Inilah Antisipasi Sistem Pencegahan Bahaya Kebakaran Ala Produsen Terkemuka

sistem pencegah bahaya kebakaran pabrik gudang gedung jakarta

Menjadi ketakutan tersendiri ketika kita dihadapkan dengan kebakaran. Pengondisian pikiran agar tetap sadar adalah suatu tantangan saat peristiwa kebakaran tersebut benar-benar kita alami. Berbagai upaya akan diakukan untuk menyelamatkan harta benda, jiwa, maupun lingkungan agar tidak ikut terbakar. Akan tetapi, sebelum peristiwa itu terjadi kita perlu melakukan berbagai pencegahan atau antisipasi agar tidak terjadi kebakaran. Sistem pencegahan bahaya kebakaran penting dilakukan oleh semua pihak sehingga resiko-resiko yang akan terjadi saat kebakaran bisa diminimalisasi dan pada akhirnya kebakaran pun dapat dikendalikan.

Pencegahan Agar Tidak Terjadi Kebakaran

              Pada hakikatnya, pencegahan kebakaran merupakan suatu bentuk upaya untuk mengatasi kebakaran agar peristiwa tersebut tidak terjadi. Dalam rangka pencegahan tersebut, perlu adanya beberapa hal untuk diperhatikan, prinsip-prinsip dasar dalam sistem pencegahan bahaya kebakaran, di antaranya:

  • Pengawasan lingkungan secara terjadwal.
  • Pembangunan dari bahan yang tahan terhadap api.
  • Pemeriksaan kebakaran dini dan cara memadamkannya,
  • Pencegahan agar tidak terjadi kecelakaan yang disebabkan oleh kepanikan.
  • Pengendalian kerusakan sebagai dampak dari kebakaran serta cara pemadamannya.

Menurut IFTSA, setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan guna melakukan pencegahan dalam rangka menghindari terjadinya kebakaran, di antaranya:

  • Melaksanakan kegiatan penyuluhan.
  • Mengawasi secara berkala terhadap bahan-bahan bangunan.
  • Mengawasi barang-barang yang ditempatkan dan digunakan.
  • Mengawasi alat-alat yang mampu menghasilkan api.
  • Mengadakan fasilitas pamadam kebakaran.
  • Membuat sarana penyelamatan dan evakuasi.
  • Mengadakan sarana pendeteksi kebakaran.
  • Melaksanakan pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
  • Mempersiapkan SOP kebakaran.

Selain itu, perlu diperhatikan terkait dengan sarana penyelamatan jiwa. Sarana ini dalam rangka penyiapan untuk dipergunakan oleh penghuni maupun petugas pemadam kebakaran  sebagai upaya penyelamatan jiwa manusia ataupun harta benda apabila terjadi kebakaran. Penyelamatan jiwa merupakan hal terpenting karena tidak dapat digantikan dengan apapun. Pengaturan pengamanan terhadap bahaya kebakaran dimaksudkan untuk mewujudkan pelaksanaan terkait bangunan gedung yang aman terhadap bahaya-bahaya kebakaran mulai dari perencanaan, pelaksanaan pembangunan sampai pada tahap pemanfaatan sehingga bangunan gedung senantiasa andal dan berkualitas sesuai dengan fungsinya.

Beberapa hal yang terkait dengan penyelamatan jiwa antara lain:

  1. Jalan Keluar

Berdasarkan Perda DKI Jakarta No. 3 Tahun 1992, sarana jalan keluar merupakan jalan yang aman terhadap bahaya-bahaya kebakaran yang mana keseluruhannya tahan terhadap api. Jalan keluar yang sesuai standar perlu memperhatikan beberapa hal, yaitu: tidak ada halangan apapun dan tidak terputus untuk menuju jalan umum, termasuk adanya jalan penghubung, pintu penghubung, jalan lantai, jalan penghubung, tangga kedap asap, tangga terlindung, pintu jalan keluar, serta halaman luar.

Sarana jalan keluar yang digunakan ketika terjadi kebakaran wajib bebas dari hambatan apapun. Hal ini dalam rangka memperlancar prosedur evakuasi para penghuni untuk menuju titik kumpul yang aman. Jalan keluar tidak boleh licin, lebar sekitar 2 m serta memiliki petunjuk-petunjuk untuk menuju ke pintu darurat.

  1. Penanda Arah

Tanda atau petunjuk arah untuk keluar wajib bertuliskan “EXIT” atau “KELUAR” dengan ukuran yang dapat dilihat seluruh orang. Selain itu, perlu adanya sumber daya seperti listrik atau baterai guna menerangi tulisan. Penanda arah haruslah memiliki dasar warna putih, tulisannya hijau, atau sebaliknya. Yang perlu diperhatikan agar adanya keyakinan para penghuni pada saat kebakaran adalah tanda jalan keluar harus mudah terlihat dan terbaca sehingga memudahkan orang-orang untuk melakukan evakuasi.

  1. Pintu Darurat

Menurut NFPA, pintu darurat merupakan pintu yang difungsikan sebagai jalan keluar sebagai cara penyelamatan jiwa ketika terjadi peristiwa kebakaran. Hal yang perlu diperhatikan pada pintu darurat adalah daun pintu harus membuka keluar dan apabila tertutup pintu tidak bisa dibuka dari luar, pintu tidak dikunci, pintu tidak terhalang apapun, pintu bersambungan langsung dengan tangga, jalan penghubung, atau titik evakuasi.

  1. Tangga Darurat

Tangga darurat kebakaran merupakan tangga yang dikhususkan untuk menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi. Tangga ini merupakan tangga alternatif apabila tangga utama yang biasa digunakan tidak mampu berfungsi akibat rusak atau terkerubung oleh api. Hal yang perlu diperhatikan adalah tangga darurat harus dilengkapi dengan pintu otomatis yang dapat menutup serta tahan api, selain itu tangga darurat harus tersabung dengan tempat terbuka evakuasi.

  1. Lampu Darurat

Lampu darurat digunakan saat terjadi pemadaman listrik akibat peristiwa kebakaran, beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu: lampu berwarna kuning, ruangan yang disinari merupakan jalan menuju pintu darurat, sumber listrik dari baterai atau kabel khusus.

Demikianlah penjelasan singkat terkait dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran. PT Totalfire Indonesia berkomitmen untuk memberikan informasi yang penting seputar antisipasi peristiwa kebakaran. Diharapkan hal-hal tersebut diperhatikan agar kita tidak mengalami kerugian karena peristiwa tersebut dapat dicegah. Jaga lingkungan dan pastikan tempat aman dari kebakaran.