Sistem Keselamatan Bangunan Terhadap Bahaya Kebakaran

sistem keselamatan bangunan dari kebakaran di pabrik gudang gedung

Sistem keselamatan bangunan gedung saat ini sudah tidak boleh diabaikan lagi. Hal ini pun sudah tertulis dalam peraturan menteri yang sudah diatur oleh pemerintah. Untuk itu, bagi anda yang memiliki bangunan gedung sebaiknya mengikuti anjuran atau arahan dari pemerintah yang ada terutama dalam hal menyelamatkan bangunan dari bahaya kebakaran. Tidak bisa kita pungkiri, saat ini banyak sekali beredar berita mengenai gedung atau bangunan yang dilalap si jago merah. Tentunya anda tidak menginginkan, jika gedung yang anda miliki pun juga dilalap habis si jago merah. Untuk itu ikuti sistem yang berlaku ya!

Karena gedung yang yang terbakar tidak hanya membahayakan barang-barang yang ada di dalam gedung itu saja namun yang paling terpenting adalah sangat membahayakan bagi orang-orang yang berada di dalam gedung atau bangunan tersebut. Untuk itu ikuti Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 yang telah mengatur persyaratan kemampuan bangunan gedung terhadap bahaya kebakaran. Nah, dalam peraturan menteri tersebut terdapat dua system proteksi mengenai bahaya kebakaran yaitu proteksi pasif dan proteksi aktif. Berikut penjelasannya.

Sistem Proteksi Pasif Bahaya Kebakaran

Sistem proteksi pasif ini lebih mengarah kepada sistem perlindungan bangunan terhadap kebakaran yang dilihat melalui sifat termal bahan bangunan, persyaratan ketahan api yang ada pada struktur bangunan tersebut serta penerapan sistem komparteminasi. Sistem proteksi pasif yang ada dalam bangunan gedung ini memiliki tujuan:

  1. Melindungi Bangunan Mengalami Keruntuhan Secara Serentak

Terkadang para kontraktor menggunakan bahan bangunan untuk membuat gedung ini secara asal-asalan atau tidak sesuai standard yang ada. Sehingga ketika gedung ini sudah jadi dan baru digunakan beberapa tahun saja dapat mengalami keruntuhan gedung secara serentak. Untuk itu dengan adanya sistem proteksi pasif ini tentunya dapat menghindari hal ini.

  1. Memberi Waktu Bagi Penghuni Bangunan Untuk Menyelamatkan Diri

Jika terjadi kebakaran, tentunya ketahanan dari gedung ini teruji. Apakah gedung tersebut mampu memberi waktu untuk para penghuni dari bangunan tersebut untuk menyelamatkan diri sebelum runtuh atau tidak?

  1. Menjamin Keberlangsungan Fungsi Gedung

Selain hal-hal di atas, dengan adanya sistem proteksi pasif ini dapat menjamin keberlangsungan fungsi gedung. Tidak bisa dipungkiri bahwa gedung yang sudah mengalami kebakaran terkadang sudah tidak dapat berfungsi lagi atau bahkan sudah tidak dapat berfungsi secara maksimal.

  1. Melindungi Keselamatan Petugas Pemadam Kebakaran

Tujuan lain dengan adanya sistem proteksi pasif adalah melindungi keselamatan petugas pemadam kebakaran pada saat sedang menjalankan tugasnya.

Untuk itu, dapat dikatakan bahwa sistem proteksi pasif dalam sebuah bangunan memang harus benar-benar diperhatikan mengingat tujuannya yang menyangkut nyawa serta kondisi gedung itu sendiri.

Sistem Proteksi Aktif Bahaya Kebakaran

Sistem proteksi aktif bahaya kebakaran ini lebih mengarah pada sistem pendeteksian kebakaran yang ada dalam gedung tersebut baik secara otomatis maupun secara manual. Sistem pemadam kebakaran ini pada umumnya berbasis air seperti pipa tegak, selang kebakaran serta sprinkler. Ada juga sistem pemadam kebakaran yang berbasis bahan kimia seperti alat pemadam api ringan atau yang lebih dikenal dengan APAR, peralatan pengendali asap, pemadam khusus, ruang pengendali operasi, lift, sistem daya listrik, dan pencahayaan darurat.

Selain itu, tidak ada salahnya juga dilengkapi dengan petunjuk arah keluar. Hal ini tentunya memudahkan untuk penghuni gedung tersebut mencari jalan keluar untuk menyelamatkan diri apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena pada umumnya dalam keadaan panik, orang-orang hanya mengikuti arus sedangkan mereka tidak tahu apakah arus yang mereka ikuti tersebut benar apa salah.

Untuk itu, pastikan tetap memberi arah petunjuk keluar dari gedung agar memudahklan para penghuni dari bangunan tersebut menyelamatkan diri jika terjadi sesuatu di dalam gedung tersebut. Selain tanda arah keluar sistem peringatan tanda ada bahaya juga diperlukan dengan tujuan agar para penghuni gedung tersebut mengetahui bahwa sedang ada bahaya yang terjadi di bangunan itu. Sehingga mereka dapat menyelamatkan diri sewaktu-wakrtu dalam keadaan darurat.

Dengan mengingat hal-hal di atas maka perlu diadakan tindak lanjut yang dapat dilakukan melalui pemeriksaan keandalan bangunan gedung yang ada terutama gedung-gedung yang memang sering banyak dikunjungi. Serta sebaiknya setiap gedung yang ada memiliki sertifikat laik fungsi bangunan gedung guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Karena dapat dipastikan gedung yang sudah memiliki sertifikat laik fungsi bangunan ini tentunya juga sudah memenuhi sistem keselamatan bangunan terhadap bahaya kebakaran. Pemerintah sebaiknya segera menggalakkan hal ini agar para pengusaha yang tentunya memiliki gedung bangunan juga wajib untuk memiliki SLF. Hal ini tentunya bertujuan pula untuk keselamatan para penghuni gedung tersebut pada umumnya dan tentunya untuk keselamatan gedung itu sendiri pada khususnya.

sistem keselamatan bangunan dari kebakaran, pencegah kebakaran