Pencegahan Dan Sistem Kebakaran Rumah Sakit

pencegahan dan sistem pemadam kebakaran rumah sakit

Rumah sakit sebagai tempat untuk merawat orang-orang yang sakit sudah seharusnya memberikan keamanan dan keselamatan. Salah satu upaya untuk melindungi dari bahaya yaitu dengan menerapkan sistem kebakaran rumah sakit yang profesional. Tak secara langsung, aktivitas dan bahan material di dalam rumah sakit juga bisa memicu munculnya kebakaran.

Penyebab Utama Kebakaran Di Rumah Sakit

Kasus kebakaran di rumah sakit bisa disebabkan oleh beberapa hal. Menurut data kasus kebakaran rumah sakit di Amerika, penyebab dengan persentase terbesar yaitu peralatan memasak sebesar 52%. Meskipun rumah sakit tidak khusus untuk tempat memasak, namun tetap ada dapur yang dipakai untuk menyediakan makanan bagi para pasien dan pekerja. Ini yang kemudian menjadi faktor terbesar pemicu munculnya kebakaran di rumah sakit. Beberapa penyebab utama kebakaran di rumah sakit, antara lain:

  1. Peralatan memasak
  2. Sampah
  3. Listrik
  4. Peralatan pemanas
  5. Mesin pencuci
  6. Peralatan medis
  7. Peralatan elektronik
  8. Rokok

Adanya gambaran tentang penyebab-penyebab tersebut bisa menjadi dasar untuk antisipasi munculnya kebakaran. Misalnya soal peralatan masak sebaiknya dikontrol dengan baik agar tetap aman baik peletakannya atau saat digunakan. Alat-alat masak yang dipakai seharusnya juga sudah memenuhi standar keamanan. Ruangan dapur yang digunakan untuk memasak ini diusahakan terpisah dengan ruangan lain. Perlu memasang sistem kebakaran rumah sakit yang menyeluruh termasuk untuk area dapur.

Pencegahan Kebakaran Rumah Sakit

Pengelola rumah sakit sebaiknya sejak awal sudah merencanakan bangunan yang aman. Dalam hal mencegah kebakaran maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, misalnya:

  1. Bahan Material Bangunan

Bahan material bangunan perlu digunakan yang aman dan tahan terhadap api. Ini untuk mencegah agar jika ada api yang muncul maka tidak akan mudah menyebar dan membesar. Beberapa bahan material yang harus dihindari misalnya polystyrene, insulation spray foams, polyurethane, dan isocynate foams. Setiap bahan bangunan sebenarnya memiliki sifat tersendiri dalam menghadapi api sehingga perlu memilih yang aman.

Jika bangunan tersebut sudah lama, maka pengelola bisa melakukan perbaikan dan mengganti dengan bahan yang lebih tahan api. Misalnya pada bagian lantai, dinding, tiang dan atap bangunan perlu untuk menggunakan bahan yang aman dan tahan api.

  1. Jumlah Lantai

Semakin banyak jumlah lantai bangunan maka semakin rumit proses evakuasi yang diperlukan. Ruangan-ruangan penting seperti ICU dan IGD harus berlokasi di bagian lantai bawah atau lantai pertama untuk memudahkan akses. Ruangan dengan trafik tinggi biasanya diletakkan di lantai bawah juga. Pembagian ruangan untuk setiap lantai ini perlu dilakukan secara terencana sehingga bisa mendukung sistem kebakaran rumah sakit yang baik.

  1. Jalur Keluar

Setiap lantai memerlukan pintu darurat yang mudah diakses saat terjadi kebakaran atau bencana lainnya. Setidaknya perlu ada dua jalur keluar untuk setiap lokasi, disesuaikan dengan luas bangunan. Jalur keluar tersebut sebaiknya diletakkan jauh terpisah sehingga jika satu jalur sulit dilalui maka bisa menggunakan jalur lainnya. Peta evakuasi juga harus dipasang di area utama sehingga dapat dilihat oleh banyak orang. Tanda-tanda pendukung untuk jalur evakuasi juga diperlukan.

Sistem Pemadaman Kebakaran Rumah Sakit

Seperti bangunan lainnya, sebuah rumah sakit membutuhkan sistem pemadaman kebakaran yang baik. Sistem kebakaran rumah sakit ini perlu ditunjang dengan beberapa peralatan deteksi dan pemadaman. Beberapa fasilitas pemadaman kebakaran yang perlu dipasang, misalnya:

  1. Sistem Alarm Dan Deteksi Kebakaran

Ada beberapa cara agar api dapat terdeteksi. Salah satu metode yang sudah lama digunakan yaitu dengan menggunakan alarm kebakaran yang digunakan secara manual. Saat seseorang mencium bau asap atau melihat munculnya api yang memicu kebakaran maka dia bisa segera menekan alarm kebakaran tersebut.

Selain alarm yang digunakan secara manual, saat ini ada juga alat deteksi kebakaran yang dilengkapi dengan sensor otomatis. Saat sensor tersebut bekerja maka alarm akan otomatis membunyikan alarm. Detektor asap umumnya dapat mendeteksi api lebih cepat dari detektor yang menggunakan sensor panas.

  1. Sistem Pemadam Kebakaran

Rumah sakit perlu dilengkapi dengan fasilitas pemadam kebakaran. Beberapa peralatan atau fasilitas yang bisa dipasang, antara lain:

1) Tabung Pemadam Api Atau Fire Extinguisher

Sistem kebakaran rumah sakit tak lengkap tanpa menyediakan tabung untuk pemadam api di area-area yang penting. Tabung pemadam ini ada beberapa jenis dan bisa dikonsultasikan pada distributor mana yang sesuai untuk kebutuhan rumah sakit.

2) Sistem Water/Mist Sprinkler

Sistem sprinkler untuk pemadaman kebakaran dikenal cukup efektif. Ini membutuhkan saluran pipa yang bisa menyediakan air saat dibutuhkan. Ini memiliki sensor mandiri yang bisa mendeteksi adanya panas dan langsung bisa menyemprotkan air untuk upaya pemadaman.

Merencanakan sistem kebakaran rumah sakit bisa dilakukan bersama dengan jasa profesional seperti Totalfire Indonesia. Jasa fire protection yang satu ini memiliki layanan lengkap yang bisa memenuhi kebutuhan perlindungan terhadap bahaya kebakaran. Selain menyediakan alat-alat berkualitas ada pula layanan untuk perbaikan dan perawatan jika diperlukan.