Detektor Kebakaran Adalah Langkah Preventif Dari Musibah Tak Terduga

jual detektor kebakaran, sistem detektor kebakaran, harga detektor kebakaran, supplier detektor kebakaran

Sebagian besar peristiwa kebakaran terjadi akibat kelalaian manusia. Kebakaran hebat tentu bermula dari percikan api yang luput diketahui sehingga lama-kelamaan makin membesar, meluas, dan sulit dipadamkan. Menurut National Fire Protection Association, lebih dari 2/3 dari kasus kebakaran properti (rumah dan gedung) terjadi karena tidak adanya alat detektor kebakaran/fire detector.

Detektor kebakaran adalah sebuah alat yang dirancang khusus untuk mendeteksi tanda-tanda akan terjadinya kebakaran. Tanda-tanda tersebut bisa berupa kepulan asap, temperature suhu pada ruangan, dan percikan api. Penggunaan alat ini dimaksudkan sebagai upaya preventif agar api tidak terlanjur membesar dan melalap bangunan sampai habis.

              Manusia Detektor Kebakaran Manual

Pada dasarnya, manusia dilengkapi dengan beberapa indera yang berfungsi untuk mengenali dan merasakan sesuatu. Indera membantu manusia dalam mendeteksi berbagai rasa, bentuk, suhu, dan aroma/bau yang dapat berubah kapan saja. Karena itu, manusia sebetulnya adalah detektor manual terhadap segala perubahan yang terjadi di sekitarnya.

Kebakaran selalu memberi sinyal-sinyal dini yang mestinya dapat dirasakan manusia dengan segala indera yang dimilikinya. Semisal, adanya asap yang menyengat, perubahan suhu udara yang meningkat drastis dalam waktu cepat, suara desis dari percikan atau bahkan ledakan. Sinyal-sinyal yang terdeteksi secara dini oleh manusia dapat mendorong manusia melakukan tindakan pemadaman lebih dini, sehingga api lebih mudah dijinakkan dan terhindar dari risiko kerigian lebih besar.

Sayangnya, keterlibatan manusia dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran tidak dapat diandalkan sepenuhnya. Volume aktivitas yang padat seringkali membuat manusia tidak peka terhadap adanya perubahan atau justru sedang tidak berada di lokasi yang sama ketika tanda-tanda kebakaran dimulai. Alhasil api terlanjur merajalela sebelum upaya pemadaman sempat dilakukan sama sekali.

              Pentingnya Penggunaan Detektor Kebakaran

Karena keterbatasan manusia, maka kita membutuhkan suatu alat yang dinamakan detektor kebakaran atau fire detektor. Detektor kebakaran adalah alat pendeteksi kebakaran yang bekerja otomatis ketika tanda-tanda kebakaran muncul. Menurut sejarah alat ini diciptakan pada pertengahan tahun 1800-an dan penggunaannya banyak ditempatkan di industri-industri.

Seiring berjalan waktu, alat deteksi kebakaran semakin banyak macamnya. Lengkap dengan tingkat proteksi yang bervariasi, disesuaikan kapasitas sensor dengan luas dan tinggi bangunan. Kini, detektor kebakaran juga banyak digunakan di rumah untuk mengantisipasi percikan api dari arus pendek listrik, kebocoran gas, dan peralatan masak.

              Proses Instalasi Detektor Kebakaran

Proses pemasangan detektor kebakaran tidak bisa dilakukan sembarangan. Untuk hasil terbaik, harus ditangani oleh juru pasang yang benar-benar terlatih dan berpengalaman di bidangnya. Instalasi yang tidak sesuai SNI bukan hanya membuat alat tidak bekerja sebagaimana mestinya, tapi juga menimbulkan risiko fatal.

Ada dua sistem yang biasa diterapkan dalam proses instalasi fire detector. Pertama, sistem instalasi alarm addressable dan sistem instalasi konvensional. Sistem alarm addressable terbilang lebih rumit dibandingkan sistem konvensional. Namun, sistem ini punya nilai lebih tersendiri. Daya proteksinya lebih  tinggi karena mampu menangkap sinyal langsung pada titik sebenarnya. Sehingga, memudahkan para personil pemadam kebakaran untuk langsung menuju ke zona titik api.

Sistem instalasi addressable lebih sering diterapkan pada gedung-gedung bertingkat seperti hotel, mall, gudang bertingkat, dan perkantoran. Sebab sewaktu-waktu terjadi kebakaran, proses identifikasi sumber api dapat dilakukan dengan lebih cepat.

Lain hal dengan sistem instalasi konvensional. Sistem instalasi konvensional tidak sepenuhnya buruk, hanya saja tidak cocok diterapkan pada bangunan yang berukuran sangat luas dan bertingkat. Sistem ini lebih pas jika terapkan pada rumah satu lantai. Pasalnya, alat detektor yang dipasang secara konvensional hanya bisa menangkap sinyal tanpa mengetahui dimana zona titik api berasal. Upaya pemadaman terpaksa memakan waktu lebih lama karena zona titik api yang sebenarnya belum diketahui. Bayangkan saja jika hal itu terjadi pada gedung 10 lantai, betapa repotnya personil pemadam kebakaran menemukan dimana sumber api berasal. Sementara api semakin membesar dan asap kian menebal.

Namun, di sisi lain biaya untuk instalasi konvensional jauh lebih ringan daripada sistem addressable. Untuk kebutuhan rumahan, ini sungguh tidak memberatkan. Karena detektor kebakaran adalah salah satu upaya preventif terjadinya kebakaran maka sudah waktunya kita  menggunakan alat ini di rumah ataupun tempat usaha.