Izin Proteksi Kebakaran Untuk Gedung Dan Bangunan

Izin Proteksi Kebakaran pabrik gudang gedung apartemen kantor

Sistem proteksi kebakaran dibutuhkan oleh berbagai jenis bangunan baik itu yang besar dan kecil. Izin proteksi kebakaran sendiri bisa berupa Sertifikat Keselamatan Kebakaran atau SKK. Gedung dengan lantai lebih dari 8 dan luas lebih dari 5.000 m2 sendiri perlu menerapkan manajemen keselamatan kebakaran gedung.

Mengurus Izin Proteksi Kebakaran

Bangunan lama bisa melengkapi sistem proteksi kebakarannya sebelum mengajukan izin terkait keselamatan kebakaran. Sedangkan bangunan yang baru bisa mengajukan RKK atau Rekomendasi Keselamatan Kebakaran. Mengurus izin atau sertifikat keselamatan kebakaran bisa dilakukan sendiri dengan datang ke dinas terkait. Namun bagi yang merasa kesulitan maka bisa memakai jasa  kontraktor fire protection untuk mengurusnya.

Beberapa persyaratan untuk mengajukan sertifikat izin proteksi kebakaran, antara lain:

  • Surat Permohonan Dan Pernyataan

Surat permohonan yang dibuat dilengkapi dengan pernyataan kebenaran dan keabsahan dokumen. Surat ini diketik di atas kertas bermaterai. Contoh surat permohonan ini dapat diunduh di instansi terkait seperti website resmi pemerintah daerah.

  • Identitas Pemohon Perseorangan Atau Badan Hukum

Pemohon untuk izin proteksi ini dapat dilakukan oleh perseorangan, badan hukum/perusahaan, atau pihak yang dikuasakan. Jika pemohon adalah pihak lain maka perlu ada surat kuasa bermaterai.

  • Hasil Pemeriksaan Dari Pengawas K3

Hasil pemeriksaan dan pengujian berasal dari perusahaan jasa keselamatan dan kesehatan kerja atau PJK3. Perusahaan yang ditunjuk harus memiliki sertifikat PJK3 yang masih berlaku.

  • Laporan Evaluasi Oleh PJK3

Selain hasil pemeriksaan dan pengujian perlu juga menyertakan laporan evaluasi. Laporan ini juga berasal dari PJK3.

  • Proposal Teknis

Proposal teknis yang diajukan dilengkapi dengan gambar instalasi fire protection dan data spesifikasi teknis tentang setiap peralatan yang digunakan. Proposal ini diajukan pada Disnakertrans dan telah disetujui.

Pengajuan izin proteksi kebakaran ini dilakukan setelah melengkapi beberapa persyaratan yang dibutuhkan. Jadi sebelum mengajukan sudah seharusnya melengkapi sistem proteksi bangunan dengan baik. Perusahaan PJK3 nantinya akan memberikan hasil pemeriksaan dan evaluasi sesuai dengan sistem proteksi yang telah terpasang.

Melengkapi Persyaratan Izin Proteksi Kebakaran

Pengelola gedung bisa bekerja sama dengan kontraktor jasa fire protection yang telah berpengalaman. Sebelum mengajukan izin, sistem proteksi yang terpasang tentunya harus sesuai dengan standar dan aturan yang telah ditetapkan.

Beberapa syarat yang dibutuhkan untuk proposal teknis proteksi kebakaran, antara lain:

  • Gambar teknis. Gambar teknis ini berupa site plan bangunan dan denah sarana proteksi kebakaran. Sarana proteksi kebakaran ini berupa titik atau lokasi sprinkler, hidran, dan APAR. Gambar teknis yang diajukan sudah ditandatangani oleh IPTB.
  • Gambar skematik instalasi proteksi kebakaran. Berisi skema instalasi dari sistem fire protection di dalam gedung. Berupa single line diagram dan diserahkan fotokopinya.
  • Spesifikasi dan instalasi peralatan sistem fire protection. Peralatan dalam sistem fire protection perlu dijelaskan spesifikasinya. Peralatan yang dimaksud seperti sistem alarm dan komunikasi darurat, hidran, pompa kebakaran, sprinkler, dan alat pemadam api ringan.
  • Spesifikasi fasilitas evakuasi. Gedung harus memiliki fasilitas evakuasi berupa jalur dan denah untuk proses evakuasi. Spesifikasinya perlu dijelaskan apakah sudah sesuai aturan atau tidak.
  • Spesifikasi akses pemadaman dan penyelamatan. Selain jalur evakuasi, dibutuhkan juga spesifikasi untuk akses petugas pemadam. Akses penanggulangan dan penyelamatan diperlukan untuk setiap gedung. Ini bisa berupa bukaan yang mudah diakses saat keadaan darurat.
  • Dokumen MKKG (Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung). Bangunan besar dengan lebih dari 8 lantai memerlukan sistem MKKG karena risiko yang lebih besar. Ini berupa proteksi aktif dan pasif yang bisa membantu keselamatan gedung dan penghuninya dari risiko kebakaran.
  • Data pengelolaan alat pemadam ringan.
  • Alat pemadam api ringan atau APAR biasa juga disebut fire extinguisher. Alat berbentuk tabung ini digunakan untuk mengendalikan kebakaran kecil.
  • Dokumen pemeliharaan dan pemeriksaan internal sistem fire protection. Perusahaan perlu menyiapkan dokumen tentang proses pemeliharaan dan pemeriksaan sistem proteksi kebakaran. Pemeliharaan dan pemeriksaan harus dilakukan secara berkala dan rutin.

Melengkapi persyaratan untuk izin proteksi untuk kebakaran memang harus dilakukan sejak awal. Saat sistem proteksi kebakaran sudah ditangani oleh profesional maka akan lebih mudah dalam melengkapi syarat tersebut. Seperti masalah spesifikasi untuk peralatan seperti alarm, APAR, sprinkler, hidran, dan lain-lain. Menggunakan peralatan yang telah memenuhi standar nasional dan internasional akan lebih memberikan proteksi yang optimal.

TotalFire Indonesia sebagai jasa kontraktor fire protection bisa membantu perusahaan untuk memenuhi syarat yang dibutuhkan. Perusahaan yang satu ini menyediakan berbagai jenis sistem proteksi kebakaran yang telah sesuai dengan standar internasional. Tak hanya membantu dalam instalasi yang tepat, namun juga pemeliharaan dan pengujian.

Izin proteksi kebakaran akan mudah diperoleh jika sistem yang dimiliki memang sesuai dengan aturan. Percayakan sistem proteksi kebakaran bangunan Anda pada Totalfire Indonesia.