Alat-Alat Yang Harus Ada Dalam Penerapan Sistem Manajemen Kebakaran

alat alat sistem manajemen kebakaran kontraktor pemadam kebakaran fm200 novec foam system

Sistem manajemen kebakaran sangat berguna untuk gedung, lingkungan, maupun alat transportasi. Terutama, alat transportasi yang memuat penumpang dalam skala besar seperti pesawat ataupun kapal laut.

Sistem manajemen kebakaran sendiri tak akan berjalan optimal tanpa kehadiran alat penunjang. Alat-alat penunjang itu bisa bantu sistem keamanan kebakaran dalam upaya meminimalisasi efek buruk kebakaran.

Adapun beberapa alat di antaranya adalah:

  1. Alat Pendeteksi

Dalam sistem manajemen kebakaran, alat pendeteksi berfungsi untuk melacak potensi kebakaran di suatu tempat. Berdasarkan objek yang dideteksi, alat pendeteksi terbagi atau beberapa jenis, yaitu:

  • Heat Detector

Alat ini bisa mendeteksi kebakaran melalui panas suatu ruangan. Heat detector biasa disimpan di area yang punya suhu panas cukup tinggi. Semisal ruang genset, ruang panel, dan dapur.

  • Gas Detector

Lewat kebocoran sebuah gas, alat ini bisa melacak terjadinya kebakaran di suatu ruangan. Gas detector sangat cocok diletakkan di ruangan yang berisi gas, atau ditempatkan di dalam rumah.

  • Flame Detector

Kalau yang satu ini bisa melacak kebakaran dari api yang menyala di dalam ruangan. Flame detector bisa melacak api penyebab kebakaran lewat bantuan sina ultraviolet dan infrared.

Jenis alat pendeteksi ini biasanya ditempatkan di ruangan yang memiliki panel listrik dan mesin. Selain itu, alat ini juga lazim di tempat di dalam ruangan bebas asap seperti ruang meeting dan ruangan “no smoking”. Dan sesuai namanya, smoke detector bisa melacak kebakaran dari asap menggumpal yang muncul dalam suatu ruangan.

  1. Lampu Darurat

Kala kebakaran terjadi, lampu dan listrik dalam suatu ruangan pastilah mati. Ini tentu bikin penghuni ruangan panic dan sulit untuk melihat sekitar. Untungnya, hal itu bisa diantisipasi dengan kehadiran alat satu ini.

Lampu darurat mampu menyala dengan terang saat ruangan betul-betul mati, dan kebakaran tengah terjadi. Untuk mengoptimalkan fungsi alat ini, pastikan untuk memakainya hanya saat kebakaran terjadi saja. Selain itu, tempatkan di tempat yang tak jauh dari pintu keluar, agar orang-orang bisa menuju pintu keluar dengan mudah.

  1. Pintu Darurat Dan Jalur Evakuasi

Dua alat ini kami jadikan satu paket karena keduanya saling melengkapi. Pintu darurat merupakan pintu yang kelak menghubungkan penghuni ruangan dengan jalur evakuasi. Selain itu, pintu darurat juga bisa memperlambat laju api penyebab kebakaran.

Di lain pihak, jalur evakuasi bisa membantu orang-orang untuk keluar dari tempat terjadinya kebakaran. Agar berfungsi maksimal, jalur evakuasi harus dibuat dengan perencanaan yang sangat matang, serta dilengkapi dengan petunjuk arah yang jelas.

  1. Area Aman Evakuasi

Setelah melewati jalur evakuasi, orang-orang akan masuk ke area yang juga menjadi salah satu alat sistem keamanan. Area aman evakuasi adalah area yang kami maksud. Seperti halnya jalur evakuasi, alat ini juga mesti dirancang dengan perencanaan yang matang.

Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan kala membuat area aman evakuasi. Beberapa di antaranya adalah luas areanya yang mesti sangat luas agar bisa menampung banyak orang; serta bisa diakses siapa pun.

  1. Hidran (Hydrant)

Bila kebakaran terjadi dalam skala besar, alat ini akan sangat berguna. Lewat hidran, pemadam kebakaran bisa mendapatkan suplai air yang maksimal, sehingga ia bisa memadamkan kebakaran yang skalanya begitu besar. Untuk hasil optimal, sebisa mungkin tempatkan alat ini di tempat strategis atau di luar area bangunan (jika hendak memasang alat ini di area bangunan). Pastikan pula hidran terpasang di tempat yang memiliki sumber air berlimpah.

Yang Perlu Dipertimbangkan

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat hendak memilih atau memasang alat penyokong sistem manajemen kebakaran. Hal-hal tersebut adalah:

  • Luas ruangan atau tempat.
  • tingkat bahaya kebakaran yang terjadi di suatu tempat.
  • Akses tempat alat itu dipasang. Pastikan bahwa alat yang dipasang bisa diakses siapa saja.
  • Benda-benda yang ada di tempat pemasangan alat. Semisal mesin, komputer, kompor gas, dan lain sebagainya. Hal ini berlaku bila hendak memasang alat penyokong sistem keamanan kebakaran di gedung ataupun bangunan.

Selain hal-hal di atas, kamu juga harus mempertimbangkan siapa pihak yang bakal membantumu nanti. Terutama, saat hendak menerapkan sistem manajemen kebakaran beserta alat-alatnya. Beruntung, sekarang sudah ada sejumlah jasa fire protection yang bisa bantu kita untuk hal tersebut.

Dan salah satunya tentu Totalfire Indonesia. Berpengalaman selama kurang lebih 15 tahun, Totalfire bisa bantu kita menerapkan sistem manajemen kebakaran beserta alat-alatnya dengan baik. Dan tentu saja, sesuai dengan standar yang ada. Entah itu standar nasional maupun standar internasional, khususnya NFPA.

Demikianlah pembahasan pada artikel ini. Silakan isi kolom komentar bila ada saran, pertanyaan, ataupun koreksi pada artikel kali ini. Sampai berjumpa di artikel berikutnya!