
Di Indonesia, masih banyak rumah yang belum memiliki alat proteksi kebakaran yang memadai. Padahal, kebakaran bisa terjadi kapan saja, baik akibat korsleting listrik, kebocoran gas, maupun kelalaian saat memasak. Risiko ini akan semakin tinggi pada lingkungan padat penduduk.
Dengan memiliki alat proteksi kebakaran yang tepat, Anda dapat mengendalikan api sejak awal sebelum membesar dan membahayakan seluruh rumah. Perlu dipahami bahwa untuk penggunaan di rumah, sebagian besar alat proteksi kebakaran berbentuk APAR (Alat Pemadam Api Ringan), yaitu tabung portable yang mudah digunakan oleh orang awam.
Contents
8 Jenis Alat Proteksi Kebakaran (Bentuknya APAR dan Cara Pakai di Rumah)
1. Air dan Busa (Water & Foam)
Jenis ini berbentuk APAR tabung merah yang berisi air atau campuran air dan busa. Saat digunakan, cairan akan keluar seperti semprotan air yang disertai busa untuk menutup permukaan api.
Cara kerja alat ini adalah menurunkan suhu api sekaligus menutup permukaan bahan yang terbakar agar tidak terkena oksigen. Busa akan membentuk lapisan pelindung sehingga api tidak dapat menyala kembali.
Di rumah, alat ini cocok digunakan untuk kebakaran seperti sofa terbakar, kayu, atau kain. Cara penggunaannya adalah dengan menarik pin, mengarahkan selang ke dasar api, lalu menekan tuas dan menyemprot secara merata.
Alat ini tidak boleh digunakan untuk listrik atau minyak karena dapat memperparah kebakaran.
2. Karbon Dioksida (COâ‚‚)
APAR jenis ini memiliki ciri khas pada ujungnya berupa corong hitam tanpa selang panjang. Di dalamnya berisi gas karbon dioksida bertekanan tinggi.
Saat digunakan, gas dingin akan keluar dan langsung menurunkan suhu serta mengurangi oksigen di sekitar api. Api akan padam karena kehilangan unsur yang dibutuhkan untuk tetap menyala.
Di rumah, alat ini sangat cocok untuk kebakaran listrik seperti TV, komputer, atau panel listrik. Cara penggunaannya adalah dengan mengarahkan corong ke sumber api lalu menekan tuas.
Perlu diperhatikan untuk tidak memegang bagian corong karena suhunya sangat dingin saat digunakan.
3. Dry Chemical Powder (Serbuk Kimia Kering)
Ini adalah jenis APAR yang paling umum digunakan di rumah. Bentuknya tabung merah dengan selang fleksibel, berisi serbuk kimia halus.
Cara kerjanya adalah memutus reaksi kimia api secara langsung, sehingga api akan padam dengan cepat. Serbuk akan keluar seperti debu tebal yang menutupi api.
Alat ini sangat fleksibel karena dapat digunakan untuk kebakaran bahan padat, cairan, maupun gas. Di rumah, ini adalah pilihan paling aman untuk penggunaan umum.
Cara pakainya cukup dengan menarik pin, arahkan selang ke dasar api, lalu semprot sambil menyapu area api.
4. Wet Chemical (Bahan Kimia Basah)
APAR ini biasanya ditempatkan di dapur. Bentuknya mirip APAR biasa, tetapi isi di dalamnya adalah cairan khusus.
Saat disemprotkan ke minyak yang terbakar, cairan ini akan membentuk lapisan seperti sabun di atas permukaan minyak. Lapisan ini akan mendinginkan dan menutup minyak sehingga api padam.
Cara penggunaan di rumah adalah dengan menyemprot langsung ke permukaan minyak yang terbakar, bukan ke api yang menjulang.
Jenis ini sangat penting karena kebakaran minyak tidak boleh dipadamkan dengan air.
5. Clean Agent
Bentuknya tetap berupa APAR, tetapi menggunakan gas khusus yang tidak meninggalkan residu.
Saat digunakan, gas akan menyerap panas dan menghentikan reaksi api tanpa merusak barang di sekitarnya. Ini sangat cocok untuk rumah dengan banyak perangkat elektronik.
Cara penggunaannya sama seperti APAR lainnya, cukup arahkan ke sumber api dan semprotkan.
6. Dry Powder (Kelas D)
Jenis ini berbentuk APAR dengan isi bubuk khusus untuk kebakaran logam. Penggunaannya sangat terbatas dan biasanya tidak diperlukan di rumah biasa.
Digunakan hanya jika terdapat risiko kebakaran dari logam tertentu.
7. Water Mist
Water mist menggunakan air dalam bentuk kabut halus. Bentuknya bisa berupa APAR atau sistem tetap di plafon.
Kabut air ini bekerja dengan menyerap panas secara cepat dan menyebar merata. Karena partikelnya sangat kecil, risiko kerusakan akibat air menjadi lebih rendah.
Di rumah, alat ini bisa digunakan untuk berbagai jenis kebakaran ringan dan relatif aman digunakan di sekitar listrik dalam kondisi tertentu.
8. Cartridge Operated Dry Chemical
Ini adalah APAR dengan sistem tekanan terpisah di dalamnya. Saat digunakan, tekanan dari cartridge akan mendorong isi keluar dengan lebih stabil.
Secara penggunaan di rumah tidak berbeda dengan APAR biasa, hanya saja jenis ini lebih sering digunakan di lingkungan profesional.
Cara Menggunakan APAR di Rumah
Sebagian besar APAR digunakan dengan metode yang sama:
- Tarik pin pengaman
- Arahkan selang ke dasar api
- Tekan tuas
- Sapu semprotan ke kiri dan kanan
Selalu berdiri dengan jarak aman dan pastikan posisi Anda tidak terjebak oleh api.
Rekomendasi APAR untuk Rumah
Untuk kebutuhan rumah tangga, Anda tidak perlu semua jenis. Kombinasi yang disarankan:
| Area | Jenis APAR |
|---|---|
| Dapur | Wet Chemical |
| Area umum | Dry Chemical |
| Listrik | COâ‚‚ atau Clean Agent |
FAQ (Ahli Fire Protection)
Apakah semua alat ini bentuknya sama?
Ya, sebagian besar berbentuk APAR tabung merah. Perbedaannya ada pada isi dan fungsi.
Berapa jumlah ideal di rumah?
Minimal satu per lantai, namun idealnya ditempatkan di dapur, area listrik, dan area utama.
Apakah satu APAR cukup?
Sebaiknya tidak. Karena setiap area memiliki risiko berbeda, kombinasi jenis lebih disarankan.
Apakah orang awam bisa menggunakan APAR?
Bisa. APAR dirancang untuk penggunaan sederhana dan dapat digunakan tanpa pelatihan khusus jika memahami langkah dasar.
Kapan harus memanggil pemadam kebakaran?
Jika api tidak padam dalam waktu singkat atau mulai membesar, segera evakuasi dan hubungi pemadam.
Kesimpulan
Alat proteksi kebakaran di rumah pada dasarnya adalah APAR dengan berbagai jenis isi yang disesuaikan dengan risiko. Dengan memahami bentuk alat, fungsi, dan cara penggunaannya, Anda dapat mengambil tindakan cepat saat terjadi kebakaran.
Perlindungan terbaik dimulai dari kesiapan. Pastikan rumah Anda sudah dilengkapi dengan alat yang tepat dan siap digunakan kapan saja.
Update terakhir: 2 April 2026, Ditinjau oleh Tim Teknis Totalfire