
Ada banyak sekali alat yang bisa digunakan untuk menjadi pemadam kebakaran. Alat-alat tersebut bisa diinstalasi di berbagai bangunan supaya bisa terlindungi dari kerugian yang besar akibat bencana tersebut.
Salah satu alat yang banyak digunakan untuk menjadi alat pemadam adalah fire sprinkler. Fire sprinkler biasa disimpan di plafon ruangan-ruangan dalam gedung. Ketika ada bencana kebakaran terjadi benda tersebut bisa mengeluarkan air, gas atau busa untuk mematikan api.
Fire sprinkler terdiri atas dua jenis, yaitu wet pipe system, dan dry pipe system. Keduanya memiliki perbedaan dalam segi bahan yang digunakan untuk mematikan apinya. Pada artikel ini akan dibahas lebih dalam mengenai tipe dry pipe.
Contents
Kenali Cara Kerja Dry Pipe
Sebelum mengetahui cara kerja dari salah satu sistem fire sprinkler ini akan lebih baik jika Anda tahu dulu apa fungsi umum dari fire sprinkler itu sendiri.
Sistem fire sprinkler memiliki fungsi sebagai alarm kebakaran serta tindakan untuk memadamkan api yang dilakukan secara otomatis. Jadi ketika ada suhu tinggi yang terdeteksi, sistem ini akan aktif kemudian membuat terpancar air di bagian head sprinklernya. Keluarnya air secara otomatis untuk pemadaman api tersebut dibarengi dengan suara alarm sehingga orang-orang yang berada di dalam bangunan bisa segera menyelamatkan diri.
Sebenarnya fire sprinkler ini juga dapat membuat kerugian akibat pancaran airnya tapi tentunya akan lebih ringan risikonya dibandingkan dengan api yang membakar. Sistem ini dapat menjadi penolong pertama sebelum diadakan tindakan lebih lanjut oleh pemadam kebakaran. Bahkan bisa mengatasi kebakaran yang lebih besar sehingga tidak diperlukan lagi pemadaman oleh petugas damkar.
Nah, itulah dia tugas umum dari sebuah sistem fire sprinkler. Sekarang baru kita akan kenali lebih jauh tentang sistem pipa kering ini.
Apabila wet pipe lebih cocok digunakan di tempat yang beriklim tropis atau tidak memiliki suhu dingin, penggunaan dry pipe khusus digunakan pada daerah yang suhunya dingin. Contohnya saja di Eropa Utara.
Jenis Pipa Kering Berdasarkan Sistem Kerja
Sistem kerja pipa kering terbagi menjadi dua jenis, yaitu sistem deluge dan pre-action. Perbedaan di antara dua sistem tersebut hanya pada jumlah pemicu yang bisa mengaktifkan pompa air.
Jika fire sprinkler umumnya mengeluarkan air untuk memadamkan api tapi dengan dry sistem yang dikeluarkan adalah udara. Meski berbeda media yang digunakan untuk memadamkan apinya tapi secara sistem keduanya sama. Tapi walaupun yang menjadi media utamanya adalah udara, tetap diperlukan air. Penyimpanannya adalah di tempat yang mempunyai suhu rendah supaya tidak membeku.
Nah, dry pipe system inilah yang membuat air dalam pipa tidak membeku. Jika menggunakan tipe wet pipe, air bisa membeku sehingga tidak bisa digunakan untuk memadamkan kebakaran. Selain itu dengan membekunya air dapat membuat sistem pemipaan jadi rusak.
Bagaimana dry pipe mengeluarkan udara?
Alarm pada dry pipe akan berbunyi apabila terdapat suhu panas yang muncul akibat api. Ketika alarm tersebut berbunyi, menandakan bahwa air akan segera mengalir supaya dapat memadamkan bagian sprinkler yang pecah. Pecahnya sprinkler ini disebabkan oleh suhu panas yang kemudian akan muncul gas dari dalam pipa.
Fire sprinkler tipe ini akan memberikan delay pada bagian water dan head sprinkle yang berada pada bagian tandon air.
Di dalam katup pipa kering ini harus selalu ada pasokan udara yang cukup. Pasokan udara tersebut harus bisa mengembalikan tekanan udara yang normal dari sebuah sistem dalam jangka waktu 30 menit.
Pasokan tersebut disimpan bagian kompresor yang telah terhubung pada saluran pipa untuk fire sprinkler ini.

Kekurangan Dry Pipe
Dibandingkan dengan wet pipe system, sistem ini kerjanya lebih lambat karena tidak seperti pipa basah yang selalu terisi penuh oleh air. Dry pipe harus menunggu beberapa lama sampai akhirnya udara dapat dikeluarkan lewat pompa aktif.
Selain itu biaya perawatan dan cara pemasangan sistem ini lebih rumit sulit dan mahal apalagi karena sistem pipanya harus berukuran lebih besar. Tujuannya adalah agar dapat menahan udara yang bertekanan.
Masalah utama yang paling sering terjadi pada fire sprinkler dengan tipe ini adalah kondensat beku. Head sprinkle dengan sistem ini akan pecah jika terjadi kebakaran apabila udara lembab atau panas yang seharusnya disalurkan ke bagian sprinkler air membeku dan mengembun karena lewat ke ruangan dingin.
Jika Anda ingin melakukan pemasangan dry pipe system atau alat pemadam kebakaran lainnya bisa langsung menghubungi kami melalui nomor WA 0812 2954 5016 dan telepon 0811 823 279 atau ke alamat email: info@totalfire.co.id untuk mendapatkan layanan dan penawaran terbaik! Contact us now!