Mengenal Sistem Sprinkler Kebakaran Untuk Proteksi Bangunan

sistem sprinkler bangunan gedung office pabrik gudang kapal

Sistem sprinkler kebakaran merupakan salah satu jenis proteksi aktif untuk memadamkan api yang muncul di dalam bangunan. Alat yang satu ini cukup populer digunakan dan terbukti efektif mencegah timbulnya kebakaran. Pemasangan sprinkler untuk berbagai kebutuhan bisa dilakukan dengan menggunakan layanan jasa kontraktor fire protection profesional.

Cara Kerja Sprinkler Kebakaran

Sprinkler kebakaran banyak digunakan di berbagai bangunan seperti pabrik dan perusahaan. Sistem ini mengandung sistem suplai air dengan tekanan yang cukup sehingga air dapat memancar pada area yang terdeteksi muncul panas atau asap yang dapat memicu kebakaran. Bagaimana cara kerjanya?

  1. Sprinkler Kebakaran Mendeteksi Panas

Sprinkler bekerja dengan menggunakan sensor panas. Ini bekerja saat terdeteksi panas pada sistem. Udara yang panas yang memenuhi ruangan karena kebakaran bisa terdeteksi saat mencapai kepala sprinkler. Kebanyakan kepala sprinkler dilengkapi dengan cairan glycerin. Cairan ini menyebar saat kontak dengan udara panas. Saat cairan tersebut menyebar maka sprinkler akan menjadi aktif dan menyemprotkan air.

  1. Sprinkler Kebakaran Memadamkan Api

Setiap kepala sprinkler tersambung dengan sebuah pipa yang terhubung dengan sumber air di luar bangunan. Saat panas mengaktifkan kepala sprinkler, sebuah katup terbuka sehingga air dari sistem pipa dapat keluar. Penting agar air dari sprinkler mendapat tekanan yang cukup sehingga bisa memancar dengan baik dan memadamkan api. Menurut data, ini cukup efektif untuk mencegah api membesar karena secara otomatis langsung bisa mengeluarkan air saat kebakaran masih kecil.

  1. Sprinkler Meminimalkan Kerusakan

Sistem sprinkler kebakaran kadang disalahartikan bekerja bersamaan saat mendeteksi panas. Sebenarnya kepala sprinkler ini berfungsi secara individu, sehingga bisa efisien dan tepat pada sasaran. Api umumnya bisa dipadamkan hanya dengan satu atau dua sprinkler yang aktif. Ini bisa mengurangi penggunaan air yang tidak perlu. Apalagi air yang dikeluarkan cenderung tidak terlalu banyak daripada semprotan biasa sehingga tidak banyak merusak properti bangunan.

Pada pemadaman biasa, air yang digunakan cenderung banyak dan ini bisa merusak berbagai benda yang ada di dalam bangunan. Adanya sprinkler kebakaran bisa meminimalkan kerusakan karena pemadaman dilakukan saat api masih mulai muncul dan air yang digunakan tidak banyak.

Tipe Sistem Sprinkler Kebakaran

Sprinkler kebakaran memiliki beberapa tipe yang dapat dipilih. Cara kerjanya hampir sama namun dengan kelebihan masing-masing. Berikut ini beberapa tipe sprinkler kebakaran:

  1. Sistem Wet Pipe Fire Sprinkler

Tipe sprinkler yang satu ini memiliki pipa yang terisi air. Saat kebakaran terjadi, panas yang terdeteksi dapat memicu kepala sprinkler untuk mengeluarkan air yang berada di dalam pipa. Setiap kepala pipa bekerja secara mandiri sehingga tidak akan membasahi daerah yang tak perlu. Keuntungannya yaitu dapat membantu mengurangi kerusakan properti bangunan setelah pemadaman api.

  1. Sistem Dry Pipe Sprinkler

Pada lokasi yang memiliki iklim dingin, pipa yang terisi air akan berisiko membeku dan menjadi tidak efisien. Dalam kasus ini, pipa tidak diisi air dan hanya didesain dapat mengeluarkan air saat kepala sprinkler aktif. Jenis sprinkler yang satu ini lebih kompleks daripada wet pipe sprinkler. Namun karena air tidak terisi pada pipa maka sistem ini membutuhkan waktu untuk merespon api. Dry pipe sprinkler lebih disarankan untuk daerah yang bersuhu dingin.

  1. Sistem Foam Fire Sprinkler

Selain air, ada juga sistem foam fire sprinkler yang bisa memadamkan api menggunakan foam. Jadi sprinkler yang satu ini didesain untuk mengeluarkan campuran air dan foam. Ini direkomendasikan untuk bangunan yang memiliki bahan-bahan berbahaya dan cairan mudah terbakar seperti pabrik, hanggar pesawat, tempat kerja, dan lain-lain. Cara kerjanya sendiri serupa dengan sprinkler yang menggunakan air.

  1. Sistem Deluge Fire Sprinkler

Sistem sprinkler yang satu ini didesain tanpa adanya elemen sensor panas yang terdapat pada sistem pipa basah dan kering. Saat katup membuka maka air akan langsung keluar dari pipa dan semua kepala sprinkler menyemprot ke keseluruhan area. Tipe ini tidak umum digunakan di rumah namun umumnya ditemukan di industri yang mengandung cairan yang mudah terbakar.

Pemanfaatan Sistem Sprinkler Kebakaran

Sprinkler kebakaran dapat digunakan di berbagai jenis bangunan. Ini umumnya digunakan untuk kebutuhan bangunan seperti pabrik, gedung bertingkat, hotel, sampai apartemen. Namun bisa juga digunakan untuk rumah tinggal dengan memperhatikan jenis dan ukuran yang sesuai.

Pemasangan sprinkler kebakaran sendiri perlu dilakukan oleh profesional yaitu kontraktor jasa fire protection. Di Indonesia, bisa menghubungi Totalfire Indonesia yang memberikan layanan untuk perlindungan kebakaran termasuk pemasangan berbagai jenis fire sprinkler. Pemasangan alat proteksi kebakaran ini memang tak bisa sembarangan karena ada pipa yang tersambung ke sumber air dan kepala sprinkler yang harus terpasang dengan baik.

Sistem sprinkler kebakaran secara umum bisa dimanfaatkan pada berbagai jenis bangunan. Ukuran dan jenisnya dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing ruangan apakah ada bahan-bahan berbahaya yang harus diperhatikan lebih lanjut.