Sistem Pencegah Kebakaran Sebagai Solusi Meminimalkan Kebakaran Gedung

Kebakaran adalah sebuah peristiwa yang tidak pernah diharapkan oleh setiap orang. Selain bisa merenggut nyawa, peristiwa kebakaran juga bisa berakibat pada jumlah kerugian dalam satu perusahaan jika itu di perusahaan. Maka untuk mengatisipasinya, tentu membutuhkan sistem pencegah kebakaran yang baik serta aman sehingga bisa mengurangi resiko kerugian besar – besaran.

Sekarang ini, sistem pemadam kebakaran sudah menjadi kebutuhan umum. Buktinya, sudah banyak gedung yang mulai menerapkan sistem pengaman kebakaran sebagai bentuk antisipasi jikalau terjadi kebakaran nantinya. Paling tidak, kerugian yang didapatkan dari musibah kebakaran tidak terlalu besar. Ternyata tidak hanya gedung atau bangunan tertentu yang menerapkan keamanan dengan sistem pemadam kebakaran, buktinya di beberapa fasilitas umum di kota – kota besar sudah diterapkan dan berjalan dengan semesetinya.

Cara Mendeteksi Ancaman Kebakaran Dengan Sistem Pemadam Kebakaran

Dalam sistem pencegahan sekaligus penanganan dalam sebuah kebakaran, tentu dibutuhkan sistem untuk bisa mendeteksi gejala yang bisa menimbulkan kebakaran. Nah, sistem ini disebut juga sebagai sebuah kewaspadaan dalam sistem pemadam kebakaran. Bagaimanakah cara mendeteksinya?

Ada beberapa peralatan yang bisa digunakan untuk mendeteksi ancaman kebakaran, diantaranya adalah detektor panas atau sensor panas, sensor asap atau pendeteksi asap dan alarm pengingat. Ketiganya haruslah dipasang dalam satu sistem, karena satu saja detektor yang digunakan, maka akan kesulitan dalam mendeteksi kebakaran.

  1. Cara Kerja Detektor Panas (Sensor Panas)

Proses kebakaran yang besar dan mengakibatkan banyaknya kerugian adalah karena panas yang terlalu tinggi. Sumber panas ini kemudian bisa menyebabkan kebakaran. Cara mendeteksinya adalah dengan memasang detektor panas atau sensor panas dalam sebuah ruangan dengan jangkauan tertentu. Detektor ini berfungs sebagai penangkap sinyal dari ruangan tertentu.

Pada penerapannya, detektor ini berupa fixed temperature heat detector dan rate of rise. Fixed temperature heat detektor merupakan peralatan yang berfungsi untuk mendeteksi panas di area tertentu. Sistem kerjanya yaitu, ketika sistem ini mendeteksi panas maka hasil deteksi tersebut akan dibandingkan dengan suhu dari ruangan yang disetel default. Sedangkan untuk detektor jenis rite of rise merupakan alat dengan sistem pendeteksi panas, dengan kemampuan mendeteksi kenaikan suhu terutama tentang kecepatan peningkatannya. Sistem kerjanya hampir sama dengan sebelumnya, hanya saja ini lebih akurat yakni dengan mendeteksi peningkatannya.

  1. Cara Kerja Detektor Asap

Sistem pencegah kebakaran jenis selanjutnya adalah menggunakan detektor asap. Karena asap biasanya juga identik dengan api. Apalagi kalau asap tersebut datangnya dari listrik yang konsleting. Kasus seperti ini juga sangat rawan dengan kebakaran. Sehingga butuh sebuah sistem pemadam kebakaran yang mampu mendeteksi asap untuk kemudian membaca situasi. Walaupun pada kenyataannya di lapangan, detektor asap ini banyak dijumpai dalam bentuk smoke detector atau pendeteksi asap rokok.

Sistem kerjanya cukup sederhana, yaitu ketika mendeteksi munculnya asap rokok maka otomatis akan mendeteksi keadaan siaga untuk melanjutkan fungsi alarm. Dan finalnya adalah menyemprotkan air yang berada di langit – langit untuk mematikan sumber asap. Sistem kerjanya adalah otomatis tanpa campur tangan manusia.

  1. Cara Kerja Fire Alarm

Fire alarm atau lebih banyak juga yang menyebutnya sebagai MCFA atau singkatan dari Main Control Fire Alarm. Alarm ini tersambung dengan beberapa detektor yang tadi. Karena fungsi detektor hanya sebagai pendeteksi, maka fire alarm ini berfungsi sebagai pengingat kalau harus segera di evakuasi. Apabila detektor mendeteksi adanya gejala yang bisa menyebabkan kebakaran dan berbahaya, maka alarm akan berbunyi otomatis. Bunyi alarm ini biasanya sebagai pertanda untuk segera mengosongkan ruangan dan evakuasi penghuni ruangan tersebut ke jalur yang lebih aman.

  1. Cara Kerja Lampu Indikator

Selain alarm, biasanya ada juga lampu indikator sebagai penanda bahwa alarm sudah aktif. Untuk posisi lampu indikator ini sendiri biasanya berpadu dengan alarm. Alarm sebagai penanda bentuk bunyi dan indikator ini sebagai penanda bentuk visualnya. Peletkannya biasanya di daerah yang mudah untuk terlihat atau di pintu keluar gedung.

Keempat elemen penting ini adalah kunci awal dalam sebuah sistem pemadam kebakaran. Terutama jika berbicara tentang keamanan serta kenyamanan penghyuni gedungnya. Empat elemen penting ini adalah hal yang tidak bisa terpisahkan.

Tips Memilih Sistem Pemadan Kebakaran yang Baik

Sistem pencegah kebakaran ada yang sifatnya manual dan ada juga yang sifatnya otomatis tanpa membutuhkan campur tangan manusia. Yang manual ini biasanya bentuk hydrant, gas dan sejenisnya. Sedangkan untuk bentuk yang otomatis sistemnya kurang lebih seperti yang dijelaskan di atas tadi.

Bagaimana memilih sistem pencegah kebakaran yang baik? Caranya adalah dengan menyesuaikan kembali dengan kebutuhan gedung, agar bisa lebih maksimal maka sebaiknya menerapkan kedua sistem ini. Otomatis untuk fungsional proses pemadam klebakaran, paling tidak memperkecil kemungkinan besarnya kerugian, sedangkan untuk manual agar hasil yang diperoleh lebih maksimal.

Untuk info lebih lanjut dapat langsung menghubungi kami melalui nomor WA 0812 2954 5016 dan telepon 0811 823 279 atau ke alamat email: info@totalfire.co.id untuk mendapatkan layanan dan penawaran terbaik! Contact us now!

 

Konsultan kebakaran