kebakaran kelas c perangkat listrik konslet

Kebakaran bisa dibedakan menjadi beberapa kelas, yaitu Kelas A, B, C, D, dan K. Kebakaran kelas C merupakan jenis kebakaran yang melibatkan peralatan listrik, perlengkapan listrik, atau kabel listrik. Lebih jauh mengenai kebakaran jenis ini dan cara menanggulanginya akan dibahas dalam penjelasan berikut.

Apa itu Kebakaran Kelas C?

Kebakaran class C adalah kebakaran yang disebabkan oleh elemen listrik berenergi. Adanya kata berenergi berarti bahwa komponen listrik tersebut (baik peralatan, kabel, perangkat listrik, dll) terhubung dengan sumber listrik. Komponen listrik menjadi berbahaya dan berisiko kebakaran jika terhubung dengan sumber listrik.

Kebakaran jenis ini bisa diakibatkan oleh kabel yang rusak, korsleting, outlet listrik yang kelebihan beban, perangkat yang terlalu panas, kelebihan daya, dan lain-lain. Selama peralatan tersebut terhubung dengan sumber listrik, daya bertindak sebagai sumber pengapian yang berkelanjutan. Di mana ada peralatan dan/atau kabel bermuatan listrik maka ada risiko kebakaran class C.

Kebakaran jenis ini sangat berbahaya karena bisa tetap ada sampai sumber listrik dicabut. Sampai saat itu, ada juga risiko tersengat listrik. Oleh karena itu penting untuk lebih dulu mematikan listrik di sekitar area kebakaran.

Bahan pemadam api yang berbasis air tidak dapat digunakan dalam kebakaran class C ini. Ini karena bahan air bisa menghantarkan arus listrik, sehingga berpotensi menyebarkan listrik dan sumber api. Air juga malah bisa mengakibatkan individu tersengat listrik saat menggunakan alat pemadam.

Alat pemadam api kelas C digunakan untuk memadamkan api yang disebabkan oleh elemen listrik berenergi. Jika sumber energi dihilangkan dari api maka itu tidak lagi memenuhi syarat sebagai api kelas C dan menjadi kelas lainnya. Namun melepas sumber listrik kadang tidak selalu memungkinkan.

Tipe Pemadam untuk Kebakaran kelas C

Bahaya tersengat listrik bisa disebabkan oleh api kelas C. Penting untuk menggunakan alat pemadam api kelas C agar risiko bahaya tersebut dapat dicegah. Seperti yang telah dijelaskan, alat pemadam berbasis air secara umum tidak efektif dan bahkan berbahaya jika digunakan.

Alat pemadam kelas C menggunakan agen yang mampu memisahkan antara unsur segitiga api, yaitu bahan bakar, panas, dan oksigen. Dengan cara ini, meski listrik dan sumber api masih terhubung, api dan panas bisa ditekan dan dipadamkan. Namun tentu akan lebih baik jika sumber listrik terputus. Oleh karena itu perlu proses pemadaman yang aman dan cepat.

Ketika sumber listrik terputus, namun api menyebar ke area lain dengan bahan bakar berbeda maka alat pemadam bisa ditukar. Alat pemadam kelas C bisa ditukar dengan alat pemadam kelas lainnya yang lebih efektif.

fire alarm system rumah sakit kontraktor pemadam kebakaran

Nah berikut ini beberapa tipe pemadam yang termasuk dalam pemadam api kelas C.

  • Karbon Dioksida: Pemadam CO2 bekerja dengan mencekik api. Ini menghilangkan elemen oksigen dan menghilangkan panas. Alat pemadam api ini juga bisa digunakan pada kebakaran kelas B.
  • Zat kimia kering. Alat pemadam ini bekerja dengan mengganggu reaksi kimia pada segitiga api. Alat pemadam ini menggunakan bubuk kimia kering yang bisa menahan radiasi panas yang ditimbulkan oleh api. Serbuk yang disemprotkan bisa membantu mengatasi api kelas C dengan aman. Pemadam api dengan bubuk kering ini bisa untuk api kelas C dan B, serta versi serbaguna juga bisa digunakan untuk kebakaran kelas A.
  • Clean agent: Alat pemadam ini menggunakan bahan halon dan/atau halocarbon. Bahan bersih ini efektif digunakan untuk pemadaman kebakaran kelas B dan C, dan kadang pada kelas A juga. Sama seperti zat kimia kering, agen bersih bekerja dengan mengganggu reaksi kimia segitiga api serta menghilangkan panas. Perbedaannya yaitu clean agent tidak meninggalkan residu dan bisa menembus area yang sulit dilihat dan dijangkau.
  • Water mist/kabut air: alat pemadam water mist merupakan pengembangan yang lebih baru dari alat pemadam berbasis air standar. Ini dapat memadamkan bahaya listrik tanpa risiko tersengat listrik. Alat pemadam ini bisa menghilangkan elemen panas dari segitiga api. Ini bisa digunakan untuk kebakaran kelas A dan kelas C.

Alat ini dapat digunakan pada kebakaran kelas C karena alat pemadam ini menggunakan air deionisasi yang tidak menghantarkan listrik. Air tersebut dinyatakan sebagai kabut dan bukan aliran yang meningkatkan karakteristik pendinginan dan mengurangi hamburan bahan yang terbakar.

Perlu diingat pada kebakaran jenis ini, setelah nyala api padam, masih ada bahaya sengatan listrik selama peralatan dan elemen terhubung dengan sumber listrik. Jika waktu terlalu lama, agen pemadam bisa kehilangan keampuhannya sehingga api dapat menyala kembali. Penting untuk menjaga area kebakaran agar tetap aman sampai aliran listrik benar-benar terputus.

Bagi yang ingin memiliki alat pemadam kebakaran kelas C dan kelas lainnya bisa mempercayakan pada distributor profesional. PT. Totalfire Indonesia menyediakan berbagai jenis alat pemadam kebakaran. Kami memiliki ahli yang telah berpengalaman dan bisa membantu menyediakan alat pemadam yang dibutuhkan.