Pengertian Fire Alarm System Itu Ternyata Mudah Dipahami

pengertian fire alarm system sistem alarm api kebakaran

Kebakaran merupakan musibah yang dapat terjadi di mana saja dan menimpa siapa saja. Si jago Merah dapat membakar rumah atau gedung-gedung bertingkat. Apakah musibah ini dapat dicegah? Tentu saja bisa. Salah satu caranya adalah dengan memasang Fire Alarm System pada rumah atau gedung-gedung. Apa itu pengertian Fire Alarm System?

Pengertian Fire Alarm System adalah sebuah sistem yang diciptakan untuk mendeteksi keberadaan api secara otomatis sehingga dapat mencegah terjadinya kebakaran. Ketika ada perubahan-perubahan disekitar kita yang mengindikasikan adanya kebakaran, maka sistem ini akan segera memberikan sinyal kebakaran, berupa suara sirine. Perubahan yang dimaksud adalah adanya kenaikan suhu ruangan, munculnya asap, api dan gas secara tiba-tiba. Oleh  karena itu, sistem ini selalu dilengkapi dengan alat sensor yang peka terhadap suhu panas, asap, api, dan gas.

Merujuk pada pengertian Fire Alarm System maka tujuan diciptakan Fire Alarm System adalah mencegah terjadinya kebakaran dengan menemukan sumber api sehingga dapat segera dipadamkan sebelum api meluas. Oleh karena itulah, setiap gedung perlu memasang Fire Alarm System. Salah satu perusaan yang terekomendasi sebagai penyedia produk ini adalah perusahaan TotalFire.

Selanjutnya, secara umum, Fire Alarm System ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut ini.

  1. Sistem Konvensional

Sistem ini menggunakan sistem instalasi 2-Wire Type, yaitu menggunakan kabel isi dua untuk menghubungkan arus listrik antar detektor ke detektor dan ke Panel. Nama kabel yang biasa dipakai adalah kabel listrik NYM 2×1.5 mm atau NYMHY 2×1.5 mm yang ditarik di dalam pipa conduit semisal EGA atau Clipsal. Untuk instalasi yang cukup kritis, jenis kabel yang sesuai adalah kabel tahan api atau yang disebut dengan istilah FRC (Fire Resistance Cable) dengan ukuran 2×1.5 mm.

Sifat dari sistem konvensional ini adalah terbatas, setiap zona memerlukan panel sendiri-sendiri dan tidak terpusat sehingga sistem ini cocok digunakan pada bangunan yang tidak terlalu besar atau berskala kecil, sebut saja yang ada di perumahan, pertokoan atau pada ruangan-ruangan tertentu pada suatu bangunan yang diamankan.

  1. Sistem Addressable

Sistem ini cocok diterapkan pada bangunan berskala besar seperti apartemen dan gedung bertingkat laiannya karena menggunakan sistem kode digital yang secara otomatis dapat mendeteksi langsung lokasi kebakaran. Mengapa demikian? Karena instalasi yang ada dalam sistem ini terhubung dalam satu panel alarm di ruang kontrol.

Bagaimana cara kerja sistem addressable ini? Cukup mudah sebenarnya, kita hanya memerlukan satu ruang control untuk mengontrol ruangan-ruangan yang lain. Jika terdeteksi telah terjadi kebakaran, maka detektor akan mengirimkan sinyal pada control pusat sehingga dapat segera teratasi.

Kemudian, sistem ini terbagi menjadi dua, yaitu semi addressable system dan full addressable system. Perbedaan sistem kerja dua jenis ini terletak pada tingkat kecepatan deteksi lokasi. Sistem pertama hanya bisa menunjukkan deteksi kebakaran pada zonasi atau daerah yang lebih luas. Sistem yang kedua, dapat menunjukkan lokasi kebakaran pada titik lokasi yang lebih fokus.

Selanjutnya, peletakan sensor Fire alarm System harus dipertimbangan dan disesuaikan dengan karakteristik ruangan. Salah satu contohnya, ruangan dapur. Karakteristik ruangan ini adalah penghasil asap, maka detektor asap ini tidak cocok diletakkan di dapur. Detektor yang cocok untuk ruangan dapur adalah pendeteksi api/ gas LPG dan LNG. Contoh kedua, pada ruangan yang memiliki karakteristik suhu ruangan tinggi, maka detektor panas tidak seharusnya dipasang karena akan selalu membunyikan sirine telah terjadi gejala kebakaran.

Lantas apa saja komponen Fire Alarm System? Berikut ini merupakan komponen pembentuknya.

  1. MCFA (Main Control Fire Alarm)

Merupakan komponen utama yang ada pada Fire Alarm System bagian sistem proteksi. MCFA memiliki fungsi yang amat penting, yaitu menerima sinyal masuk (input signal) dari detektor dan komponen proteksi lainnya  seperti fixed heat detector, smoke detector, ROR heat detector.

  1. Alat Pendeteksi

Alat ini bekerja secara otomatis. Alat ini terbagi menjadi empat macam, yaitu detektor panas, asap, api, dan gas.

  1. Fire Bell

Alat ini berfungsi sebagai sirine yang menandakan telah terjadi kebakaran sehingga dapat segera diketahui.

  1. Indicator Lamp

Merupakan pertanda aktifnya sistem alarm dan penanda terjadinya kebakaran.

Demikianlah, uraian singkat tentang Pengertian Fire Alarm System, jenis, dan komponen pembentuknya. Agar sistem ini dapat berfungsi dengan baik saat dibutuhkan maka kita harus selalu merawatnya. Perawatan dapat dimulai dari membersihkan kabel atau dari mengecek sambungan kabel, apakah ada yang terputus atau tidak. Selain itu, kita perlu juga memilih perusahaan penyedia sistem ini dengan tepat sehingga benar-benar berfungsi saat dibutuhkan. Nah salah satu perusahaan yang mumpuni dalam bidang ini adalah TotalFire. Perusahaan ini sudah dibangun sejak lama dan menunjukkan prestasi yang baik.