kebakaran kelas D cara mengatasi

Kebakaran bisa dibedakan menjadi beberapa kelas, salah satunya kelas D. Kebakaran kelas D merupakan jenis kebakaran yang membakar bahan logam. Jenis kebakaran ini juga cukup berbahaya sehingga perlu sistem pemadaman yang tepat. Alat pemadam yang tepat bisa membantu agar kebakaran bisa dipadamkan dengan aman dan cepat.

Apa itu Kebakaran Kelas D?

Tidak semua kebakaran terjadi dengan proses yang sama, itulah sebabnya sistem klasifikasi dikembangkan. Ini untuk membantu mengidentifikasi berbagai jenis kebakaran. Kelas-kelas ditentukan oleh sumber bahan bakar api. Selanjutnya kelas api ini juga menentukan jenis bahan pemadam yang efektif untuk memadamkan api tersebut.

Kebakaran kelas D memiliki ciri khusus dengan hadirnya logam yang terbakar. Hanya beberapa jenis logam yang dapat terbakar misalnya alumunium dan sodium. Kebakaran jenis ini umumnya juga melibatkan magnesium dan titanium.

Sebenarnya perlu api dengan panas yang tinggi untuk membakar logam. Namun sekali api bisa membakar logam tersebut maka bisa dengan cepat menyebar dan membesar. Ini membuatnya menjadi sangat berbahaya dan destruktif. Selain itu, sodium juga merupakan elemen yang reaktif yang akan segera terbakar jika terkena udara atau air. Ini bisa menyebabkan ledakan dan membuat kerusakan yang parah.

Massa logam relatif tidak mungkin terbakar, dengan pengecualian unsur natrium. Jadi jenis kebakaran class D ini paling umum ditemukan di lingkungan logam ‘halus’. Ini biasanya ada di tempat seperti laboratorium, gudang, dan pabrik.

Bisa juga tempat lain yang ada proses manufaktur untuk memotong, mengebor, atau menggiling logam. Misalnya saja tempat memproses aluminium. Di sana akan mengandung banyak debu aluminium yang rentan terbakar.

Cara Mencegah Terjadinya Kebakaran Kelas D

Kebakaran logam merupakan salah satu yang paling berbahaya. Ini karena orang-orang tidak menyadari bagaimana cara menanggulanginya dengan aman dan efektif. Akan sangat berbahaya jika menggunakan air karena logam seperti natrium akan bereaksi lebih lanjut dengan air.

Kebakaran yang melibatkan logam dapat dihindari dengan menjaga agar logam tidak terpapar panas atau api. Perlu untuk menyimpan logam yang mudah terbakar dalam wadah yang aman dan terlindung.

Namun seperti yang telah dibahas sebelumnya, kebakaran logam lebih banyak terjadi karena proses manufaktur yang menghasilkan logam halus. Oleh karena itu, perlu untuk mengelola lingkungan komersial dengan baik. Sistem produksi barang dari bahan logam harus dilakukan dengan aman. Tempat produksi juga harus memiliki keamanan kebakaran yang memadai.

Sebelumnya, manajemen perusahaan perlu melakukan penilaian risiko kebakaran yang komprehensif. Risiko yang tinggi perlu diminimalkan dengan proses yang lebih aman. Selanjutnya melakukan perencanaan sistem keamanan kebakaran yang diperlukan.

Sistem keamanan kebakaran di tempat yang berisiko tinggi harus diterapkan dengan lebih komprehensif. Tidak hanya berupa peralatan pemadam yang lengkap namun juga personel yang telah terlatih. Tenaga kerja atau karyawan yang bekerja di tempat tersebut perlu diberi pelatihan sehingga bisa tanggap saat terjadi risiko kebakaran.

Alat pemadam kelas D juga dibutuhkan di tempat yang berisiko mengalami kebakaran logam. Menggunakan alat pemadam dengan kelas yang salah bisa tidak efektif atau malah berbahaya. Ada baiknya untuk berkonsultasi pada jasa profesional sebelum menerapkan sistem pemadam dan membeli alat pemadam kebakaran.

Alat Pemadam Kebakaran Kelas D

Alat pemadam kebakaran yang cocok digunakan untuk kelas D yaitu alat pemadam dry powder. Ini merupakan satu-satunya alat pemadam yang direkomendasikan untuk memadamkan kebakaran logam. Agen bubuk yang digunakan bisa berupa graphite granular sodium chloride atau berbasis tembaga. Bahan tersebut efektif memisahkan bahan bakar berupa logam menyala dari oksigen.

Kebakaran jenis ini tidak dapat dengan mudah dipadamkan oleh air atau agen pemadam lainnya. Air berinteraksi dengan metal yang terbakar dan meningkatkan panas serta menyebarkan logam yang meleleh.

Alat pemadam khusus untuk kelas D diperlukan sehingga pemadaman kebakaran logam ini bisa dilakukan dengan aman. Pemadam kelas D bisa menghilangkan unsur oksigen. Agen pemadam yang digunakan untuk kelas D ini juga dapat membantu menyerap panas.

Alat pemadam kelas D misalnya yang mengandung sodium chloride berbentuk bubuk kering. Panas dari api menyebabkannya menjadi menggumpal dan membentuk kerak. Ini bisa mengeluarkan udara dan menghilangkan panas dari logam yang terbakar. Kebakaran yang melibatkan magnesium, natrium, kalium, dan paduan natrium-kalium bisa dipadamkan dengan alat pemadam ini.

Penyiapan alat pemadam kebakaran yang tepat bisa membantu untuk meminimalkan risiko kebakaran. Perusahaan sejak awal perlu untuk memetakan risiko kebakaran kelas apa yang dapat terjadi di tempatnya. Ini bisa dikonsultasikan pada jasa sistem pemadam kebakaran.

Totalfire Indonesia menyediakan jasa untuk instalasi sistem pemadaman kebakaran berbagai kelas kebakaran. Jasa kami juga bisa menyediakan berbagai alat pemadam kebakaran termasuk untuk kebakaran kelas D. Tak hanya alat pemadam, tersedia juga alarm kebakaran dan sistem pemadam lainnya yang akan dipasang oleh jasa profesional kami.