Pentingnya Detektor Kebakaran Di Ruang Genset

detektor kebakaran di ruang genset, di pabrik, di gudang

Sebagai sumber listrik alternatif, genset memberikan solusi ampuh tatkala aliran listrik padam dalam waktu lama. Tak dapat dipungkiri, tingkat ketergantungan masyarakat modern terhadap listrik sunguh besar. Sebab, hampir seluruh aktivitas manusia saat ini dibantu oleh peralatan elektrik. Bahkan untuk aktivitas rumah tangga yang dinilai paling sederhana sekalipun, seperti menanak nasi, mencuci pakaian, memanggang makanan, hingga membersihkan debu di perabotan, telah mengandalkan produk-produk elektronik. Dengan adanya genset, seluruh aktivitas tetap berjalan kapan saja walau listrik padam.

Namun di balik manfaatnya itu, jarang terpikir oleh kita untuk menyediakan alat detektor kebakaran di ruang genset. Padahal pada berbagai peristiwa kebakaran hebat yang pernah terjadi, genset cukup sering ditunjuk sebagai salah satu penyebab. Salah satu contoh, kebakaran yang menimpa sebuah apartemen bertingkat di kawasan Cinere, Depok, beberapa tahun silam. Disinyalir, peristiwa tersebut disebabkan karena kesalahan teknis dalam penggunaan genset. Tak tanggung-tanggung, api melalap seluruh bangunan apartemen selama 8 jam lebih.

              Jenis Detektor Kebakaran Di Ruang Genset Yang Paling Tepat

Saat menyala, mesin genset mengeluaran hawa panas dan bunyi yang mengganggu. Atas alasan tersebut genset selalu ditempatkan pada ruangan khusus yang jauh dari ruang utama dan jarang dimasuki oleh orang-orang yang tidak berkepentingan. Namun, penempatan yang jauh dari jangkauan telinga justru dapat mengurangi kepekaan kita terhadap ancaman bahaya. Tanda-tanda akan terjadinya kebakaran yang disebabkan oleh genset bermasalah tidak lekas tertangkap indera. Alhasil api terlanjur berkobar hebat dan meluas kemana-mana karena upaya pemadaman telah dilakukan.

Salah satu cara paling efektif mengantisipasi terjadinya kebakaran adalah dengan menempatkan detektor kebakaran di ruang genset. Detektor kebakaran merupakan alarm yang dapat memberitahukan kita bahwa ada sinyal-sinyal yang kemungkinan besar dapat mengakibatkan kebakaran jika tidak segera diatasi. Alat ini dilengkapi dengan sensor khusus agar bisa mengenali perubahan abnormal pada zona tertentu.

Contohnya, temperatur suhu yang meningkat drastis secara mendadak, kepulan asap, bau gas, dan percikan api. Saat sensor mengenali tanda-tanda perubahan tersebut, maka alat ini otomatis berbunyi dan lampu indikator menyala. Sehingga semua orang yang berada di zona sekitar tersadar dan bisa segera mengambil tindakan seperti memadamkan api dengan APAR atau menghubungi jasa pemadam kebakaran.

Ada beberapa jenis alat pendeteksi api yang biasa digunakan pada rumah maupun gedung-gedung bertingkat. Namun, tiap jenis tentu dilengkapi dengan sensor yang berbeda-beda. Berikut jenis fire detector yang dimaksud:

  1. Smoke Detector

Smoke detector merupakan alat pendeteksi kebakaran yang mampu menangkap adanya sinyal-sinyal kebakaran melalui asap. Alat ini dirancang dengan ruangan khusus penampung partikel asap. Ketika partikel asap yang masuk ke dalamnya melebihi ambang batas (threshold) maka lampu indikator akan menyala dan alarm bell berbunyi. Jenis ini paling pas ditempatkan pada ruangan-ruangan yang berpotensi lebih mudah menghasilkan banyak asap ketika tersulut api.

Contoh, gudang ban, gudang kasur, gudang karpet, dan sebagainya. Terkadang ditempatkan pula pada no smoking area supaya mudah mengetahui siapa yang masih berani merokok di ruang bebas asap rokok.

  1. Flame Detector

Flame detector juga bagian dari alat pendekteksi kebakaran. Bedanya dengan smoke detector adalah flame detector mengidentifikasi tanda-tanda awal kebakaran melalui percikan api. Sensornya menangkap sinar radiasi ultraviolet yang dimunculkan oleh nyala api. Sehingga benda ini tidak akan bekerja ketika menangkap sinar lain seperti lampu ruangan, infrared, dan sinar-sinar lain yang bukan ditimbulkan oleh api. Tingkat responsive flame detector sangat tinggi, bahkan dar jarak 3-4 meter.

  1. Heat Detector

Heat detector diberkati dengan sensor pendeteksi panas. Mampu merespons sinyal lebih luas dibandingkan dua jenis fire detector sebelumnya. Benda ini bekerja dengan cara mendeteksi perubahan temperatur suhu sekitar. Apabila temperatur telah mencapai 550-600 , maka heat detector akan beraksi sebagai tanda bahaya. Berarti ada peralatan yang suhunya sudah sangat panas dan perlu segera dinonaktifkan sebelum muncul percikan api.

Di banding dua jenis sebelumnya, heat detectorlah yang dinilai paling layak sebagai alat detektor kebakaran di ruang genset. Selain itu, cocok juga di pasang di zona-zona yang bersuhu panas atau cenderung pengap seperti dapur dan basement. Semoga bermanfaat.