dan mengendalikan kebakaran serta memberikan waktu bagi penghuni untuk menyelamatkan diri, maka sistem pasif berperan sebagai perlindungan struktural yang terintegrasi langsung ke dalam konstruksi bangunan.
Kompartemenisasi (Penyekatan Api)
Sistem pasif menciptakan pembatas agar api tidak menjalar dari satu ruangan ke ruangan lain.
Dinding & Kaca Tahan Api
Konstruksi ini dirancang untuk menahan paparan api dalam durasi tertentu (misalnya 1–2 jam), sesuai klasifikasi bangunan dan standar yang berlaku.
Pintu Darurat (Fire Door)
Pintu yang dirancang untuk membatasi perpindahan panas dan api, sehingga memungkinkan penghuni melintas dengan aman dalam durasi tertentu.
Penghalang Asap (Smoke Barrier)
Partisi yang mencegah asap beracun masuk ke dalam jalur evakuasi.
Sarana Penyelamatan Jiwa
Sistem pasif memastikan setiap orang memiliki jalur yang jelas dan aman menuju luar gedung:
Jalur Evakuasi: Arteri Keselamatan Gedung
Jalur evakuasi bukan sekadar gang atau jalan keluar biasa. Ini adalah lintasan yang dirancang secara kontinu dan tidak terputus dari titik mana pun di dalam bangunan menuju area terbuka.
Bebas Hambatan (Clearance Jalur)
Secara regulasi, jalur evakuasi tidak boleh digunakan sebagai area penyimpanan (misal: tumpukan kardus atau furnitur). Lebar jalur wajib dihitung berdasarkan beban penghuni (occupancy load) agar tidak terjadi penumpukan massa (bottleneck) saat terjadi kepanikan.
Permukaan Non-Slip
Lantai selasar dan ramp harus menggunakan material yang tidak licin, terutama jika terkena air dari sistem sprinkler.
Ramp untuk Disabilitas
Jalur evakuasi yang modern wajib menyediakan ramp (jalan miring) dengan kemiringan tertentu agar pengguna kursi roda atau orang dengan keterbatasan fisik dapat berevakuasi tanpa bantuan tangga.
Tangga Kebakaran: Zona Aman Terisolasi
Tangga kebakaran merupakan beteng di dalam gedung. Ketika seluruh ruangan dipenuhi api, tangga ini harus tetap bersih dari asap dan panas.
Kompartemenisasi (Fire Rated Wall)
Dinding tangga kebakaran harus memiliki tingkat ketahanan api (TKA) minimal 2 jam. Pintu masuknya pun menggunakan fire door yang menutup otomatis (self-closing).
Sistem Tekanan Udara Positif (Pressurization Fan)
Pada gedung tinggi, tangga darurat dilengkapi kipas mekanis besar. Saat alarm aktif, kipas ini meniupkan udara segar ke dalam tangga sehingga tekanan udara di dalam tangga lebih tinggi daripada di luar. Efeknya, asap dari lantai yang terbakar tidak akan bisa masuk ke dalam tangga meskipun pintu dibuka-tutup.
Handrail & Bordes
Rancangan tangga harus dibuat ergonomis dengan pegangan tangan di kedua sisi untuk membantu stabilitas orang saat menuruni tangga dengan cepat.
Saat kebakaran, listrik utama biasanya akan padam secara otomatis atau sengaja diputus. Tanpa navigasi visual, penghuni akan terjebak dalam disorientasi akibat asap pekat.
Lampu Darurat (Emergency Lighting)
Lampu ini memiliki baterai independen yang umumnya dirancang bertahan minimal 90 menit atau sesuai ketentuan standar yang berlaku.
Tanda “EXIT” Aktif
Tanda ini harus tetap menyala terang (backlit) agar terlihat menembus kabut asap.
Piktogram Photoluminescent:
Selain lampu listrik, banyak gedung memasang stiker glow in the dark di lantai atau dinding bagian bawah. Karena asap cenderung naik ke plafon, pandangan terbaik justru berada di area dekat lantai (ketinggian mata saat merangkak).
Proteksi Aktif dan Pasif: Dua Sisi Koin yang Saling Melengkapi
Penting untuk dipahami bahwa sistem aktif dan pasif tidak bisa berdiri sendiri. Keduanya dibutuhkan dan memiliki fungsi saling mendukung satu sama lain dalam keseluruhan keselamatan kebakaran.
Ketika detektor (Aktif) menangkap sinyal asap dan alarm berbunyi, penghuni gedung akan mengikuti petunjuk arah dan lampu darurat (Pasif) untuk menuju tangga kebakaran (Pasif). Selama proses evakuasi, dinding tahan api (Pasif) menahan panas, sementara sistem sprinkler (Aktif) bekerja membasahi area untuk mendinginkan suhu.
Integrasi kedua sistem ini bertujuan utama untuk mencegah kerugian material yang besar, namun prioritas tertingginya adalah agar tidak jatuh korban jiwa saat menunggu tindakan penyelamatan (rescue) dari petugas DAMKAR.
Tantangan Pemeliharaan
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah pengelola gedung hanya berfokus pada sistem aktif yang terlihat dominan atau mencolok (seperti pompa hydrant yang besar), namun abai pada sistem pasif (seperti pintu darurat yang sering diganjal atau jalur evakuasi yang dijadikan gudang). Tanpa pemeliharaan pada keduanya, risiko kegagalan sistem saat bencana sangat tinggi.
Sudahkah sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif di gedung Anda diuji fungsinya tahun ini?
Kebakaran adalah peristiwa yang tidak dapat diduga, namun dampaknya sangat bisa dikendalikan melalui persiapan yang matang. Membedakan fungsi aktif dan pasif adalah langkah awal untuk menyadari bahwa keselamatan merupakan sistem berlapis. Proteksi aktif memberikan alat untuk melawan, sedangkan proteksi pasif memberikan waktu dan jalan untuk bertahan hidup.
Maka, jika Anda memerlukan jasa konsultasi maupun penyediaan sistem proteksi kebakaran yang profesional dan berpengalaman, jangan ragu lagi untuk menghubungi Totalfire Indonesia. Kami hadir untuk mendukung usaha berjaga-jaga Anda demi melindungi aset berharga dan, yang terpenting, nyawa manusia.
Lindungi masa depan properti Anda hari ini. Hubungi tim ahli kami untuk mendapatkan audit keselamatan dan penawaran sistem proteksi terbaik.





