Cara Proteksi Kebakaran Jika Menggunakan Fire Alarm System

Cara proteksi kebakaran fire alarm system fire sprinkler

Upaya mencegah terjadinya kebakaran di bangunan gedung adalah dengan memiliki sistem proteksi yang terdiri dari peralatan kebakaran, kelengkapan dan sarana baik dari segi bangunan yang digunakan untuk tujuan proteksi aktif, proteksi pasif maupun cara proteksi kebakaran dari segi pengelolaan bangunan.

Fire alarm system merupakan jenis proteksi kebakaran aktif yang bertugas memberikan tanda atau mendeteksi keberadaan api, kebocoran gas dan asap dengan memonitor perubahan pada tempat atau lingkungan terkait. Secara sederhana fire alarm akan mengeluarkan signal berupa suara dan lampu menyala apabila mesin detektor menemukan salah satu atau beberapa tanda-tanda kebakaran.

Jenis-Jenis Fire Alarm

Keunggulan menggunakan sistem kebakaran ini adalah dapat mendeteksi kebakaran lebih awal, dengan demikian dapat memberitahukan kepada orang-orang yang sedang ada di dalam dan disekitar tempat kejadian untuk melakukan evakuasi, melakukan pemadaman, mengontrol penyebaran asap dan api.

Fire alarm system yang banyak digunakan di Indonesia adalah fire alarm system conventional, addressable, dan semi addressable.

  1. Fire Alarm System Conventional

Firem alarm ini cocok untuk bangunan kecil. Harganya lebih murah dibandingkan dengan 2 jenis alarm lainnya. Perangkat yang terhubung dengan control panel utama akan dikelompokkan berdasarkan zona. Detectornya dipasang memiliki titik awal dan akhir atau bekerja secara pararel. Nah, kesatuan sistem titik awal dan akhir disebut zona/group.

Cara proteksi kebakaran ini bekerja adalah apabila detector mendeteksi tanda terjadi kebakaran, maka sistem akan mengirim signal berupa lampu yang menyala/berkedip di zona lokasi kebakaran serta memberikan peringatan berupa suara alarm.

  1. Fire Alarm System Addressable

Fire alarm ini cocok untuk bangunan yang besar, terutama yang memiliki banyak ruang. Harganya paling mahal dibandingkan dengan fire alarm tipe lainnya. System perangkat yang langsung terhubung dengan control panel, baik input maupun output memiliki address sendiri pada dectectornya.

Jika terjadi kebakaran, sistem akan langsung mengirimkan signal lampu dan bunyi alarm. Salah satu keunggulannya adalah cara proteksi kebakaran bekerja, yaitu memberikan kemudahan mencari lokasi atau titik kebakaran dengan akurat. Sehingga bisa dengan tepat mengetahui jalur evakuasi dan proses evakuasi bisa lebih lama.

  1. Fire Alarm System Semi Addressable

Sama seperti tipe addressable, pada fire alarm system semi addressable juga cocok untuk bangunan yang besar dengan harga lebih murah. Selain itu pada tipe semi addressable smoke dan heat detectornya tipe conventional. Jadi menggunakannya harus monitoring modul agar bisa mengirimkan signal ke panel.

kelebihan fire alarm semi addressable adalah bisa mencakup lebih banyak dectektor dibandingkan dengan tipe file alarm lain yang memiliki keterbatasan zona.

Pemeriksaan Dan Perawatan Fire Alarm System

Proteksi kebakaran fire alarm system harus rutin dilakukan pemeriksaan dan perawatan secara berkala. Hal ini dilakukan agar fire alarm awet, tahan lama dan berfungsi dengan baik jika terjadi kebakaran. Selain membersihkan debu dan kotoran berikut tips pemeriksaan dan perawatan lainnya yang wajib dilakukan:

  • Mengecek dan mengatur akurasi dengan cara membandingkannya dengan tolak ukur yang sudah ditentukan atau kalibrasi dan melakukan uji sensor alarm.
  • Mengecek suara alarm kebakaran dan melakukan simulasi.
  • Mengecek dan mengatur sensitivitas alarm.
  • Mengecek dan menguji input dengan layanan darurat.
  • Cek baterai alarm, mulai dari kondisi korosi dan tanggal kadaluarsanya. Pergantian baterai (independent) minimal 1 tahun sekali.

Cara proteksi kebakaran dirawat juga dipengaruhi oleh faktor usia alarm itu sendiri. Berikut ini penjelasannya.

  • Kurang dari lima tahun perawatannya tidak begitu banyak. Apabila instalasinya tepat maka inspeksi dan mengganti baterainya bisa tahunan.
  • Sepuluh tahunan, perawatan tidak boleh diabaikan karena biasanya akan menunjukkan kelembaban, tegangan dan fluktuasi suhu.
  • Lebih dari sepuluh hingga lima belas tahun, memerlukan perhatian lebih. Walaupun demikian alarm masih bisa digunakan dengan catatan sistemnya masih bekerja dengan baik.
  • Lebih dari lima belas tahun, fungsi alarm berpotensi mengalami kegagalan. Oleh sebab itu pemeriksaan dan perawatan harus lebih sering dilakukan untuk memastikan sistem masih berfungsi.
  • Lebih dari dua puluh tahun, fire alarm wajib diganti.

Inspeksi, perawatan dan pemeliharaan alarm harus dilakukan oleh profesional untuk menghindari kesalahan. Karena fungsinya sangat vital, mencari proteksi kebakaran ini tidak bisa sembarangan. Produk dan sistemnya harus berkualitas. Selain itu proses menginstal sistem fire alarm cukup kompleks, harus dipasang oleh ahli yang memiliki pengalaman.

TotalFire Indonesia merupakan perusahaan yang sudah malang melintang di bidang pelayanan proteksi kebakaran didukung tim ahli dan profesional. Anda bisa konsultasi untuk mendapatkan jenis fire alarm yang tepat sesuai kebutuhan. Anda tidak perlu bingung masalah pengadaan, pemasangan hingga perawatan karena TotalFire mengutamakan pelayanan, mutu produk dan tanggung jawab dari pekerjaan.

Demikian informasi mengenai cara proteksi kebakaran, semoga dapat menambah pengetahuan, khususnya mengenai fire alarm protection system.