Bagi Yang Masih Awam, Kenali Jenis Alarm Kebakaran Berikut ini!

Jenis alarm kebakaran fungsi

Setelah banyak membahas mengenai berbagai jenia fire protection system, pada artikel kali ini akan dibahas mengenai jenis alarm kebakaran. Alarm kebakaran adalah salah satu komponen fire protection system yang cukup penting. Karena selain bertugas mendeteksi sumber adanya sumber kebakaran seperti api, asap, gas dan sebagainya, alarm kebakaran juga bertugas memberi kode pada penghuni gedung atau ruangan untuk segera lari menyelamatkan diri.

Ada berbagai jenis alarm kebakaran yang bisa anda temui di pasaran. Semua jenis tersebut dibedakan sesuai dengan jenis detectornya, antara lain:

  1. Heat Detector

Dari sekian jenis alarm kebakaran, jenis heat detector adalah jenis yang banyak dipakai. Heat detector bekerja dengan cara mendeteksi bahaya kebakaran dengan jika terjadi kenaikan suhu yang berlebihan. Suhu yang bisa dideteksi biasanya antara 55 hingga 63 derajat celcius.

Alarm jenis heat detector ini cocok digunakan untuk ruangan seperti hotel, rumah hunian, restoran, perkantoran, dan berbagai bangunan yang rawan terkena percikan api.

  1. Fix Temperature

Untuk jenis fix temperatur ini tidak jauh beda dengan heat detector. Mendeteksi bahaya kebakaran dari naiknya suhu dalam ruangan. Bedanya, kalau heat detector mendeteksi suhu yang meningkat cukup tajam, sedangkan fix detector mendeteksi suhu yang meningkat perlahan.

Untuk jenis alarm fix temperature ini biasa digunakan oleh ruangan yang memang sudah tersetting panas. Seperti ruang genset, bengkel las, basement, dan lain sebagainya.

Alarm kebakaran di pabrik gudang kantor data center

  1. Smoke Detector

Smoke detector adalah sebuah alarm kebakaran yang bekerja ketika bagian sensornya mendeteksi adanya asap di sekitar ruangan. Alarm akan segera berbunyi ketika sensor mendeteksi adanya asap diatas ambang batas normal. Setelah asap dirasa cukup berlebihan, maka smoke detector akan segera mengaktifkan alarm untuk memberi tahu pada seluruh penghuni gedung adanya ancaman kebakaran.

Jika dilihat dari sifatnya, smoke detector memang lebih akurat jika dibandingkan dengan alarm kebakaran jenis lain. Karena sebelum api meluas, pasti ada asap terlebih dahulu. Hal inilah yang menyebabkan hasil deteksi sensor lebih akurat jika dibandingkan dengan sensor api.

Namun sayangnya, jenis alarm kebakaran smoke detector ini mempunyai satu kelemahan. Yaitu sering terdengar alarm palsu. Dimana jika ada asap naik sedikit saja, bahkan tidak sampai mengancam adanya bahaya kebakaran, alarm langsung berbunyi. Hal inilah yang kadang membingungkan bagi penghuni ruangan atau gedung tersebut.

  1. Flame Detector

Jenis alarm kebakaran lainnya adalah flame detector. Flame detector bersifat sensitif terhadap radiasi sinar ultraviolet yang diakibatkan oleh nyala api. Namun tidak bereaksi apapun pada lampu atau penerangan ruangan lainnya yang tidak ada hubungannya dengan nyala api.

Jika dilihat dari segi akuratnya, flame detector lebih akurat jika dibandingkan dengan heat detector maupun flame detector. Karena desain flame detector sesuai untuk mendeteksi api lebih cepat. Flame detector ini cocok ditempatkan pada area yang mudah terbakar. Seperti SPBU ataupun pabrik yang menggunakan bahan bakar kimia.

Untuk memastikan flame detector bekerja sebagaimana mestinya, hindarkan dari bahan-bahan yang bisa menghindari kinerjanya. Seperti lampu sterilisasi, lampu halogen ataupun lampu mercury.

Sedangkan untuk menghindarkan terjadinya alarm palsu, jangan pasang alarm jenis ini pad tempat yang sering terjadi percikan api. Seperti las ataupun pabrik yang menggunakan gerinda. Karena sifatnya sensitif sekali dengan api.

  1. Gas Detector

Sesuai namanya, gas detector adalah fire alarm yang mendeteksi adanya bahaya kebakaran ketika terjadi kebocoran gas yang tidak sebagaimana mestinya. Gas detector bisa mendeteksi kebocoran berbagai macam jenis gas. Seperti LNG, LPG, bahkan gas beracun yang bisa membahayakan manusia.

Jenis alarm kebakaran gas detector ini banyak diaplikasikan pada ruangan yang menggunakan gas. Seperti dapur rumah makan besar, pabrik, lokasi penambangan, dan tempat lain yang rawan terjadi kebocoran gas.

Itulah beberap jenis alarm kebakaran yang banyak beredar di pasaran. Sebelum memutuskan membeli, ada baiknya anda kenali lebih detail kira-kira jenis apa yang paling ideal digunakan untuk bangunan yang anda miliki. Jika masih bingung, bisa berkonsultasi dengan tim ahli atau kontraktor fire alarm system.