SOP Pemadam Kebakaran di Gedung Bertingkat

Pemadam kebakaran yang dilakukan oleh petugas damkar merupakan pekerjaan yang sangat penting, biasa di panggil untuk memadamkan api di bagunan-bangunan bertingkat, seperti kantor, hotel, ataupun apartemen. Mereka juga selalu menerapkan SOP di dalam pekerjaannya. Tidak terkecuali SOP dalam pemadam kebakaran gedung bertingkat.

Apa Itu SOP?

SOP merupakan suatu Standar Operasional Prosedur yang harus dimiliki oleh setiap kantor, mall, hotel, apartemen maupun gedung bertingkat lainnya. SOP merupakan suatu arahan atau instruksi tertulis yang telah disetujui oleh atasan dan juga sudah dibakukan.

Adapun dampak positif dari adanya SOP adalah, seluruh petugas yang bekerja pada gedung itu akan melakukan pekerjaan sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. Dan seluruh pekerjaan akan menjadi lebih terstruktur dan juga tersusun rapi sehingga memudahkan untuk melakukan evaluasi terhadap suatu pekerjaan.

SOP Pemadaman di Gedung Bertingkat

Gedung bertingkat merupakan suatu bangunan yang memiliki tingkatan lebih dari satu, bisa 5 tingkatan, 10 tingkatan atau bahkan 20 tingkatan lantai. Contoh-contoh dari gedung bertingkat adalah mall, apartemen, hotel, dan juga perkantoran di kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan beberapa kota lainnya.

Dengan dibangunnya gedung tidak menutup kemungkinan untuk terjadinya suatu musibah pada gedung itu. Seperti salah satunya adalah kebakaran. Maka dari itu anda semua harus menerapkan bagaimana SOP Pemadam Kebakaran di gedung bertingkat. Berikut adalah langkah-langkahnya.

  1. Setiap kantor ataupun setiap bangunan-bangunan bertingkat harus memiliki petugas yang ahli dan juga terlatih. Tujuannya untuk mengatasi terjadinya kebakaran dan mempersiapkan diri melakukan pemadaman kebakaran di gedung bertingkat, jika suatu sata terjaid kebakaran.
  2. Setiap gedung bertingkat, harus menyediakan APAR di setiap lantai dan juga di setiap ruangan. Yang akan digunakan untuk pemadam kebakaran gedung bertingkat.
  3. Petugas dan seluruh staff yang berada di gedung bertingkat harus rutin melakukan simulasi kebakaran, guna mempersiapkan diri jika suatu saat terjadi kebakaran di waktu-waktu tertentu, seperti malam hari.
  4. Pekerja yang berada di lantai yang menjadi sumber api harus melaporkan kepada petugas yang bertanggung jawab. Tentunya jika telah ada sumber api.
  5. Selanjutnya petugas terkait akan membunyikan alarm tanda terjadi kebakaran dan segera melakukan pemutusan aliran listrik guna mencegah meluasnya sambaran api.
  6. Petugas pemadam kebakaran gedung bertingkat dapat memadamkan api dengan APAR terlebih dahulu yang sudah terpasang di setiap ruangan. Jika api masih kecil dan dapat dipadamkan maka harus segera mengevaluasi penyebab terjadinya kebakaran. Namun jika api tetap membesar maka segera lakukan evakuasi.
  7. Lakukan evakuasi seluruh karyawan untuk keluar gedung dengan melewati jalur evakuasi yang sudah ditentukan. Keluar dengan menutup hidung dan menundukkan kepala agar asap yang ditimbulkan dari kebakaran tidak menganggu pernapasan dan juga penglihatan.
  8. Petugas pemadam kebakaran gedung bertingkat harus segera melaporkan pada pemadam kebakaran. Juga harus segera menelpon ambulance untuk mengevakuasi bila mana terdapat korban berjatuhan dan agar bisa mendapatkan penanganan segera.
  9. Petugas bekerja sama melakukan evakuasi sembari menunggu petugas pemadam kebakaran datang di lokasi. Tidak hanya mengevakuasi para pekerja saja, namun jika memungkinkan juga akan melakukan evakuasi untuk dokumen-dokumen penting yang masih bisa terselamatkan.
  10. Petugas memberitahu kepada para karyawan atau orang-orang yang akan dievakusi dimana letak tangga darurat atau jalur evakuasi. Dan menghimbau untuk tidak menggunakan lift maupun tangga berjalan seperti escalator.
  11. Petugas harus mengarahkan kepada seluruh orang agar keluar dari ruangan secara teratur dan tidak bergerombol apa lagi sampai saling dorong. Karena akan menimbulkan kesulitan jik ada salah seorang yang terjatuh dan masih terjebak di dalam gedung bertingkat.
  12. Setelah melakukan SOP pemadaman kebakaran di gedung bertingkat, petugas harus memeriksa kelengkapan seluruh orang-orang yang berada di dalam gedung itu dan memastikan tidak ada yang masih berada di dalam gedung.
  13. Selanjutnya setelah petugas Kesehatan datang maka petugas akan menerapkan triage dimana guna memisahkan seseorang berdasarkan kondisi kesehatannya. Tidak hanya itu, juga mempermudah mengetahui mana yang lebih membutuhkan pertolongan.
  14. Kemudian memastikan kondisi gedung yang terbakar dan memberitahukan pada petugas penanggung jawab terkait.
  15. Setelah petugas pemadam kebakaran datang maka petugas harus mengarahkan semua orang untuk menjauh dari mobil petugas. Tentunya juga harus menjauh dari lokasi terjadinya kebakaran guna mempermudah ruang gerak dari petugas pemadam.
  16. Selain itu, petugas kantor juga harus menginformasikan jumlah orang yang berada di dalam gedung dan juga jumlah orang yang sudah berhasil dievakuasi keluar gedung.

Penjelasan Tambahan Agar SOP Lebih Efektif

Dalam praktiknya, SOP tidak hanya sekadar daftar langkah, tetapi harus didukung dengan kesiapan sistem dan fasilitas. Tanpa alat yang memadai, SOP tidak akan berjalan efektif saat kondisi darurat terjadi.

Komponen Fungsi Pentingnya
APAR Pemadaman awal Mengendalikan api sebelum membesar
Fire Alarm Peringatan dini Mempercepat respon evakuasi
Hydrant Pemadaman skala besar Digunakan oleh tim terlatih
Jalur Evakuasi Keluar darurat Mencegah kepanikan
Assembly Point Titik kumpul Memastikan semua orang selamat

FAQ (Ahli Fire Protection)

Kenapa SOP kebakaran di gedung bertingkat lebih kompleks dibanding rumah?

Karena jumlah penghuni lebih banyak, struktur bangunan lebih tinggi, serta jalur evakuasi lebih panjang. Risiko terjebak asap juga jauh lebih besar sehingga membutuhkan koordinasi yang lebih terstruktur.

Apakah semua karyawan wajib memahami SOP ini?

Ya, bukan hanya petugas keamanan. Seluruh penghuni gedung wajib memahami minimal jalur evakuasi, lokasi APAR, dan titik kumpul untuk menghindari kepanikan saat kebakaran terjadi.

Seberapa sering simulasi kebakaran harus dilakukan?

Idealnya minimal 2 kali dalam setahun. Untuk gedung dengan risiko tinggi seperti hotel atau mall, simulasi bisa dilakukan lebih sering.

Kenapa tidak boleh menggunakan lift saat kebakaran?

Karena lift dapat berhenti mendadak akibat listrik mati dan berpotensi menjebak orang di dalamnya. Selain itu, lift juga bisa menjadi jalur masuk asap.

Apa kesalahan paling sering terjadi saat evakuasi?

Panik, berlari tanpa arah, kembali mengambil barang, dan tidak mengikuti jalur evakuasi. Hal ini justru meningkatkan risiko korban.

Kesimpulan

SOP pemadam kebakaran di gedung bertingkat sangat penting untuk meminimalisir risiko korban dan kerugian. Dengan prosedur yang jelas, pelatihan rutin, serta didukung sistem proteksi kebakaran yang memadai, potensi bahaya dapat dikendalikan dengan lebih baik.

Jangan ragu dan jangan lagi riasu, jika anda memerlukan layanan untuk sistem pemadam kebakaran, anda dapat mempercayakan kepada kami PT Totalfire Indonesia perusahaan EPC fire protection.


Update terakhir: 5 April 2026, Ditinjau oleh Tim Teknis Totalfire