Lokasi Dan Komponen Instalasi Hydrant Gedung

jasa instalasi hydrant fire protection gedung gudang pabrik

Masalah kebakaran bisa terjadi di mana saja, namun lebih berisiko tinggi pada bangunan bertingkat dan memiliki aktivitas yang memicu panas atau percikan api. Instalasi hydrant gedung bisa menjadi salah satu solusi untuk mengantisipasi risiko kebakaran. Pompa hydrant kebakaran dapat membantu proses pemadaman bisa lebih cepat karena menyediakan aliran air.

Lokasi Hydrant Pada Bangunan

Hydrant kebakaran sebenarnya banyak ditemui di tempat-tempat umum, misalnya di pinggir jalan. Hydrant ini juga perlu dipasang untuk kebutuhan bangunan seperti gedung pencakar langit atau bangunan pabrik. Lalu di mana saja lokasi untuk menempatkan hydrant di bangunan? Berikut ini beberapa lokasi untuk pemasangan hydrant kebakaran.

  1. Bagian Eksternal Bangunan

Hydrant bisa ditempatkan di luar bangunan, ini yang bisa ditemui di tepi jalanan. Penempatannya sendiri perlu memenuhi beberapa persyaratan seperti jarak dengan bangunan dan akses yang baik sehingga mudah digunakan. Pada area pabrik, sistem hydrant ini bisa dipasang di luar bangunan pabrik.

  1. Bagian Internal Bangunan

Instalasi hydrant gedung bisa dilakukan di dalam bangunan. Ini biasanya dilakukan untuk melindungi bagian bangunan yang tidak bisa terjangkau oleh hydrant eksternal. Pabrik yang luas atau gedung pencakar langit biasanya memiliki jenis hydrant yang satu ini. Jadi hydrant di dalam bangunan hanya diperuntukkan pada area tempat hydrant dipasang.

  1. Bagian Atap Bangunan

Selain di dalam bangunan, hydrant bisa dipasang di bagian atap bangunan. Bagian atap yang tertutup memerlukan hydrant jika luasnya melebihi 250 meter persegi. Hydrant yang dipasang di area ini juga harus memenuhi persyaratan agar bisa beroperasi sesuai standar.

Sistem Komponen Hydrant

Sistem hydrant yang dipasang pada bangunan terdiri dari komponen-komponen yang bertujuan untuk mengalirkan air. Instalasi hydrant gedung sendiri harus dilakukan oleh profesional karena cenderung rumit dan harus dilakukan sesuai standar. Berikut ini beberapa komponen pada sistem hydrant kebakaran:

  1. Pasokan Dan Penyimpanan Air

Pasokan air untuk sistem hydrant kebakaran bisa berasal dari sumber air yang memadai seperti pasokan air statis atau bendungan. Penyimpinan air juga harus memiliki fasilitas pengisian ulang otomatis karena penguapan, kebocoran, dan lain-lain. Kapasitas pasokan ini harus diperhitungkan untuk menjaga kebutuhan air.

  • Pipa Dan Katup

Pipa dipakai untuk mengarahkan air dari titik asal yaitu tempat pasokan air ke tujuannya yaitu katup hydrant. Proses penyaluran air ini memerlukan serangkaian pipa yang saling berhubungan dengan ukuran tertentu. Ada katup kontrol yang dipasang untuk mengontrol aliran air.

  • Booster Pemadam Kebakaran

Booster diperlukan untuk menyediakan air tambahan ke sistem hydrant kebakaran jika terjadi keadaan darurat. Lokasi booster ini harus mudah diakses dan memberikan perlindungan pada petugas pemadam kebakaran.

  • Booster Pumpset

Pompa pendorong diperlukan jika pasokan air tidak mencukupi. Alat ini terdiri dari kombinasi motor listrik atau diesel.

  • Hydrant/Attack Hydrant

Titik akhir dari sistem hydrant yaitu hydrant valve atau landing valve. Terdapat sambungan untuk selang kebakaran dengan ukuran yang telah ditentukan. Ini juga harus dilengkapi dengan koneksi atau kopling yang kompatibel dengan pemadam kebakaran di area tersebut.

  • Layflat Fire Hose

Layflat fire hose berupa selang untuk menyalurkan air dari hydrantt. Selang khusus ini merupakan selang fleksibel yang memiliki nozzle yang dapat dihubungkan ke hydrant.

  • Block Plan

Hydrant kebakaran juga dilengkapi dengan sistem rencana blok. Sistem block plan ini menggambarkan fitur-fitur utama dari sistem hydrant termasuk lokasi dan dimensi pasokan. Keterangan lengkap mengenai instalasi hydrant gedung berikut nama kontraktor juga tertera dalam block plan.

Instalasi Hydrant Gedung Dan Pemeliharaan

Pemasangan hydrant kebakaran untuk gedung bisa diserahkan kepada jasa kontraktor fire protection. Nantinya perlu ada pemeriksaan terhadap bangunan dan perencanaan sistem hydrant yang akan dibuat. Desain yang dibuat bisa dibahas dengan pihak bangunan, jika sudah disetujui maka akan segera dilakukan proses pemasangan. Baik itu hydrant internal ataupun eksternal memerlukan komponen-komponen berkualitas sehingga sistem dapat bekerja secara optimal.

Setelah proses instalasi, maka selanjutnya akan dilakukan pengujian apakah sistem hydrant tersebut dapat berjalan dengan baik. Klien perlu untuk ikut memeriksa bagaimana sistem hydrant di bangunan tersebut bekerja. Pihak kontraktor juga bisa memberikan edukasi tentang bagaimana cara pemeliharaan sistem hydrant tersebut.

Pemeliharaan dan pengujian sistem hydrant bisa dilakukan sesuai standar mulai dari memeriksa apakah terjadi kebocoran serta menguji kinerjanya. Ini perlu diinspeksi setidaknya sekali dalam setahun. Pemeriksaan sistem bisa meminta bantuan profesional untuk lebih memastikan. Jika ditemukan terjadi kerusakan maka perlu untuk segera memperbaikinya.

Perusahaan yang ingin memberikan proteksi kebakaran pada bangunannya bisa melakukan instalasi hydrant gedung  dilengkapi dengan sistem fire protection lainnya. Perencanaan sistem kebakaran gedung dapat dilakukan bersama Totalfire Indonesia, jasa kontraktor perlindungan kebakaran yang sudah berpengalaman. Tak hanya hydrant, sistem perlindungan lainnya juga tersedia dengan teknologi yang terus diperbarui.