Alat proteksi kebakaran mempunyai jenis dan fungsi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan bangunan yang ingin diproteksi. Salah satu alat tersebut adalah fire sprinkler. Fire sprinkler merupakan sistem proteksi kebakaran dengan cara kerja mengeluarkan baik air, gas ataupun busa untuk memadamkan api.

Fire sprinkler sendiri terdiri atas dua tipe, yaitu wet pipe system, dan dry pipe system. Keduanya memiliki perbedaan dari segi bahan yang digunakan dalam memadamkan api. Dalam artikel kali ini akan lebih membahas mengenai apa itu dry pipe system dan bagaimana cara kerjanya.

 

Cara Kerja Dry Pipe System

Apabila wet pipe system lebih cocok digunakan pada daerah yang beriklim tropis atau panas. Penggunaan dry pipe system sangatlah cocok untuk digunakan pada  daerah yang bersuhu tinggi, contohnya pada daerah Eropa Utara.

Dry pipe system terbagi menjadi dua jenis, yaitu deluge system dan pre-action system. Perbedaan keduanya terdapat pada jumlah pemicu untuk mengaktifkan pompa air.

Pada umumnya fire sprinkler mengeluarkan air untuk memadamkan api, namun pada tipe dry pipe system media yang dikeluarkan adalah udara. Meskipun media yang digunakan pada sistem fire sprinkler dan dry pipe berbeda, tetapi secara sistem keduanya mempunyai bentuk yang sama.

Dalam sistem dry pipe, air tetaplah dibutuhkan meskipun media utama yang digunakan berupa udara. Nantinya air tersebut akan disimpan pada tempat yang bersuhu rendah agar tidak membeku.

Dry pipe system inilah yang membuat air dalam pipa tidak membeku. Jika menggunakan tipe wet pipe, air dapat membeku sehingga tidak dapat digunakan untuk memadamkan kebakaran. Selain itu dengan membekunya air dapat membuat sistem menjadi rusak.

 

Bagaimana caranya dry pipe sehingga dapat mengeluarkan udara?

Alarm pada dry pipe system akan aktif apabila terdapat suhu panas yang muncul akibat adanya api. Ketika alarm tersebut aktif, akan menandakan bahwa air akan segera mengalir agar dapat memadamkan bagian sprinkler yang pecah akibat suhu panas, kemudian gas akan keluar dari dalam pipa.

Fire sprinkler tipe ini akan memberikan delay pada bagian water dan head sprinkle yang berada pada bagian tandon air.

Di dalam katup pipa kering ini harus selalu ada pasokan udara yang cukup. Pasokan udara tersebut harus bisa mengembalikan tekanan udara yang normal dari sebuah sistem dalam jangka waktu 30 menit.

Pasokan tersebut  disimpan bagian kompresor yang telah terhubung pada saluran pipa untuk fire sprinkler ini.

 

Kekurangan Dry Pipe

Kekurangan dalam sistem ini adalah waktu kerjanya yang lebih lambat dibandingkan dengan tipe wet pipe system, karena pada tipe wet pipe system pipa akan selalu terisi penuh dengan air, sedangkan pada dry pipe system harus menunggu beberapa lama sampai udara dapat keluar melewati pompa aktif.

Selain itu biaya perawatan dan pemasangan sistem ini lebih rumit dan mahal, karena membutuhkan pipa yang berukuran lebih besar, dengan tujuan agar dapat menahan udara yang bertekanan.

Masalah utama yang sering terjadi pada tipe dry pipe system adalah kondesat beku

Jika anda ingin melakukan pemasangan atau mengetahui info lebih mengenai dry pipe system atau alat pemadam kebakaran lainnya dapat langsung mengunjungi website https://totalfire.co.id/. Atau langsung menghubungi kami melalui nomor WA 0812 2954 5016 dan telepon 0811 823 279 atau ke alamat email: info@totalfire.co.id untuk mendapatkan layanan dan penawaran terbaik! Contact us now!

jual fire hydrant kontraktor fire protection