
Ketika Halon dilarang karena merusak lapisan ozon, industri proteksi kebakaran membutuhkan pengganti yang sama bersihnya namun lebih aman bagi lingkungan. Halotron adalah salah satu jawaban yang muncul pada awal 1990-an, dan hingga kini masih banyak digunakan untuk melindungi peralatan bernilai tinggi.
Namun posisi sistem pemadam kebakaran Halotron dalam peta regulasi lingkungan kerap disalahpahami. Artikel ini membahas karakteristik Halotron, perbedaan kedua variannya, aplikasinya, serta status regulasinya yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih.
Mengenal Halotron
Halotron adalah media pemadam kebakaran berbahan dasar halocarbon yang tergolong sebagai clean agent. Media ini digunakan pada berbagai aplikasi, mulai dari komersial, industri, maritim, hingga militer.
Sebagai clean agent, Halotron tidak meninggalkan residu maupun menimbulkan korosi setelah digunakan. Sifatnya yang tidak menghantarkan listrik membuatnya dapat digunakan pada kebakaran yang melibatkan peralatan listrik bertegangan.
Keunggulan inilah yang membuatnya diminati untuk melindungi aset bernilai tinggi. Media pemadam berbasis serbuk kimia kering memang efektif memadamkan api, tetapi residunya bersifat korosif dan dapat merusak peralatan elektronik, mesin, serta motor listrik yang sebenarnya tidak ikut terbakar. Halotron menghindari kerusakan sekunder semacam itu.
Halotron tersedia dalam dua varian dengan peruntukan yang berbeda.
Perbedaan Halotron I dan Halotron II
| Aspek | Halotron I | Halotron II |
|---|---|---|
| Bahan dasar | HCFC-123 dengan propelan tambahan | Campuran HFC-134a, HFC-125, dan karbon dioksida |
| Bentuk saat dilepaskan | Cairan yang menguap cepat | Gas |
| Aplikasi utama | APAR portabel dan aplikasi lokal | Sistem total flooding |
| Menggantikan | Halon 1211 | Halon 1301 |
| Peruntukan ruang | Dioperasikan manual oleh petugas | Ruang yang normalnya tidak dihuni |
Halotron I
Halotron I dirancang untuk aplikasi penyemprotan pada alat pemadam kebakaran genggam, sistem aplikasi lokal tertentu, serta secara terbatas pada aplikasi total flooding. Media ini diperkenalkan pada tahun 1992 sebagai pengganti Halon 1211.
Bahan dasarnya adalah HCFC-123, dicampur dengan propelan berupa tetrafluorometana dan argon. Saat dilepaskan, Halotron I keluar sebagai cairan yang menguap dengan cepat.
Titik didihnya yang relatif tinggi, sekitar 27 derajat Celsius atau 80,6 derajat Fahrenheit, memberikan keunggulan praktis dibanding clean agent lain. Media dengan titik didih lebih rendah menguap terlalu cepat sehingga jarak lemparnya pendek. Halotron I mempertahankan bentuk cair lebih lama, menghasilkan jangkauan yang lebih jauh dan lebih mudah diarahkan, terutama bagi pengguna yang bukan petugas pemadam terlatih.
Halotron II
Halotron II adalah clean agent untuk sistem total flooding, yaitu sistem yang membanjiri seluruh ruangan dengan media pemadam. Komposisinya berbasis HFC-134a, HFC-125, dan karbon dioksida, dan dirancang menggantikan Halon 1301 pada aplikasi tertentu.
Karena bekerja dengan metode total flooding, Halotron II diperuntukkan bagi ruang yang normalnya tidak dihuni manusia. Distribusinya terbatas di beberapa negara, dan penerapannya tunduk pada batasan penggunaan yang berlaku di masing-masing wilayah.
Status Lingkungan yang Perlu Dipahami
Bagian ini penting dan sering disederhanakan secara keliru. Halotron kerap dipromosikan sebagai media yang ramah lingkungan, padahal gambarannya lebih bernuansa.
| Media | Profil Lingkungan | Status Regulasi |
|---|---|---|
| Halon 1211 dan 1301 | Potensi perusakan ozon sangat tinggi | Produksi baru dihentikan berdasarkan Protokol Montreal |
| Halotron I (HCFC-123) | Potensi perusakan ozon mendekati nol namun tidak nol, potensi pemanasan global rendah | Termasuk zat perusak ozon golongan transisi dengan jadwal penghentian produksi |
| Halotron II (berbasis HFC) | Tidak merusak ozon, namun potensi pemanasan global tinggi | Tunduk pada pembatasan HFC melalui Amandemen Kigali |
| Novec 1230 dan inert gas | Tidak merusak ozon, potensi pemanasan global sangat rendah | Tidak dibatasi oleh jadwal penghentian |
Halotron I memang jauh lebih baik dibanding Halon yang digantikannya. Potensi perusakan ozonnya sangat kecil, hanya sekitar dua persen dari Halon 1211, dan potensi pemanasan globalnya pun rendah. Karena itu media ini disetujui sebagai alternatif Halon dalam program evaluasi lingkungan di Amerika Serikat.
Meski demikian, HCFC-123 tetap tergolong zat perusak ozon golongan transisi, sehingga tunduk pada jadwal penghentian produksi di bawah Protokol Montreal. Produksi HCFC-123 untuk keperluan proteksi kebakaran saat ini masih berjalan dan direncanakan berlanjut hingga akhir dekade ini, namun arah jangka panjangnya adalah penghentian total.
Artinya, Halotron I masih legal digunakan dan sistem yang sudah terpasang tetap dapat dirawat serta diisi ulang. Yang perlu dipertimbangkan adalah perencanaan jangka panjang: untuk instalasi baru dengan usia pakai puluhan tahun, memilih media yang tidak terikat jadwal penghentian memberi kepastian yang lebih baik.
Kelas Kebakaran yang Dapat Ditangani
Halotron mampu memadamkan kebakaran kelas A, B, dan C menurut klasifikasi yang berlaku di Indonesia. Ini menjadikannya media serbaguna yang dapat ditempatkan di beragam lokasi.
- Kelas A, kebakaran bahan padat seperti kertas, kayu, dan kain.
- Kelas B, kebakaran cairan dan gas yang mudah terbakar.
- Kelas C, kebakaran yang melibatkan peralatan listrik bertegangan.
Perlu diluruskan satu hal. Sebagian referensi menyebut adanya kelas E untuk kebakaran listrik. Penggolongan tersebut berasal dari sistem klasifikasi yang dipakai di Australia dan Selandia Baru, dan tidak berlaku di Indonesia. Klasifikasi yang digunakan di sini adalah kelas A, B, C, D untuk logam, serta K untuk minyak masakan.
Lokasi Pemasangan yang Sesuai
Halotron dapat ditempatkan di berbagai jenis fasilitas, terutama yang berisi peralatan sensitif terhadap residu:
- Ruang server dan pusat data
- Ruang panel listrik dan ruang kontrol
- Perkantoran dan area publik
- Gudang dan fasilitas manufaktur
- Fasilitas militer dan instalasi pertahanan
- Kendaraan, kapal, dan pesawat terbang
- Area hunian tertentu
Kelebihan Halotron
Beberapa keunggulan yang membuat media ini dipilih:
- Efektif untuk sebagian besar kelas kebakaran yang umum dijumpai.
- Tidak meninggalkan residu sehingga peralatan di sekitar titik api tidak ikut rusak.
- Tersedia dalam berbagai ukuran tabung sesuai kebutuhan penempatan.
- Tidak menghalangi pandangan seperti serbuk kimia kering, sehingga petugas tetap dapat melihat sumber api saat memadamkan.
- Dapat menjangkau celah dan rongga yang sulit dicapai, misalnya bagian dalam panel instrumen.
- Bersifat non-korosif sehingga tidak merusak benda yang terkena.
- Tidak menimbulkan kejutan termal berlebih pada peralatan elektronik sensitif.
- Lebih ringan dibanding tabung CO2 dengan kemampuan setara.
Perawatan APAR Halotron
Seperti seluruh alat pemadam, APAR Halotron memerlukan perawatan terjadwal. Pengisian ulang wajib dilakukan segera setelah digunakan, bahkan jika pemakaiannya hanya sebentar, karena tekanan di dalam tabung sudah tidak lagi penuh.
APAR yang tidak pernah digunakan pun tetap harus diperiksa dan diisi ulang sesuai interval yang ditentukan. Saat pengisian ulang, tabung diperiksa menyeluruh untuk mendeteksi kerusakan atau kebocoran, dan temuan yang ada diperbaiki sebelum tabung dikembalikan ke posisinya.
Pemeriksaan visual bulanan juga dianjurkan, mencakup posisi jarum tekanan, kondisi segel pengaman, keutuhan selang dan nozzle, serta memastikan tabung tidak terhalang benda lain.
Satu hal yang perlu diantisipasi pengelola fasilitas adalah ketersediaan media pengisian ulang dalam jangka panjang. Karena produksi bahan dasar Halotron I mengikuti jadwal penghentian, harga dan ketersediaannya berpotensi berubah seiring waktu. Bagi fasilitas dengan jumlah tabung yang banyak, hal ini layak masuk dalam perencanaan anggaran pemeliharaan maupun pertimbangan saat tabung lama sudah waktunya diganti.
Konsultasi Pemilihan Media bersama Totalfire Indonesia
Pemilihan media pemadam untuk area sensitif menuntut pertimbangan yang tidak sederhana, mencakup karakteristik risiko ruangan, apakah ruang tersebut dihuni atau tidak, nilai aset yang dilindungi, serta arah regulasi lingkungan dalam jangka panjang.
PT Totalfire Indonesia menyediakan beragam pilihan sistem pemadam berbasis gas dan dapat membantu menentukan media yang paling sesuai dengan kebutuhan fasilitas Anda. Pilihan yang tersedia mencakup clean agent halocarbon maupun inert gas, masing-masing dengan karakteristik dan pertimbangan tersendiri. Selengkapnya dapat dilihat pada layanan gaseous fire suppression system kami.
Penyediaan dan pemasangan sebaiknya dilakukan melalui kontraktor fire safety yang berpengalaman, dan dilanjutkan dengan service dan maintenance berkala agar seluruh perangkat tetap siap pakai. Berpengalaman sejak 2005, tim kami telah menangani proyek proteksi kebakaran di fasilitas industri, pembangkit listrik, telekomunikasi, hingga bangunan komersial di berbagai wilayah Indonesia, sebagai bagian dari layanan fire fighting system yang menyeluruh.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Halotron masih boleh digunakan?
Ya, Halotron I masih legal digunakan, dan sistem yang sudah terpasang tetap dapat dirawat serta diisi ulang. Bahan dasarnya, HCFC-123, tergolong zat perusak ozon golongan transisi dengan potensi perusakan yang sangat kecil, dan produksinya untuk keperluan proteksi kebakaran masih berlangsung. Namun, karena berada dalam jadwal penghentian produksi jangka panjang berdasarkan Protokol Montreal, pemilik fasilitas yang merencanakan instalasi baru sebaiknya turut mempertimbangkan media alternatif yang tidak terikat jadwal serupa.
Apa perbedaan Halotron dengan FM200 dan Novec 1230?
Ketiganya sama-sama clean agent halocarbon yang tidak meninggalkan residu, namun berbeda bahan dasar dan peruntukannya. Halotron I paling umum digunakan pada alat pemadam portabel karena karakteristik semprotannya yang mudah diarahkan. FM200 dan Novec 1230 lebih banyak diterapkan sebagai sistem total flooding terpasang untuk ruang server, ruang panel, dan area kritis lainnya. Dari sisi lingkungan, Novec 1230 memiliki profil paling baik karena tidak merusak ozon dan potensi pemanasan globalnya sangat rendah, sehingga tidak terikat jadwal penghentian.
Apakah Halotron aman digunakan di ruangan berpenghuni?
Untuk Halotron I yang digunakan sebagai alat pemadam portabel, media ini memang dirancang dioperasikan langsung oleh petugas, sehingga penggunaannya di ruang berpenghuni dimungkinkan dengan mengikuti petunjuk pabrikan. Namun untuk sistem total flooding seperti Halotron II, peruntukannya adalah ruang yang normalnya tidak dihuni manusia. Prinsip ini berlaku umum pada sistem total flooding, di mana konsentrasi media di dalam ruangan mencapai level yang menuntut ruangan dikosongkan lebih dulu.
Berapa lama APAR Halotron harus diisi ulang?
Pengisian ulang wajib dilakukan segera setelah APAR digunakan, sekecil apa pun pemakaiannya, karena tekanan dalam tabung sudah berkurang. Untuk APAR yang tidak pernah digunakan, pengisian ulang tetap perlu dilakukan sesuai interval yang ditetapkan pabrikan dan ketentuan yang berlaku. Di antara jadwal tersebut, pemeriksaan visual bulanan dianjurkan untuk memastikan jarum tekanan berada di zona hijau, segel pengaman utuh, serta selang dan nozzle dalam kondisi baik.
Ditinjau oleh Muliawan Tjandra, CEO PT Totalfire Indonesia, pada 11 September 2026. Informasi status regulasi lingkungan diperiksa terhadap ketentuan Protokol Montreal mengenai zat perusak ozon.