Kenali Sistem Kebakaran Bangunan Tinggi Dan Resiko Jika Mengabaikannya

Sistem Kebakaran Bangunan Tinggi Dan Resiko

Patuh terhadap standar dan peraturan pemerintah akan sistem kebakaran bangunan tinggi  dan standar mendirikan bangunan adalah syarat utama yang harus dipenuhi oleh pemilik gedung.  Pada dasarnya, hal ini juga berlaku untuk pemilik hunian pribadi. Tetapi, ada standar khusus akan sistem kebakaran bangunan tinggi yang tentunya lebih rumit ketimbang hunian pribadi dan juga gedung dengan satu atau dua lantai. 

Saat ini, sudah banyak pemilik gedung pencakar langit di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya yang telah berusaha mengaplikasikan standar dan kebijakan perlindungan kebakaran, sebagai bagian keselamatan untuk penghuni gedung dan sekitarnya.  Dalam hal ini, pemilik gedung harus menyewa jasa perlindungan kebakaran yang telah memiliki jam terbang tinggi.

Aplikasi Sistem Kebakaran Bangunan Tinggi

Ragam aplikasi sistem perlindungan bangunan dari kebakaran untuk bangunan tinggi tergantung pada kecakapan dan profesionalisme dari jasa perlindungan kebakaran.  Biasanya, penyedia jasa tersebut akan memberikan penawaran sebagai berikut.

  1. Tata Ruang

Penyedia jasa memiliki teknisi khusus dengan pengalaman dan pengetahuan tinggi untuk dalam desain proteksi kebakaran. Teknisi ini harus terlibat dalam semua fase pembangunan gedung, mulai dari tata ruang, pilihan perabotan anti api hingga pemilihan bahan anti api untuk setiap ruangan seperti pintu, lapisan dinding dan tirai.

  1. Standar Bangunan

Penyedia jasa yang sudah berpengalaman telah memahami standar pemerintah dan hukum  yang berlaku untuk pengaplikasian sistem perlindungan kebakaran, terutama untuk gedung pencakar langit.  Dalam hal ini, pemilik gedung juga harus menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar dan mematuhi  Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), sehingga tidak merugikan gedung di sekitarnya.

  1. Akses Cepat

Tata letak ruangan dibuat sesimpel mungkin untuk memungkinkan petugas pemadam kebakaran menemukan lokasi kebakaran dengan cepat. Selain itu, gedung harus memiliki akses cepat ke berbagai fitur pengaman seperti koneksi pemadam kebakaran, sirene untuk menghubungi DAMKAR, peralatan kontrol alarm kebakaran, ruang gas inert, dan pintu darurat.

Apakah Sistem Kebakaran Pasif Paling Efektif Untuk Bangunan Tinggi?

Sejauh ini, pemilik gedung di negara-negara maju telah mengaplikasikan sistem kebakaran pasif untuk perlindungan utama bangunan tinggi. Alasannya jelas, karena akses memadamkan api di setiap lantai perlu waktu. Api kecil dapat secara langsung dipadamkan jika sistem kebakaran pasif diterapkan di setiap lantai dan ruangan.

Beberapa bentuk sistem kebakaran pasif adalah pintu anti api, tabung gas otomatis penghasil nitrogen dan argon untuk meredam oksigen, atau bahkan dalam bentuk pompa otomatis yang disalurkan ke setiap lantai. Metode tersebut merupakan sedikit dari sistem kebakaran bangunan tinggi yang sudah menjadi standar baku dari standar pembangunan gedung tinggi atau pencakar langit.

Perlindungan awal dari sistem kebakaran pasif yang diterapkan oleh perusahaan penyedia jasa pelindung kebakaran adalah cat anti api untuk setiap ruangan. Cat ini bisa diaplikasikan untuk setiap bahan bangunan seperti baja, beton, dan batu bata, dimana cat tersebut bisa melindungi bangunan dari api dalam waktu kurang lebih 4 jam.

Sistem kebakaran pasif paling canggih saat ini adalah firewall atau dinding pembatas api. Metode ini merupakan metode paling  sering digunakan gedung bertingkat untuk mencegah penyebaran api selama jangka waktu kurang lebih 1 hingga 3 jam.

Firewall diaplikasikan untuk membagi bangunan kebakaran yang terpisah dan dibangun sesuai dengan standar bangunan yang ditetapkan oleh pemerintah. Memang, belum semua bangunan bertingkat di Indonesia dapat mengaplikasikannya.

Pahami Sistem Perlindungan Kebakaran Sebelum Mendirikan Bangunan

Mengapa sistem kebakaran bangunan tinggi perlu melibatkan jasa profesional? Pemilik gedung bertanggung jawab akan resiko kebakaran karena hal ini terkait dengan izin bangunan dan sanksi tegas yang menanti saat terjadi kerusakan atau korban jiwa karena kebakaran.

Menyewa jasa penyedia perlindungan kebakaran (fire protection specialist) sangat penting, karena bangunan tinggi memiliki resiko kerusakan lebih parah dengan tingkat pencegahan kebakaran yang lebih rumit.

Pemilik gedung bertanggung jawab mematuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah, dengan hukum yang berlaku. Resiko yang ditanggung juga tak kalah besar. Pelanggaran tidak hanya beresiko denda atau hukuman penjara, tetapi juga penghapusan izin bisnis karena abai dengan keselamatan penghuni gedung dan sekitarnya.

Pencegahan kebakaran juga mengurangi resiko kerugian yang ditanggungnya. Mengandalkan asuransi tidak cukup. Perlindungan properti jauh lebih menguntungkan.

Sistem kebakaran bangunan tinggi tidak akan berhasil tanpa inspeksi rutin dari penyedia jasa pelindung kebakaran. Faktor ini sempat diabaikan oleh banyak pemilik gedung tinggi, dimana mereka menganggap bahwa pengaplikasian sistem perlindungan kebakaran sudah cukup. Tidak semua penyedia jasa memberikan fasilitas pemeliharaan rutin.

Karena itu, pemilik gedung harus cermat dalam memilih penyedia jasa perlindungan kebakaran. Hanya penyedia jasa profesional dengan jam terbang tinggi yang dapat menyediakan jasa pemeliharaan dan servis secara kontinu, demi mempertahankan stabilitas sistem perlindungan kebakaran yang telah mereka aplikasikan. Pemilik gedung harus mempertimbangkan resiko besar jika abai dengan hal ini.