Awas Kebakaran! Lindungi Penumpang Kapal Dengan 5 Cara ini, instalasi pemadam kebakaran di kapal penumpang.

instalasi pemadam kebakaran di kapal penumpang

Bagi anda yang sering menggunakan moda transportasi kapal laut, mungkin sudah tidak asing lagi dengan pemandangan alat pemadam kebakaran yang tergantung pada tiap ruangan. Iya. Hampir tiap bagian kapal laut mempunyai resiko terjadi bahaya kebakaran. Oleh sebab itu, alat pemadam kebakaran adalah salah satu komponen penting dalam hal keamanan penumpang dan awak selain pelampung.

Kebanyakan, instalasi pemadam kebakaran di kapal penumpang adalah sistem portable. Tapi, sekalipun menggunakan sistem portable, penempatannya masih harus disesuaikan dengan kelas yang sesuai serta resiko kebakaran yang akan ditimbulkannya.

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kebakaran pada kapal penumpang. Seperti adanya akibat uap bahan kimia tertutup yang terkena oksigen, kesalahan pada bagian dapur saat melakukan proses memasak, adanya awak dan penumpang yang merokok, kepulan asap bahan bakar yang kuat sehingga menimbulkan bunga api, penempatan jaringan listrik yang salah, atau bisa juga diakibatkan oleh rusaknya jaringan listrik dan peralatan kapal dari pembentukan korosi oleh larutan elektrolit dan oksigen.

Untuk menghindari berbagai resiko kebakaran di atas, maka diperlukan instalasi pemadam kebakaran di kapal penumpang. Adapun beberapa alat pemadam kebakaran pada kapal yang harus disediakan, antara lain:

  1. Alat Kebakaran Soda Asam

Dinamakan alat pemadam soda asam karena menggunakan bahan dasar natrium bikarbonat atau yang biasa disebut dengan soda kue dan asam sulfat. Dua bahan tersebut jika digabungkan akan menjadi karbon dioksida yang mampu melawan kobaran api pada bagian akomodasi kapal yang banyak terdapat bahan kayu, serat kaca, perabot, dan jok.

  1. Pemadam Kebakaran Air

Tak hanya menggunakan campuran bahan soda kue dan asam sulfat. Instalasi pemadam kebakaran di kapal penumpang juga bisa menggunakan air. Air dimasukkan pada pemadam kebakaran portable dengan volume 9 liter. Air tersebut diisikan pada tabung yang dilengkapi dengan cartridge.

Cartridge itu berisi CO2 yang akan menjadi pendorong air sesuai tekanan yang dihasilkannya. Cartridge ini akan robek ketika plunger ditekan. Tekanan inilah yang akan mendorong air untuk keluar dan memadamkan api.

  1. Pemadam Kebakaran Foam, Secara Kimia dan Mekanik

Merupakan salah satu alat dalam Instalasi pemadam kebakaran di kapal penumpang yang bisa memadamkan api pada area bahan bakar dan minyak pelumas. Komponen utama penyusun foam kimia adalah alumunium sulfat yang berada pada tabung kecil dan natrium bikarbobat yang berada pada tabung utama.

Cara kerja alat ini adalah dengan cara mengaktifkan plunger agar tutup terlepas sehingga alumunium sulfat dan natrium bikarbonat dapat tercampur hingga mengeluarkan foam. Sekalipun efektif untuk memadamkan api, pemadam kebakaran jenis foam ini sementara tidak dipergunakan karena bisa menimbukan efek keracunan.

Beda halnya dengan foam mekanik. Dalam alat ini, digunakan 2 zat, yaitu karbon dioksida yang dimasukkan dalam tabung pusat dan air yang dimasukkan dalam tabung luar. Cara kerja alat kebakaran foam mekanik ini adalah ketika plunger dilepaskan, karbon dioksida akan terlepas sehingga mencampur air dan busa. Setelah tercampur, busa dan air tersebut akan keluar melalui nozzle untuk memadamkan kebakaran.

  1. Pemadam Kebakaran Karbon Dioksida

Alat pemadam kebakaran lainnya adalah alat pemadam yang menggunakan karbon dioksida. Karbon dioksida dalam bentuk cair disimpan dalam tabung. Ketika plunger ditekan, maka karbon dioksida akan keluar dalam bentuk gas untuk memadamkan api. Alat pemadam kebakaran jenis ini biasa digunakan pada area yang terdapat cairan mudah terbakar dan peralatan listrik energi seperti motor, switch, kabel, dan lain sebagainya pada kapal penumpang.

Karena akan mengeluarkan gas yang cukup pekat, maka alat ini tidak disarankan digunakan pada ruangan yang cukup sempit dan kurang oksigen. Biasanya akan banyak ditemukan pada ruang mesin sebuah kapal penumpang.

  1. Pemadam Dry Powder

Merupakan alat pemadam kebakaran yang bisa digunakan pada semua ruangan dalam kapal penumpang. Pemadam dry powder ini menggunakan bubuk natrium bikarbonat yang diletakkan pada wadah besar dan karbon dioksida pada wadah kecil sekaligus berfungsi sebagai pendorong di bawah plunger.

Cara kerja alat ini sangat sederhana. Ketika plunger ditekan, maka karbon dioksida atau nitrogen akan segera dilepaskan sehingga bubuk kering akan keluar dari nozzle.

Itulah beberapa alat pemadam kebakaran yang biasa dipasang pada Instalasi pemadam kebakaran pada kapal penumpang. Selain kelima jenis alat pemadam kebakaran di atas, masih ada alat pemadam kebakaran lain untuk perahu yang berbahan kimia kering, foam dan vaporizing liquid. Dimana jenis bahan-bahann tersebut disesuaikan dengan sumber api dan jenis kebakaran.

Mungkin anda pernah mempunyai pengalaman menggunakan bahan pemadam kebakaran lain untuk kapal penumpang. Cobalah untuk berbagi cerita dalam kolom komentar berikut ini. Siapa tahu cerita anda akan menjadi inspirasi bagi orang lain.