Cari Tahu Semua Informasi Tentang Pendeteksi Kebakaran Di Tulisan Ini

sistem pendeteksi kebakaran di pabrik data center bank kapal

Kebakaran dalam sebuah gedung dapat terjadi kapan saja dan dalam waktu yang relatif singkat. Percikan api dapat berubah menjadi Si Jago Merah yang siap melalap habis seluruh gedung dan isinya. Tak dapat dibayangkan jika semua ini harus terjadi. Tidak hanya dokumen penting yang harus hancur menjadi abu, namun sangat mungkin mengorbankan banyak nyawa. Oleh karena itulah, di setiap gedung perlu dibekali alat pendeteksi kebakaran.

Pendeteksi kebakaran atau fire detector merupakan alat yang digunakan untuk mendeteksi terjadinya kebakaran. Tentunya, agar sumber kebakaran dapat segera ditemukan dan api dipadamkan sehingga tidak membesar serta meminimalisasi kerugian sejak dari awal.

Cara Kerja Pendeteksi Kebakaran

Lantas, bagaimana cara kerja pendeteksi kebakaran ini? Cara kerjanya tidak jauh berbeda dengan sistem panca indra kita. Ketika tiba-tiba ada api di sekitar kita, maka secara cepat hidung kita akan merasakan bau asap dan kulit kita akan merasa panas. Begitu juga dengan cara kerja alat ini, jika tiba-tiba ada kemunculan sekumpulan asap yang cukup banyak atau ada suhu yang sangat panas, maka sirene dalam alat ini akan berdering sangat keras sebagai tanda adanya bahaya atau ancaman kebakaran. Kalau sudah begini, petugas akan mencari sumber api dan semua warga gedung dapat menyelamatkan diri.

Jenis-Jenis Pendeteksi Kebakaran

Kebakaran dapat dideteksi dari banyaknya asap, suhu udara yang tiba-tiba menjadi panas, dan terlihatnya nyala api sehingga alat pendeteksi kebakaran juga didasarkan pada hal ini. Jenis pendeteksi kebakaran terbagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut ini.

  1. Alat Pendeteksi Asap (Smoke Detector)

Cara kerja alat ini adalah dengan mendeteksi banyaknya asap yang tiba-tiba muncul. Asap tersebut diasumsikan sebagai api yang menyala dalam suatu ruangan sehingga berdering keras karena menangkap sinyal berbahaya.

Tahukah Anda bahwa alat pendeteksi asap ini terbagi menjadi 4 jenis, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Detektor Asap 2 kabel

Cara kerja detektor asap ini adalah dengan mengintegrasikan fire alarm panel ke dalam sistem kerja 2 kabel. Alat ini juga menggunakan teknologi phothoelectric yang tertempel pada sensornya. Item ini berfungsi untuk meningkatkan akurasi dan meminimalisasi adanya alarm palsu. Detektor asap ini dapat diletakkan di ruang mana saja yang kita pandang perlu detektor asap untuk menunjukkan kebakaran.

  • Detektor Asap 4 Kabel

Cara kerja detektor asap jenis ini adalah dengan mengintegrasikan berbagai jenis alarm panel ke dalam sistem kerja 4 kabel.  

  • Multi Detektor Asap

Cara kerja detektor ini adalah dengan menggabungkan sistem kerja detektor asap dua kabel dan empat kabel.

  • Stand alone Smoke Detector

Detektor jenis ini lebih canggih dibandingkan dengan ketiga jenis yang lain karena dapat berdiri sendiri tanpa ada koneksi ke control panel. Sumber energy yang digunakan dalam detektor ini adalah baterai sehingga mudah ditempatkan dan dioperasikan.

  • Alat pendeteksi Panas (Heat Detector)

Alat ini dapat mendeteksi adanya api melalui suhu ruang yang tiba-tiba naik. Alat ini akan memberikan peringatan melalui bunyi sirine jika suhu ruangan tiba-tiba mencapai 50 C sampai dengan 60C.

  • Alat Pendeteksi Api (Flame Detector)

Alat ini mendeteksi datangnya api secara langsung, yaitu melalui sistem kerja yang terintegrasi antara UV (ultra violet), IR (infr red), pencitraan visual api, dan spektroskopi sehingga alarm kebakaran dapat berdering.

Selanjutnya, berikut ini jenis-jenis pendeteksi api yang perlu untuk diketahui bersama.

    • UV Flame Detector, teknologi ini mendeteksi kebakaran dengan menggunakan sensor sinar UV. Adanya radiasi dengan spectral mulai dari 180 sampai dengan 260 nanometer menunjukkan bahwa telah terjadi kebakaran di ruangan tersebut
    • UV/IR Flame Detector, teknologi ini merupakan penyempurnaan dari teknologi sebelumnya
    • Multi-Spectrum IR Flame Detector (MSIR), teknologi ini memanfaatkan secara multipel daerah spectral IR untuk mendeteksi kebakaran
    • Visual Flame Imaging Detector, teknologi ini memanfaatkan perangkat CCD image sensors untuk memvisualisasikan adanya sumber kobaran api.
  • Alat Pendeteksi Gas (Gas Detector)

Kebakaran dapat terdeteksi dari banyaknya gas yang ada diruangan tersebut. Alat ini mampu mendeteksi kebocoran gas dengan jenis Liquefied Petroleum Gas (LPG), dan Liquefied Natural Gas (LNG). Tidak sedikit kebakaran berasal dari kebocoran gas atau ledakan tabung gas. Oleh karena itu, alat ini sangat cocok diletakkan di dapur sehingga dapat meminimalisasi adanya kebakaran berasal dari tabung gas.

Demikianlah, berbagai macam alat pendeteksi kebakaran yang dapat kita gunakan untuk melindungi gedung dari bahaya kebakaran. Saat ini, salah satu perusahaan penyedia alat pendeteksi kebakaran yang cukup representatif adalah TotalFire. Perusahaan ini selalu mengikuti perkembangan teknologi untuk menciptakan alat pendeteksi kebakaran yang tercanggih sehingga mampu menekan terjadinya kebakaran.