Alat Deteksi Kebakaran Di Gedung Untuk Upaya Antisipasi Pertama

alat deteksi kebakaran di gedung gudang pabrik jual detektor asap detektor kebakaran detektor api

Peristiwa kebakaran bisa terjadi kapan saja. Tak hanya menghanguskan bangunan, tapi juga mengancam keselamatan jiwa. Terlebih jika kebakaran terjadi pada bangunan-bangunan besar dan bertingkat seperti gedung. Proses pemadaman api akan sukar sekali dilakukan apabila api terlanjur meluas. Api bisa berkobar berhari-hari lamanya seperti peristiwa kebakaran pabrik swallow di Kali Deres, Jakarta Barat, sembilan tahun silam.

Walau kebakaran merupakan musibah yang tidak terduga datangnya, namun tentu diawali dengan berbagai sinyal terlebih dahulu. Semisal, adanya asap, bau hangus, atau percikan api. Namun pertanda-pertanda kecil tersebut seringkali tidak terdeteksi oleh indera manusia, terutama dalam kondisi sibuk atau terlelap. Sehingga, api semakin membesar dan fatal. Oleh karena itu, gedung-gedung berukuran luas dan bertingkat hendaknya dilengkapi dengan alat deteksi kebakaran di gedung (fire detector) guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hebat.

Alat deteksi kebakaran memiliki sensor khusus yang bekerja untuk mendeteksi sinyal-sinyal yang diasumsikan sebagai pertanda awal terjadinya kebakaran, contohnya melalui kepulan asap, tekanan panas berlebih di sebuah ruangan, serta percikan api. Ketika suatu sinyal terdeteksi, maka benda ini akan mengeluarkan bunyi sebagai tanda peringatan untuk segera melakukan tindakan pemadaman dan menyelamatkan diri dari sumber bahaya.

              Macam-Macam Alat Deteksi Kebakaran Di Gedung

Khusus gedung-gedung yang memiliki tinggi lebih dari 4 meter dan luas bangunan 50 meter persegi, idealnya menggunakan beberapa unit alat pendeteksi api atau fire detector dengan instalasi menyebar di beberapa titik. Sebab, rata-rata sensor fire detector hanya mampu mendeteksi sinyal kebakaran dalam area seluas maksimal 50 meter persegi, dengan ketinggian kurang dari 4 meter. Semakin tinggi bangunan gedung, semakin pendek area yang dapat terdeteksi oleh alat ini. Maka dari itu dibutuhkan instalasi fire detector lebih dari satu unit sekaligus.

Alat deteksi api tersedia dalam beberapa pilihan sesuai sensor yang digunakan untuk menangkap sinyal, antara lain:

  1. Smoke Detector

Smoke detector merupakan alat deteksi api yang dirancang dengan sensor yang peka terhadap asap. Terdapat sebuah ruang asap (smoke chamber) di bagian dalamnya. Sekecil apapun api pasti ada asapnya. Jika smoke partikel-partikel asap memenuhi smoke chamber di luar ambang batas, maka rangkaian elektronik dalam fire detector ini akan mengeluarkan bunyi. Isyarat bahwa ada titik api yang cukup serius.

Smoke Detector sendiri memiliki beberapa turunan berdasarkan sistem kerjanya, yakni:

  • Smoke Detector 2 Wire, yaitu alat deteksi asap yang bekerja dengan sistem dua kabel.
  • Smoke Detector 4 Wire, yaitu alat deteksi asap yang bekerja dengan sistem empat kabel.
  • Smoke Detector Multi, yaitu alat deteksi asap bekerja dengan sistem dua hingga empat kabel, sehingga sangat memungkinkan untuk diintegrasikan dengan conventional fire alarm dan security alarm.
  • Stand Alone Smoke Detector, yaitu alat deteksi asap yang tidak memerlukan koneksi ke panel controller. Dengan kata lain jenis Smoke Detector satu ini memiliki sistem kerja yang berdiri sendiri.

Selain berdasarkan sistem kerja, smoke detector juga dapat dibedakan atas beberapa jenis lainnya seperti Ionisation Smoke Detector, Photoelectrik Type Smoke Detector, dan Air Sampling Smoke Detector.  

Instalasi smoke detector idealnya ditempatkan pada ruangan-ruangan berpotensi besar menghasilkan asap tebal ketika terbakar. Contohnya ruangan beralas karpet bulu, gudang karet, gudang kasur, gudang kapas, dan gudang makanan dan minuman.

  1. Flame Detector

Flame Detector merupakan suatu alat pendeteksi atas adanya api melalui sensor ultra violet, infrared, spektroskopi, dan dan pencitraan visual api. Performanya cukup membanggakan karena mampu mendeteksi adanya api hingga radius 3-4 meter.

Flame Detector bukan hanya bagus ditempatkan di gedung, tapi juga di rumah pribadi atau publik area yang berkonsep bebas asap rokok (no smoking area).

  1. Heat Detector

Selain sensor yang peka terhadap asap dan api, ada juga alat pendeteksi kebarakan yang dilengkapi dengan sensor panas atau Heat Detector. Apabila temperatur ruangan mencapai 500-600C maka Heat Detector otomatis mengidentifikasikannya sebagai tanda bahaya/kebakaran.

Jenis alat ini bervariasi, seperti Fixed Temperature Heat Detector, Rate Compensation Detector, dan Rate of Rise Detector (ROR).

Adanya beberapa pilihan alat deteksi kebakaran di gedung, secara tidak langsung memberi kebebasan pada pengguna untuk memilih sesuatu kebutuhan dan budget. Antisipasi dini menjauhkan kita dari risiko terjadinya kebakaran.